Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
suasana apa ini


__ADS_3

Husna begitu sedih, tapi dia bisa menguatkan dirinya sendiri, "aku gak papa kok Adelia, ini siapa memangnya, maaf tadi belum sempat kenalan."


"kebiasaan seorang wanita menyembunyikan lukanya, ini Dinda istri dari Daniyal, ya kita jadi kenalan dengan cara gak enak gini," gumam Adelia.


"maaf ya, aku sedikit kebawa suasana, lagi pula mood ku memang naik turun, aku Husna Khumaira Aziz, istri Gabriel," kata Husna mengulurkan tangannya.


Dinda pun malah memeluk wanita itu, "maaf mbak, aku juga tau kok perasaan yang mbak rasakan," lirih Dinda.


Husna pun membalas pelukan itu dengan hangat, pasalnya mereka memiliki kisah hampir sama.


menikah dengan pria yang msih mencintai wanita lain, dan dengan cara perjodohan.


sedang di bawah juga tak kalah canggung, Puri yang datang dengan amarah sudah membuat masalah pada mereka semua.


"aku katakan sekali lagi, cukup jangan mencampuri urusan ku lagi, aku sudah Menikah dan ku akan mulai mencintai istriku, dan melupakan semua masa lalu," kata Daniyal.


"aku juga minta maaf, Karena perhatian ku tadi hanya sebagai Kakak, dan aku tak bermaksud lain, jadi aku permisi," kata Gabriel.


Puri pun merasa begitu buruk pada dua saudara sepupunya itu, pasalnya mereka malah membencinya seperti ini.


"maafkan mereka ya, mereka hanya tak ingin melukai para istri pilihan bunda, dan lagi Puri mulai hari ini. dari pada kamu mengurus masalah orang lain, lebih baik jaga kondisimu yang sedang hamil muda," pesan Daniel.


"terima kasih kak, kami permisi dulu," pamit Morgan.


Gabriel pun mengetuk pintu, Adelia yang membukakan pintu itu, Daniyal menerobos masuk.


"Daniyal yang sopan," kata Adelia kesal.


Daniyal pun langsung memeluk tubuh Dinda dan mencium keningnya. "maafkan mas ya, maafkan mas, kita akan pergi saat kamu mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan mu lalu," kata Daniyal.


Gabriel pun berlutut di depan Husna yang duduk di sofa, "maaf ya sayang, tadi itu hanya refleks sebagai kakak dari mereka, karena bagiku hanya kamu orang yang ada di hatiku," kata Gabriel mencium tangan Husna.


Husna pun memeluk Gabriel sambil sesenggukan, dia tak mengira jika suaminya begitu mencintai dirinya saat ini.


sedang Adelia mencibir Keduanya, tapi saat Daniel datang dan merentangkan tangan Adelia pun bergegas masuk ke pelukan pria itu.


"kamu selalu manis dan mengerikan saat marah," bisik Daniel tertawa.

__ADS_1


Danish pun merasa jadi obat nyamuk, "kacang-kacang ... aku di kacangin, mending aku ngedrift aja lah," kesal Danish.


mereka pun memasuki kamar masing-masing, Gabriel msih tak mengira istri Daniyal bisa se-alim itu.


"sayang tadi itu istri Daniyal bercadar, dan seperti apa?" kata Gabriel penasaran.


"mas ... kami kaum hawa memang di anjurkan menutup aurat, jadi jika aku siap insyaallah aku juga akan melakukan hal yang sama dengan Dinda," jawab Husna sambil tersenyum.


"aku tak memaksa mu sayang, cukup kamu bisa menjaga kehormatan dan kekurangan suamimu ini sudah cukup," jawab Gabriel.


Dinda pun membereskan barang-barang mereka di bantu oleh Daniyal.


"dek. kemarilah aku ingin mengatakan sesuatu," panggil Daniyal.


Dinda pun duduk di sebelah Daniyal, "mau jalan-jalan, aku ingin menunjukkan kota kelahirannya bunda padamu, dan lagi kita perlu mencari baju untuk kondangan besok kan," kata Daniyal.


