
setelah sholat subuh, seorang ustad memghampiri Billy dan Simon, sedang Husna masih berdiam di kamar.
"bagaimana pak, pernikahan bisa di laksanakan, karena tak baik terus menundanya," tanya sang ustadz.
"bisa pak, saya siap," saut Gabriel dengan mantap.
"baiklah kalau begitu panggilkan Husna dan pak lurah akan jadi saksi beserta pak RT, dan juga siapa wali dari mbak Husna?" tanya pak ustadz.
"wali hakim pak, karena ayah tak memiliki saudara laki-laki," jawab Simon.
"baiklah, sekarang kita laksanakan," jawab pak ustadz.
Ella dan Bella pun menghampiri Husna yang masih membaca wirid di kamarnya, sambil menahan tangisnya.
"dek, ayo ikut keluar pernikahan mu akan di laksanakan sekarang," panggil Ella lembut.
"Allahuakbar... kuatkan aku ya Alloh," lirih Husna.
terlihat guratan kesedihan di wajah gadis itu, Bella tau pernikahan ini bukan di landaskan oleh cinta.
tapi Bella yakin jika Gabriel tak mungkin melukai gadis sebaik Husna, Husna pun melepas mukenah nya.
kini Husna pun duduk berjauhan dengan Gabriel yang siap di samping jenazah pak Aziz dan berhadapan dengan pak ustadz.
Gabriel menjabat tangan pak ustadz dan mulai mengucapkan ijab Qabul dengan satu tarikan nafas.
Husna langsung meneteskan air mata mendengar jawaban dari saksi, dia kini sudah menjadi seorang istri dari pria yang tak pernah di kenalnya.
pukul enam pagi jenazah pak Aziz di makamkan, Bella sedang memberitahu pada keluarga di Samarinda tentang pernikahan Gabriel.
semua orang menerima kabat itu dengan bahagia, begitupun Puri yang sudah belajar mengikhlaskan segalanya.
tapi berbeda dengan Adelia yang malah kesal karena Bru di beritahu oleh Bella, dan dia tak bisa menghadiri pernikahan sang kakak.
pagi itu Adelia duduk di meja makan dengan wajah kesal, marah dan sedih karena tak bisa menghadiri pernikahan Gabriel.
"aduh kok cemberut sih, masih pagi sayang, nanti dedek bayinya ikut cemberut loh," kata Bu Lestari.
"Adelia kesel Bu, masak Adelia baru di kasih tau kalau Abang menikah dadakan pula, kan jadi Adelia tak bisa hadir," jawab Adelia dengan cemberut.
"pagi semuanya," sapa Wisnu yang datang dengan kue klappertaart hangat.
"pagi Wisnu, wah bawa apa itu?" tanya pak Agung.
__ADS_1
"klappertaart ya," tebak Adelia karena bau kue tercium.
"benar dan masih hangat," jawab Wisnu.
dengan senang Adelia langsung mengulurkan tangannya pada Wisnu, dan Wisnu memberikan kue itu.
Adelia langsung melupakan kesedihannya, Bu Lestari malah tertawa melihat sikap Adelia.
sedang pak Agung tersenyum kearah Wisnu, pagi itu pun mereka sarapan bersama dengan hangat.
Gabriel baru datang bersama yang lain dari pemakaman, "kamu istirahat saja di kamar Husna dulu, pasti kamu lelah," kata Simon.
"baiklah bang, lagi pula ada yang ingin aku bicarakan dengannya," jawab Gabriel.
sedang Bella dan Billy pun kembali ke hotel dan meminta seseorang mengantar koper Gabriel ke rumah Husna.
"bisakah aku masuk," kata Gabriel.
"silahkan,"jawab Husna menaruh foto keluarganya dan menghapus air matanya.
Husna akan keluar, tapi di tahan oleh Gabriel, dan Gabriel pun langsung memeluk Husna saat itu juga.
"menangislah, sekarang aku ada untuk mu, aku tak akan memaksamu untuk mencintaiku, kita akan Mai semua dari awal," kata Gabriel.
