
Latifa dan Furqon sudah pulang setelah makan malam, Husna sedang berganti baju saat Gabriel mengetuk pintu.
"iya sebentar," saut Husna.
Husna pun membuka pintu, dia terkejut melihat wajah merah padam dari Gabriel. Husna mundur karena tercium bau alkohol dari tubuh Gabriel.
"mas mau apa, mundur," kata Husna takut.
"kenapa kau tak ingin berada di dekat ku, kenapa kau menjauhiku, kenapa kita tidak seperti pasangan normal Husna," tanya Gabriel.
Gabriel pun mendekat dan memeluk Husna secara paksa, Gabriel melihat mata Husna yang sedikit ketakutan.
"karena kamu belum bisa mencintaiku sepenuhnya!" teriak Husna sambil mendorong Gabriel hingga terhuyung.
Gabriel pun terjatuh dan tertawa, dia memang bodoh bisa memaksakan dirinya untuk Husna.
"aku tak akan menjadi istrimu seutuhnya mas, jika kamu tak bisa mencintaiku, aku takut ketika kita makin dalam berhubungan, dan akan ada anak di antara kita, aku taku! aku takut anakku akan kecewa karena tau ayahnya tak pernah mencintai ibunya," jawab Husna sudah berderai air mata.
"aku bodoh, aku bodoh Husna! maafkan aku," kata Gabriel berdiri dari lantai dan berjalan keluar.
karena kepalanya yang berputar cukup hebat, Gabriel tanpa sengaja malah jatuh dari lantai dua hingga lantai dasar.
Husna pun berteriak melihat Gabriel jatuh dari tangga. "mas!" teriak Husna.
mendengar teriakan pak Andi datang dan melihat Gabriel sudah terkapar penuh darah di lantai dasar.
Husna turun sambil berlinang air mata, dia tak mengira keputusannya memberi tahu Gabriel bisa membuat suaminya itu seperti ini.
__ADS_1
"maafkan aku," kata Husna memeluk Gabriel yang sudah bersimbah darah.
pak Andi menelpon ambulans dan akhirnya Gabriel di bawa ke rumah sakit besar, saat sampai Gabriel langsung di larikan ke ruang UGD.
Bella dan Billy serta Daniyal baru datang, Daniyal memberikan jaketnya pada Husna untuk menutupi darah yang ada di baju Husna.
"Husna, apa yang terjadi nak?" tanya Bella.
"bunda, aku tak bermaksud membuat mas Gabriel terluka, aku hanya ingin mengatakan isi hatiku, tapi dia keluar dan jatuh," jawab Husna.
"maaf tuan besar, tuan muda tadi sempat minum di samping kolam, sebelum menemui nona muda," tambah pak Andi.
"apa Gabriel minum?" kata Bella kaget.
"iya bunda, dan setau ku, bang Gabriel akan minum-minum saat dia sedang banyak pikiran, atau dia ingin mengutarakan isi hatinya," kata Daniyal.
"hentikan nak, dia akan baik-baik saja," kata Bella memeluk Husna.
"dia ingin memperbaiki hubungan kami, tapi ketakutan ku akan di tinggalkan olehnya membuatku menutup telinga untuknya bunda, padahal aku begitu mencintainya, aku hanya takut jika Puri masih menguasai hati suamiku," jujur Husna.
Angga yang datang dengan Danish kaget mendengar penuturan dari Husna, dia tak menyangka jika cinta lama Gabriel akan membut Husna begitu terpuruk.
Danish menyerahkan baju gamis baru pada Bella, Bella pun mengajak Husna untuk berganti pakaian.
dokter sedang berusaha menyelamatkan Gabriel yang kehilangan banyak darah, tak lama seorang suster keluar dari ruang operasi.
"maaf apa anda ada yang memiliki golongan darah AB+ , karena rumah sakit sedang tak memiliki stock darah itu," kata suster.
__ADS_1
"saya suster," jawab Husna baru selesai berganti baju.
"tapi sayang kamu juga baru sembuh, jadi mungkin ini tak baik," jawab Bella
"tapi bunda, mas Gabriel," kata Husna.
"biar aku yang akan mendonorkan darah pada Gabriel," kata Angga.
Angga pun mengikuti suster, Husna memilih untuk ke sebuah mushola rumah sakit.
Husna memilih Sholat untuk mendoakan Gabriel, Husna terus berdoa untuk kesembuhan Gabriel.
setelah dia jam operasi, akhirnya Gabriel pun bisa di selamat kan, dan sedang dalam ruangan ICU.
Bella menghampiri Husna, dan memberitahu keadaan Gabriel. Husna pun bersyukur tentang kondisi Gabriel.
Husna adalah orang pertama yang masuk untuk menemui Gabriel dengan mengunakan baju khusus.
"mas, aku mohon bangunlah, aku begitu mencintaimu, aku tak bisa kalau harus kehilangan mu setelah aku kehilangan kedua orang tuaku, kamu salah pria yang pertama mengulurkan tangan padaku saat aku terjatuh ke gelapan, aku tau aku egois Krena tak menjadi istri yang baik. aku mohon bangunlah, biarkan aku menjadi istri yang bik di sisimu, aku begitu mencintaimu," tangis Husna.
Gabriel bisa mendengar perkataan Husna, tapi dia tak bisa membuka matanya, dia ingin sekali memeluk istrinya itu.
Husna pun keluar dan menemui semuanya, Bella tau jika saat ini Husna begitu terpuruk melihat kondisi Gabriel.
Bella hanya bisa memberikan pelukan hangat untuk menantunya itu. setidaknya Sekarang Husna memiliki Bella yang begitu menyayanginya.
kondisi Gabriel terus membaik dan berhasil melewati masa kritisnya. besok pagi akan di pindahkan ke ruang rawat.
__ADS_1