"terserah mas saja, saya ikut," jawab Dinda.


mereka pun keluar dan meminjam motor milik Daniel, mereka berkeliling ke sekitaran Surabaya.


kebetulan mereka pun mampir kesebuah butik langganan keluarga Sukoco.


"aduh-aduh tuan muda keluarga Utomo datang, mau membelikan gaun untuk pacarnya ya," kata Nirmala.


"bukan Tante, mau membelikan gaun untuk istriku, tolong Carikan gaun syar'i yang sesuai untuknya," kata Daniyal merangkul Dinda sambil tersenyum senang.


"ayo ke atas yuk, kebetulan kamu cepet kesini, takutnya sebentar lagi Tante akan tutup karena akan ada teman bisnis spesial nih," kata Nirmala tertawa.


"wah kami menganggu kah, kalau iya biar kami pergi dulu," kata Daniyal tak enak.


"gak kok, lagi pula janjinya masih dua jam lagi, jadi kalian tenang saja milihnya ya," kata Nirmala.


Dinda pun terkejut melihat semua jenis gaun pesta itu, tapi modelnya terlalu ramai dan meriah.


"Tante maaf, bisakah gaunnya sederhana, karena saya tak menyukai yang terlalu ramai," kata Dinda.


"kamu lucu deh, persis Husna istri Gabriel, tentu ada dong sayang, meski terlihat sederhana tapi ini pasti akan indah saat kamu pakai," kata Nirmala mengambilkan gamis itu.

__ADS_1


Dinda pun tak mengira akan melihat gaun sebagus itu, "boleh aku mencobanya?" tanya Dinda senang.


"tentu sayang, biar asisten ku yang membantumu," kata Nirmala.


Dinda sudah berada di ruang ganti bersama asisten, gaun itu terlihat pas dan begitu cantik di pakai.


bahkan dengan jilbab dan juga cadar, Daniyal sedang memilih gaun lain dan meminta untuk di bungkus untuk Dinda.


Dinda pun keluar dari ruangan ganti, "mas bagaimana? apa aku pantas?" tanya Dinda.


Daniyal terbengong, pasalnya meski bercadar Dinda bisa menampakkan auranya sendiri.


"subhanallah, bidadari ku cantik sekali, Tante aku mau itu untuk istri ku," kata Daniyal.


Nirmala pun tersenyum melihat reaksi jujur Daniyal, bahkan Nirmala juga memberikan hadiah istimewa untuk keduanya sebagai kado pernikahan.


saat akan pulang, rekan bisnis yang di maksud Nirmala pun datang, dan mereka pun berpapasan.


Daniyal dan wanita itu terdiam berhadapan, Dinda pun kaget akan bertemu wanita yang selama ini mengisi hari-hari Daniyal.


"mas ...." panggil Dinda.


"ah maaf sayang, mari kita pulang," ajak Daniyal yang langsung tersenyum dan merangkul tubuh Dinda.


"kau mengenalnya?" tanya Burhan dingin.


"dia mantan kekasihku, dan telah berselingkuh dengan wanita itu," jawab Caca yang meneteskan air mata.


"perlu aku membereskannya?" tanya Burhan.


"tidak perlu, karena aku sudah tak ada hubungan apapun dengannya," jawab Caca menghapus air matanya.


"kalau begitu masuk, dan jangan pasang tampang sedih dan men-ji-jik-kan itu," bisik Burhan geram.


Caca pun masuk dengan pria yang menjadi calon suaminya itu, Caca sebenarnya enggan menikah dengan pria tua dan kasar itu.


tapi dia tak bisa menolak permintaan dari orang tuanya, jika tidak kakeknya akan terluka.

__ADS_1


sedang Burhan hanya mengikuti keinginan istrinya, yang ingin melihat Burhan menikah dengan wanita lain.


karena istri Burhan di diagnosa memiliki kanker stadium lanjut. dan umurnya tak akan sampai tiga bulan lagi.


__ADS_2