"maafkan aku, mungkin itu butuh waktu, tapi aku akan mencoba mencintaimu, aku tau aku tak sebaik yang terlihat," jawab Gabriel.
"baiklah kita akan mulai dari awal, jika memang tak cocok lebih baik kita melepas satu sama lain agar tak menambah derita kita," kata Husna yang mendorong tubuh Gabriel pelan.
Husna pun meninggalkan Gabriel yang masih terdiam mendengar penjelasan Husna, dia tau tak mudah mengeset Puri tapi saat ini ada Husna istrinya.
Gabriel pun duduk di ranjang sambil memegangi kepalanya, tak lama Husna datang dengan sarapan pagi dan juga kopi.
"mas ini sarapan dulu," suara lembut Husna mengejutkan Gabriel.
"maukah kau menemaniku disini," kata Gabriel.
"tentu, aku akan selalu di sisimu sebagai istrimu," jawab Husna.
hari ini Ali menghampiri Adelia di kantornya, melihat kedatangan Ali, Wisnu langsung sigap berdiri.
"ada yang bisa bantu tuan?" tanya Wisnu.
"saya ingin bertemu dengan Adelia, apa bisa," jawab Ali.
__ADS_1
ternyata Adelia malah keluar dari ruangannya, "biarkan dia masuk, dan Wisnu kau juga," perintah Adelia.
"baik bos," jawab Wisnu yang mengambil iPad miliknya.
Ali sudah duduk di depan wanita yang dia sukai sejak kecil itu, tapi Adelia hanya melihat kedatangan Ali secara biasa.
"ada apa kak Ali?" tanya Adelia.
Ali mengeluarkan sebuah kotak kecil dan ternyata sebuah cincin, Wisnu melihat secara datar.
Adelia mengerti maksud dari Ali, Adelia berdiri dan mengambil sebuah kotak dan menaruhnya di samping kotak Ali.
"aku kembalikan, karena ada seseorang yang tak bisa tergantikan oleh siapapun," kata Adelia.
"tapi gelang itu bagaimana bisa lepas?" binggung Ali.
"itu terlepas karena pria itu yang membuatku cinta mati padanya, dan pria itu yang takkan pernah bisa digantikan oleh pria manapun, maaf lebih baik kakak melupakan ku," kata Adelia.
"apa tak ada kesempatan untuk diriku Adelia, aku tau aku salah dengan menghilang tanpa kabar, tapi kamu adalah orang yang sangat aku cintai dari dulu," kata Ali.
"maaf aku hanya bisa mencintai suamiku, dan akan membesarkan putra kami, dan aku tak ada keinginan untuk menikah," jawab Adelia.
"aku ternyata sudah terlupakan, terimakasih telah menyadarkan diriku, aku pamit Adelia karena aku di pindah tugaskan," kata Ali.
"iya kak, bawa ini dan temukan tangan yang siap berjalan bersama mu untuk menjalani hidup ini, untuk berbagi bahagia maupun duka, aku yakin disurati tempat dia sedang menunggu mu," pesan Adelia.
"baiklah, terima kasih dan semoga kalian sehat selalu, terima kasih," kata Ali mengambil kedua kotak itu.
Adelia pun tersenyum melihat kepergian Ali, setidaknya pria itu tak akan berharap lagi padanya.
sedang Wisnu tersenyum melihat dan mendengar semuanya, "kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya Adelia melihat Wisnu.
"tidak apa-apa bos, saya hanya terharu melihat cinta bos pada suami, tapi dia kan sudah meninggal," kata Wisnu.
"Wisnu! ingat batasan mu!" bentak Adelia.
Wisnu terkejut melihat kemarahan Adelia yang begitu besar, "maafkan saya bos," kata Wisnu.
"kamu kembali bekerja, dan sekali lagi ingat jangan pernah mengulangi perkataan itu lagi, bagiku dia masih hidup," kata Adelia.
Wisnu pun keluar dari ruangan Adelia, dia menyeringai dan kembali ke meja kerjanya.
sedang Adelia kini sedih sambil melihat foto dari dirinya dan danirl yang sedang honeymoon.
__ADS_1
"sayang, aku merindukanmu...." lirih Adelia.