
Adelia pun mengikuti saran dari Daniel, Adelia menelpon Bella agar mencarikan jodoh untuk Daniyal.
awalnya Bella menolak, tapi setelah melihat bukti yang dikirimkan oleh Adelia akhirnya wanita itu tak bisa menolak lagi.
Bella pun ingat seorang gadis muda yang bekerja di yayasan milik keluarga Utomo.
Bella akan menyelidiki gadis itu, dan menjodohkan dengan Daniyal, apalagi putranya itu butuh wanita yang bisa mengimbangi sifat kasarnya.
setelah berhasil dengan Gabriel, kali ini Bella berharap bisa menjodohkan putra ketiganya itu.
Bella menghampiri Billy yang sedang membaca buku di atas ranjang, Billy tau jika istrinya itu ingin melakukan hal aneh.
"kamu ingin bicara apa, jangan bilang kamu punya ide gila ya Bun," kata Billy melihat istrinya itu.
"kenapa papa selalu tau sih," kata Bella mengerucutkan bibirnya.
"sudah ketebak sayang, dari sifat mu yang seperti ini, kenapa tiba-tiba memakai baju tidur seksi seperti ini," kata Billy menunjuk baju Bella.
"aku ingin mengajakmu bermain, gak mau, ya sudah biar aku tidur saja," kesal Bella langsung menutup badannya.
"sayang.... aku selalu percaya apapun yang kamu lakukan adalah untuk kebaikan anak-anak, tapi ini adalah Daniyal dia bukan orang yang bisa di paksa," kata Billy.
"tapi papa bisa memintanya, aku tak ingin putra kita salah memilih jodoh," kata Bella.
"baiklah, semoga bisa aku membicarakan ini dengan anak keras kepala itu," jawab Billy yang mulai melancarkan aksinya.
malam ini Billy pun menikmati suasana romantis dengan istrinya.
__ADS_1
sedang Daniyal menghancurkan iPad miliknya, dia marah karena melihat laporan dari anak buahnya.
dia tak mengira jika Caca bisa melakukan hal menjijikkan itu, pasalnya dia selalu merasa jika Danish menganggu kekasihnya itu.
tapi sekarang Caca malah keluar masuk hotel dengan para Om-om yang bahkan usianya dua kali lipat darinya.
"tak ku kira ternyata aku salah menilai mu Caca, aku bodoh ya ...."
sedang di Surabaya, Caca merasa hidupnya benar-benar hancur, setelah kakeknya sakit.
dan dirawat oleh sang ibu, sekarang Caca malah di jadikan ladang uang untuk keluarganya.
dengan ancaman akan membunuh sang kakek yang sakit, Caca tak bisa menolak sedikit pun.
sekarang Caca menjadi wanita panggilan demi kakeknya, tapi dia tak bisa memberitahu siapapun.
hari ini Danish sudah pergi kuliah tanpa ingin menganggu Caca, apalagi setelah tau jika gadis itu ternyata tak sesempurna yang di bayangkan.
sedang Daniyal sudah duduk di ruang baca bersama Billy, keduanya masih berdiam.
Billy pun menutup bukunya dan melihat Daniyal, "papa dan bunda, ingin kamu menikah dengan seorang gadis pilihan kami, apa kamu menerimanya?" tanya Billy.
"tentu, pilihan kalian pasti baik, dan aku percaya itu," jawab Daniyal.
"tapi kamu memiliki kekasih, lebih baik temui dia dan putuskan segalanya, sebelum menikah."
"baik papa," jawab Daniyal pasrah.
__ADS_1
dia tau jika kedua orang tuanya pasti sudah tau yang terjadi, apalagi Daniel bukan orang yang di remehkan.
setelah itu keduanya berangkat ke perusahaan, Daniyal pun hanya berpikir sepanjang jalan.
hingga tak sengaja dia menabrak seseorang yang sedang mengayuh sepeda.
Daniyal pun menghentikan mobilnya dan langsung membantu gadis itu berdiri.
"maaf pak," kata gadis itu menarik tangannya, saat tak sengaja tangannya di pegang oleh Daniyal.
"maaf mbak, maaf sekali, saya tak sengaja," kata Daniyal.
"lain kali kalau lagi banyak pikiran jangan nyetir, membahayakan," kata gadis itu ketus.
Daniyal pun terdiam mendengar gadis itu begitu ketus padanya, setelah itu gadis itu pergi meninggalkan Daniyal.
sedang Daniyal terdiam melihat gadis itu pergi begitu saja, Daniyal pun memutuskan berangkat ke kantor.
gadis itu sampai di tempat yayasan, Bella langsung menghampiri gadis itu sambil tersenyum.
"assalamualaikum Dinda, tumben baru datang nak?"
"iya bunda, maaf tadi sedikit dapat musibah, tapi beruntung Allah masih melindungi Dinda," jawab gadis itu lembut.
Bella pun mengangguk, tak lama Mega juga datang untuk membantu pekerjaan di yayasan.
mereka pun pergi bersama, Bella sedang menyelidiki dua orang gadis untuk Daniyal.
__ADS_1
karena pria itu hrs berada di tangan istri yang tepat untuk membuatnya bisa melupakan Caca.