Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
kita saudara


__ADS_3

Daniyal tidak bisa melupakan semua tanggung jawabnya di Samarinda akibat mengantikan posisi Gabriel.


tapi Danish makin berulah di Surabaya, Adelia yang tau tentang kelakuan dari adiknya pun geram.


pasalnya kelakuan Danish bisa membuat Daniyal marah dan hilang kendali.


malam ini Adelia menitipkan bayinya pada keluarga Kuncoro, dia pun pergi untuk mencari Danish.


dia sampai di sebuah apartemen mewah di Surabaya, tapi dia tak mendapati pria itu.


"brengsek, kemana bocah ini, dia selalu mencari masalah setiap hari," gumam Adelia pergi dari apartemen.


tanpa di duga Daniel sudah mengikuti pria muda itu, Daniel pun memberikan lokasi dari Danish pada istrinya.


Adelia pun menyeringai melihat pesan itu, dia pun bergegas untuk pergi ke bar yang di maksud.


saat sampai beberapa pria mencoba untuk menggoda dirinya, tapi tujuannya adalah membawa pergi Danish.


melihat adik terkecilnya sedang bergoyang bersama wanita-wanita liar yang entah darimana membuat dia makin marah.


Adelia menarik Danish dan langsung mendorongnya hingga tersungkur, "pulang atau kau mati disini," kata Adelia.


para security ingin menangkap Adelia, tapi Daniel dan Gabriel datang dan langsung melumpuhkan semua keamanan.


"mbak, ah.... kau menyakitiku," kata Danish.


"kau memilih mbak mu yang melukai mu, atau harus kami yang turun tangan," kata Daniel berbisik pada adik iparnya itu.


Danish pun langsung terdiam, dia tau jika dua kakak prianya itu yang bertindak.


sudah di pastikan dia akan mati tanpa jejak, terutama Daniel yang bahkan tak pernah melepaskan musuhnya.


Adelia pun langsung menyeret adiknya itu pulang, Daniel dan Gabriel hanya melihatnya.


"dia bisa membereskannya?"

__ADS_1


"tentu, kenapa kau tak percaya?" kata Daniel tersenyum.


"tidak, aku hanya tak mengira adik penakut ku sudah tumbuh dewasa, kalau begitu aku pulang karena obat ini sudah di tunggu," pamit Gabriel.


"baiklah, hati-hati di jalan bung," jawab Daniel.


mereka pun berpisah, karena Gabriel harus segera kembali ke ke kota Malang.


Danish sudah di ikat sesampainya di rumah, dan Adelia memandikan adiknya itu dengan air dingin.


"sudah ku katakan, jika kamu berulah aku yang akan memberimu hukuman," kata Adelia.


"maaf mbak, aku tak kan mengulanginya lagi, tapi hentikan air ini terlalu dingin," kata Danish mulai merasakan tubuhnya seperti di tusuk-tusuk.


ternyata Daniel telah menyiapkan semuanya, bahkan pria itu tertawa melihat Danish kesakitan atas siksaan yang dia dapatkan.


"hentikan sayang, kamu bisa membunuhnya jika kamu lanjutkan setengah jam lagi," kata Daniel yang langsung mengantikan dengan saluran air panas.


"AA... sakit," teriak Danish.


"ini hanya air hangat Danish, kenapa kamu tak pernah belajar dari Daniyal, kamu kira kami kan membiarkan mu menodai nama baik keluarga," kata Adelia tegas.


Daniel pun menghentikan siksaan untuk adik iparnya itu, sedang Adelia juga melepaskan tali yang mengikat pria itu.


"ingat ini Danish, sekali lagi kamu melukai dan ingin menyakiti Daniyal ingat hukuman ini, Karena dari kecil pria itu selalu mengalah dan menerima hukuman dari papa demi dirimu," ancam Adelia tajam


"iya mbak..." jawabnya.


"tapi sepertinya kalian juga percuma meributkan wanita yang bahkan tak sebaik yang di kira," kata Daniel melempar bukti.


Adelia dan Danish terkejut melihat itu, pasalnya, itu adalah video di mana Caca di bawa pergi oleh orang tuanya dan di antar masuk kesebuah hotel.


"Daniyal bisa kambuh melihat ini," kata Adelia.


"kalau begitu sebisa mungkin buat dia jatuh cinta pada orang lain, lihat Gabriel itu berhasil bukan," kata Daniel enteng.

__ADS_1


"cih ... ternyata dia wanita sama saja dengan wanita di club," kata Danish memegangi luka bekas ikatan Adelia.


sedang dia merasa merinding melihat dua tatapan tajam dan menusuk kearahnya.


sedang di malang, Gabriel baru sampai kota itu pukul empat pagi.


dan langsung memberikan obat itu pada dokter, tapi dia terkejut melihat Husna yang sudah bangun.


"sayang kamu bangun," kata Gabriel memeluk Husna erat.


"maaf, anda siapa? kenapa memelukku?" tanya Husna binggung dan mendorong Gabriel.


"kamu tak mengenali suamimu, dokter dia tertusuk di dada kan, tapi kenapa dia bisa hilang ingatan," kata Gabriel sedih.


Husna tersenyum karena dia tak berhasil membohongi Gabriel, ya pria itu terlalu pintar.


"jangan bilang kau memberikan obat yang salah!" bentak Gabriel.


bahkan pria itu bersiap memukul dokter jaga yang di mintai bantuan Husna.


"sayang aku hanya bercanda," kata Husna memegang tangan Gabriel yang hampir menonjok dokter jaga.


Gabriel berbalik dan memeluk Husna erat, "jangan bercanda seperti itu, aku bisa melenyapkan semua orang yang membuatmu melupakanku."


"tenanglah suamiku, aku baik-baik saja,meski tubuhku lemah, tapi aku bukan wanita sebodoh itu bisa melupakan suami tampan dan pintar ku ini," kata Husna tersenyum.


dokter pun pergi tanpa ingin menganggu keromantisan keduanya.


pasalnya dia juga tau bagaimana kondisi Gabriel yang sudah beberapa bulan ini.


Husna pun melepaskan pelukan Gabriel dan mengusap wajah suaminya itu.


"kenapa kamu bisa kurus dan tak terurus mas, bahkan Jenggot dan tubuhmu," kata Husna sedih.


"aku hanya fokus untuk membuatmu kembali bangun, tapi kamu terus tidur, tak ada seseorang yang mengurusku," jawab Gabriel yang menciumi wajah Husna.

__ADS_1


"aku bangun karena anak kita meminta untukku menemani mu, karena dia tak bisa melihat ayahnya terus menangis setiap malam," jawab Husna menyatukan dahinya dengan Gabriel.


keduanya pun tersenyum bahagia akhirnya bisa bersama kembali.


__ADS_2