
“Maysa ke mana, Lid?” tanya Mama Mirna sambil duduk di samping keponakannya itu..
“Masuk ke dalam kamarnya, Tan. Baru saja Mama Rafiqah telepon,” jawab Lidya yang saat ini sedang mengawasi anak-anak bermain di taman.
“Apa terjadi sesuatu lagi?” tanya Mama Mirna karena keduanya memang sudah mengetahui apa yang terjadi pada keluarga Maysa.
Tadi pagi Maysa sudah menceritakan apa yang terjadi kemarin di rumah, tanpa menutupi apa pun. Mama Mirna dan Lidya cukup terkejut mendengarnya. Apalagi mengingat siapa Adit sebenarnya. Mereka juga cukup mengenal pria itu, begitu juga dengan Risa.
Lidya mengakui jika Risa memang wanita yang sombong. Setiap kali ada pertemuan atau pesta lainnya, dia hanya mau bergaul dengan pengusaha kalangan atas. Wanita itu sangat terkenal di kalangan sosial para istri pengusaha. Sejak kecil memang Risa sudah diperkenalkan dengan mereka.
“Sepertinya tidak, karena Maysa juga tidak terlalu panik tadi. Mungkin hanya mau cerita sedikit saja.”
“Semoga saja memang seperti itu. Kasihan kalau mereka berurusan dengan Adit dan istrinya itu. Pasti keduanya tidak mau melepaskan Riri begitu saja.”
“Iya, Tan, tapi Maysa bilang kalau Riri sudah setuju untuk berpisah dengan Adit.”
“Ya, mudah-mudahan saja Adit juga mau melepaskan Riri. Semua orang tahu bagaimana keluarga mereka yang suka memaksakan kehendak. Semoga saja Adit tidak seperti itu.”
“Memang keluarga Pak Adit seperti itu, Tan?” tanya Lidya. Dia memang mengenal Adit, tetapi tidak mengetahui tentang kehidupannya.
“Yang Tante dengar memang begitu. Jika mereka menginginkan sesuatu, maka mereka akan berusaha untuk mempertahankannya.”
Lidya mengangguk dan bertanya, “Aku hanya heran kenapa Adit tidak berusaha untuk lepas dari istrinya?”
“Mungkin sedang menunggu waktu yang tepat. Tante yakin kalau sekarang dia sangat mampu untuk berpisah dari istrinya. perusahaan Adit itu ‘kan besar baru-baru ini saja. Sebelumnya dia hanya pengusaha kecil. Mungkin dia memang sengaja menunggu perusahaannya besar agar bisa lepas dari Risa dengan mudah.”
“Bisa jadi seperti itu, melawan keluarga Risa ‘kan memang harus punya kekuatan yang besar juga. Jujur aku juga tidak menyangka jika Risa wanita seperti itu, tapi ya siapa juga yang betah tinggal bersama wanita yang tidak memiliki hati seperti Risa. Aku yang sebentar bersamanya saja, sudah membuat kesal. Apalagi seumur hidup bersamanya, bisa-bisa aku jadi darah tinggi.”
“Setiap orang pasti memiliki karakter masing-masing dan kita tidak berhak menghakiminya.”
“Iya, Tante.”
Tidak berapa lama, tampak Maysa kembali bergabung dengan mereka. Dia hanya tersenyum saja saat duduk di samping sahabatnya itu.
__ADS_1
“Apa ada masalah lagi!” tanya Lidya.
“Hanya masalah kecil, tapi alhamdulillah sudah terselesaikan.”
“Masalah kecil apa?”
“Tadi Mama Rafiqah dan Riri pergi keluar. Ada Adit menemui mereka untuk berbicara sebentar.”
Maysa pun menceritakan apa yang diceritakan oleh mamanya tadi. Baginya Lidya dan Mama Mirna sudah seperti keluarga jadi, tidak masalah jika mereka mengetahui masalah keluarganya. Selama ini mereka juga termasuk orang yang pandai menyimpan rahasia. Terkadang juga keduanya memberi solusi untuk masalahnya.
Mama Mirna dan Lidya cukup terkejut mendengar apa yang Adit lakukan. Sampai begitu besarkah cinta pria itu pada Riri, hingga melakukan hal itu. Namun, mereka juga mengerti bagaimana perasaan Mama Rafiqah saat ini. Sebagai sesama wanita dan juga sesama ibu, mereka mengerti jika yang dilakukan Mama Rafiqah hanya untuk kebaikan anak-anaknya.
“Jika Mama berada di posisi mamamu, Mama juga pasti akan melakukan hal yang sama,” ucap Mama Mirna setelah mendengarkan apa yang dikatakan Maysa.
