Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
kunjungan.


__ADS_3

keduanya sedikit kesiangan, tapi mobil Gabriel tak menuju ke rumah melainkan menuju luar kota.


"mas, ini kita akan kemana?" tanya Husna.


"kita pulang ke Malang, kebetulan bunda sudah menyetujui aku membawa mu untuk berkunjung ke sana," jawab Gabriel


"baiklah mas, kamu memang suami yang pengertian," jawab Husna.


Husna terus bercanda bersama Gabriel, mereka pun berhenti di sebuah masjid untuk sholat dhuhur.


Gabriel sedang duduk di teras masjid sambil menunggu istrinya itu, Gabriel juga memeriksa beberapa email dari sekertarisnya.


Husna yang melihat suaminya begitu serius pun tersenyum, dia mengambil beberapa roti yang di bawanya.


"pengganjal perut, mau?" tawar Husna.


"boleh, maaf aku terlalu sibuk dengan ponselku, kamu tau sendiri aku harus mengawasi perusahaan opa," kata Gabriel.


"tentu mas, aku tak pernah melarang mu, Krena aku tau konsekuensi menjadi cucu seorang Jaya Utomo," jawab Husna.


keduanya pun melanjutkan perjalanan setelah beristirahat sejenak, akhirnya setelah tiga setengah jam.

__ADS_1


mereka pun sampai di kota kelahiran Husna, bahkan Husna pun begitu senang saat mobil itu masuk ke daerah perkampungan indah itu.


mobil Gabriel pun memasuki sebuah rumah yang ada di sebelah rumah Ella dan Simon.


"mas rumah ku ada di sebelah, kamu kenapa belok ke rumah ini, lagi pula ini rumah tetangga ku, nanti dia marah," kata Husna kesal.


"tapi ini rumah kita, rumah milik mu sayang, aku sudah membelinya dan merenovasi, bukankah kamu yang ingin punya rumah berdekatan dengan kakakmu," kata Gabriel tersenyum.


Husna pun menutup mulutnya karena tak percaya dengan apa yang di ungkapkan Gabriel.


Gabriel pun turun dan membukakan pintu untuk istrinya itu, keduanya pun sudah di sambut oleh Ella dan Simon.


"mbak Ella, Husna itu istriku, jadi sudah menjadi kewajiban ku membahagiakan dirinya," kata Gabriel.


"aku kangen mbak," lirih Husna.


"aku juga kangen dek, ayo masuk, lihat rumahmu," kata Ella antusias menunjukkan rumah yang di desain Gabriel sendiri.


Husna pun terpana melihat semuanya, bahkan ada foto kedua orang tuanya yang bersanding dengan foto dirinya dan Gabriel.


akhirnya Ella pun pamit agar keduanya bisa istirahat, tapi Gabriel malah mulai bekerja, dan Husna tersenyum melihat itu.

__ADS_1


"suamiku, aku keluar sebentar ya, apa kamu membutuhkan sesuatu," kata Husna yang berdiri di sebelah Gabriel.


Gabriel pun melepas kaca mata miliknya dan menarik Husna hingga terjatuh di pangkuannya.


"berikan aku suntikan semangat, aku sangat membutuhkannya," seru Gabriel memeluk Husna erat.


"hentikan mas, kamu pasti akan langsung memakan ku lagi," bisik Husna di kuping Gabriel.


tapi Gabriel langsung mencium bibir Husna dalam, Husna pun membalas suaminya itu, Gabriel pun menyatukan dahi mereka dan tersenyum bahagia.


"baiklah pergilah sayang, dan ingat pulang secepatnya," kata Gabriel melepas istrinya.


"baiklah, apapun perintah mu," jawab Husna memberi kecupan di bibir Gabriel.


Husna pun memutuskan untuk membeli susu segar di tempat langganannya dulu, karena Husna ingin membuatkan susu jahe untuk suaminya.


Husna pun menyapa setiap orang yang di temui nya, beberapa ibu-ibu bahkan seperti tertawa mengejek Husna.


mereka mengira jika Husna menikah dengan teman Simon yang usianya tua, karena pernikahan Husna tak dirayakan dulu.


Husna tak ambil pusing, dia hanya perlu menutup telinga saat mendengar kata-kata yang menyakitkan itu.

__ADS_1


__ADS_2