Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
pria tampan.


__ADS_3

Gabriel yang baru selesai berolahraga di belakang rumah yang kebetulan memang langsung sawah.


Gabriel sedang menunggu Husna yang masih belum pulang dari membeli susu, Gabriel pun memutuskan untuk berjalan mencari Husna.


tapi baru keluar pagar rumah para ibu-ibu sudah heboh melihat pria yang begitu tampan dengan badan yang kekar itu.


"permisi ibu-ibu, apa tau peternakan pak Ali di mana?" tanya Gabriel.


"lurus saja mas, setelah itu belok kiri seratus meter, di sana kok," jawab seorang ibu.


"terima kasih," jawab Gabriel tersenyum.


tapi saat akan pergi dia melihat Husna dari kejauhan, Gabriel pun berlari menghampiri istrinya itu.


"mas kamu disini? bukannya tunggu di rumah," kata Husna kaget.


"kamu kelamaan, aku sudah tak sanggup menunggu lagi," jawab Gabriel mengandeng tangan Husna.


"dasar kamu ini, yasudah ayo pulang, aku akan membuatkan sarapan yang kesiangan untuk kita," jawab Husna tertawa.


para ibu-ibu yang menggosipkan Husna sebelumnya pun kaget bukan main, pasalnya suami Husna adalah pria tampan yang bertanya barusan.


bahkan Gabriel terlihat begitu manja pada Husna, mereka pun masuk kerumah. sedang ibu ibu itu merasa bodoh.


"ya Allah gak kira, suami Husna pria tampan dan ramah tadi, aku kira tua karena kami bilang teman Simon," kata ibu pedagang sayur itu menunjuk seorang ibu


"ya mana aku tau, lah wong mereka aja langsung pergi tanpa ada pesta," bela ibu yang lain.

__ADS_1


"apa ibu mau kami berpesta setelah kehilangan kedua orang tua kami, Kalian bahkan akan menghina kami bukan, jadi jika menunggu waktu yang tepat untuk pesta, jangan khawatir sebentar lagi mereka berdua pasti akan melakukan resepsi kok," jawab Ella yang kebetulan ingin berbelanja malah mendengar perkataan para ibu-ibu yang menggosipkan Husna.


ibu-ibu itu pun diam setelah mendengar jawaban dari Ella,sedang Ella sudah membeli belanjaannya.


Ella pun pergi dari tempat itu, sampai di rumah Ella melihat suaminya sedang memasak malah kesal.


"sayang kenapa sih?" tanya Simon.


"aku kesal sama ibu-ibu itu, orang belum nikah jadi gunjingan, sudah nikah juga jadi gunjingan, apalagi kalau udah nikah lama seperti kita ini tapi belum di berikan momongan, habis jadi bahan gibah," kata Ella.


"sabar sayang, anak ayah sedang tumbuh kok di dalam sini, jadi bunda harus sabar," kata Simon.


"iya mas, maaf aku lupa hal itu," kata Ella


sedang di rumah sebelah, Husna sedang kerepotan karena Gabriel terus menempel padanya.


"tidak kok, aku ingin membantumu memasak," kata Gabriel.


"kamu tidak membantu sama sekali, tapi malah membuatku tidak bisa bergerak dengan memelukku begitu erat," jawab Husna.


"aku sedang ingin bermanja-manja dengan mu, ingi. sekali memakan mu saat ini," jawab Gabriel.


"kalau begitu makan dulu, baru istirahat lagi," kata Husna


kedua orang itu pun menikmati sarapan dalam satu piring, mereka hanya ingin lebih banyak menghabiskan waktu berdua.


apalagi setelah pulang nanti mereka pasti akan di repot kan dengan pekerjaan masing-masing, apalagi Daniel juga menjabat pimpinan perusahaan.

__ADS_1


begitupun Husna yang juga menjadi pengajar di yayasan milik keluarga Utomo.


setelah makan siang ternyata Simon menjemput Gabriel untuk menunjukkan beberapa perkebunan milik keluarga dari istri mereka.


Simon tau jika Gabriel pasti akan membantunya mengembangkan bisnis di kota ini, karena beberapa kali ada orang yang ingin membeli perkebunan itu.


Gabriel dan Simon pun mengendarai motor trail untuk sampai di perkebunan apel dan juga perkebunan buah naga itu.


saat Sampai tak mengira Gabriel melihat para pegawai yang terlihat kelelahan, karena luas perkebunan ini cukup besar.


"kenapa pak? kok terlihat begitu lelah," tanya Gabriel.


"iya juragan, beberapa orang keluar lagi, Krena ulah juragan Wisnu yang merekrut mereka dan memberikan imbalan?" kata pak Yono.


"padahal aku juga mengaji mereka di atas rata-rata, tapi mereka tergiur upah dan sembako yang di berikan," kata Simon.


"tapi bukannya kakak juga memberikan sembako meski tidak setiap hari, hanya sebulan sekali?" tanya Gabriel.


"iya juragan, padahal kalau di hitung lebih banyak juragan Simon yang memberikan sembako setiap bulan loh," kata pak Yono


"memang dia itu usahanya apa sih, kenapa kok ingin sekali memiliki perkebunan milik keluarga ini," tanya Gabriel.


"perkebunan teh dan juga jambu, dan yang aku tau dia sebenarnya ingin menikahi Husna karena beberapa kali melamarnya tapi selalu di tolak oleh Ella, karena Husna akan di jadikan istri ke tiga," jawab Simon.


"wah cari mati tuh orang, biar aku lihat seberapa kaya dia, berani mengusik keluarga ku, terutama wanita yang aku cintai," kata Gabriel.


"yang pasti lebih kaya dirimu, tanpa membawa keluarga Utomo, kmu sudah memiliki usaha besar sendiri, dan aku yakin dia bukan apa-apa bagi mu," kata Simon.

__ADS_1


"benar, dia belum tau siapa pria yang di ganggunya," kata Gabriel menahan marah.


__ADS_2