“Iya, May. Aku juga akan melakukan hal yang sama, sekalipun Adit sangat mencintai Riri, tetapi apa yang dilakukannya sudah salah. Sudah pasti itu sangat merugikan dari pihak Riri yang pastinya akan menjadi serangan orang di luar sana.”
“Apa pun keputusan yang sudah Mama Rafiqah buat, semoga memang ini yang terbaik untuk Riri dan masa depannya.”
“Iya, Ma. Terima kasih doanya.”
“Kamu nggak ke butik hari ini?” tanya Mama Mirna.
“Hari ini libur dulu, Ma. Anak-anak juga sekolahnya libur. Tadi aku sudah kirim pesan pada Via, jika ada yang penting nanti hubungi aku segera.”
“Kamu pergi saja, biar Mama yang jaga anak-anak. Ada Lidya juga di sini.”
“Tidak perlu, nanti jika ada yang penting juga Via akan menghubungiku.”
“Ya sudah kalau begitu.”
Ketiga wanita itu berbincang sambil mengawasi anak-anak yang sedang bermain di taman. Dari lari-larian sampai bermain masak. Hingga akhirnya Dio yang menjadi korban adik dan keponakannya karena harus mengikuti permainan dua anak gadis itu.
Saat sedang asyik melihat anak-anak bermain, ponsel Maysa kembali berdering. Kali ini dari sang suami. Wanita itu pun segera mengangkatnya. Dia yakin pasti ada sesuatu yang penting karena Tama tidak pernah menghubunginya di jam kerja.
__ADS_1
“Halo, assalamualaikum, Mas.”
“Waalaikumsalam, May, kamu sudah lihat berita hari ini?” tanya Tama.
“Berita? Berita apa, Mas? Aku enggak lihat apa-apa.”
“Coba kamu lihat di ponsel kamu atau mungkin di televisi. Apa Riri tahu berita itu?”
“Berita apa, sih, Mas? Jangan buat aku panik!”
“Coba kamu lihat saja di ponsel. Cari di kolom pencarian tentang Pak Adit atau nama perusahaannya. Beritanya juga pasti akan muncul,” ujar Tama.
“Ya sudah, Mas. Kalau gitu aku matikan teleponnya dulu. Aku cari beritanya.”
Maysa pun segera mematikan ponsel dan membuka kolom pencarian. Begitu nama Adit diketik, banyak sekali berita terbaru yang muncul di sana. Wanita itu bingung dengan berita yang dia baca. Maysa yakin jika ini pasti ada hubungannya dengan Riri.
“Ada apa, May? Kamu terlihat panik begitu!”
“Ini ada berita mengenai Riri dan Adit,” jawab Maysa sambil memperlihatkan ponselnya. Lidya pun melihatnya, begitu juga dengan Mama Mirna yang ikut menatap ponsel itu
“Coba kamu putar video ini,” ucap Lidya sambil menunjuk salah satu video.
Di sana tampak wanita yang bernama Risa, yang sedang memberikan penyataan jika sang suami tengah berselingkuh. Maysa terkejut karena nama Riri telah disebutkan oleh wanita itu. Dia tidak tahu bagaimana perasaan Mama Rafiqah saat ini. Pasti wanita paruh baya itu sedang sedih.
Apalagi Risa mengatakannya sambil berurai air mata. Sudah pasti akan mengundang rasa kasihan dari orang-orang yang melihatnya. Terdapat video lain di sana. Tampak wajah Adit yang ada di layar.
Maysa yang penasaran pun memutarnya. Di sana Adit menjelaskan jika Riri tidak ada sangkut pautnya mengenai keretakan rumah tangga dirinya dan Risa. Pria itu juga menceritakan jika dirinya sudah mentalak Risa dua tahun lalu. Selama dua tahun itu mereka tidak pernah tinggal satu rumah.
Adit tinggal bersama orang tuanya, terkadang juga di apartemen, sementara Risa tinggal bersama orang tuanya sendiri. Pria itu mengakui jika dirinya menyukai Riri, tapi sayangnya gadis itu tidak dan hanya mengakui dia sebagai teman. Adit terpaksa berbohong agar tidak ada yang menyerang Riri.
Para wartawan menanyakan mengenai alasan-alasan kenapa Adit menceraikan istrinya. Padahal Risa wanita yang cantik dan kaya. Terpaksa Adit juga menceritakan semuanya karena sebelum hari ini, pria itu sudah wanti-wanti Risa, jangan sampai membawa nama Riri keluar. Jika tidak, maka nama baiknya yang akan hancur.
Sekarang Adit melakukannya. Dia tidak peduli bagaimana keluarganya nanti. Hidupnya juga sudah hancur sejak Riri meninggalkannya. Perusahaan juga sudah berdiri tegak tanpa bantuan siapa pun.
__ADS_1
.
.