Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
rumah sakit.


__ADS_3

setelah selesai dengan Ronald, Daniel pun memutuskan untuk berkendara sesaat, dan tak di duga Daniel malah berhenti di rumah sakit.


aku tak menyangka jika aku berhenti di bangunan ini, aku sendiri binggung tapi hatiku meminta ku masuk.


aku pun memakai masker dan juga mengenakan penutup kepala sebelum masuk, aku melihat pengamanan rumah sakit ini begitu ketat.


aku pun mencoba masuk dari pintu yang lain, dan kebetulan pintu belakang memiliki celah, aku pun masuk dari sana.


aku berjalan di sepanjang koridor di sana, dan berhasil melihat pria yang dulu tak sempat aku bereskan.


ingin rasanya aku mendekat dan mencekiknya hingga dia tewas, tapi aku harus bisa mengendalikan diriku.


aku bersembunyi dan terkejut saat mendengar perkataan dari Ardi yang sedang menerima telpon.


"aku sudah bilang, temukan anak sial itu, kalau perlu bunuh dia, aku tak ingin putriku bisa menemuinya, karena aku tak ingin ada sisa apapun dari pria rendah itu."


aku marah mendengar perkataan kasar dan umpatannya pada almarhum ayah ku.


apa seburuk itu ayah ku hingga dia begitu membencinya dan ingin memisahkan ibuku dari ku.


aku memilih pergi dengan perasaan marah ku, aku memutuskan untuk pulang karena hanya Adelia yang saat ini aku butuhkan.


Daniel mengendarai motor nya begitu kencang, tak lama dia sampai di rumah, dan sayangnya dia melihat para anak buahnya sudah terluka.


Daniel memakirkan motornya dan menghampiri pria yang berani menyatroni rumah nya saat ini.


"apa yang kau inginkan, dan apa kepentingan mu datang kemari," tanya Daniel dengan suara dingin.


"aku hanya ingin melaksanakan tugasku, menjemput ibu Andini dan membawanya pulang," jawab nya.


"maka kau harus mati saat berani menyentuh eyang Andini seujung rambut saja," ancam Daniel dengan tatapan membunuh.


"kita lihat saja siapa yang akan mati," kata pria itu sambil tersenyum mengejek.


"lelaki bodoh," kata Daniel sambil menyeringai.


pria itu menyerang Daniel, tapi Daniel sudah mengeluarkan pisaunya dan langsung menikam pria itu hingga berkali-kali.


pria itu pun akhirnya mati karena tikaman dari Daniel, pria itu terkapar di aspal.

__ADS_1


"kalian bereskan mayat itu, jadikan makanan peliharaan ku, dan jangan meninggalkan jejak sedikit pun," kata Daniel yang melepas jaket dan membuang ke arah muat pria itu.


"baik bos," jawab anak buah Daniel.


"dasar bodoh, kalian datang tanpa persiapan yang matang, dan aku tak akan membiarkan rencana buruk mu berhasil," kata Daniel melempar pisau ke arah semak-semak.


"periksa dan bereskan merek berdua," kata Daniel.


anak buah Daniel mengangguk, dan tak menyangka Daniel bisa memprediksi ada orang yang merekam video kejadian tadi.


mereka semua tau jika Daniel bukan orang yang bisa memaafkan kesalahan sedikit apapun.


anak bah Daniel memusnahkan semua bukti tentang kejadian yang baru terjadi, sedang Daniel masuk ke dalam rumah dan langsung memilih mandi.


saat mandi Daniel merasakan pelukan dari seseorang, Daniel berbalik dan melihat Adelia yang menatapnya.


"kau sudah tau Hem, siapa suamimu," kata Daniel.


"aku tau, dan kamu melakukan ini demi melindungi ku dan eyang," kata Adelia memeluk Daniel.


"Adelia, kamu tak menyesal punya suami seperti ku?" tanya Daniel.


mereka pun langsung memadu kasih di bawah guyuran shower, setelah selesai Adelia sedang mengeringkan rambutnya.


"ngomong-ngomong eyang tadi tak terganggu sayang, karena kami begitu berisik, tanya Daniel yang membantu mengeringkan rambut Adelia.


"tidak dong, eyang begitu nyenyak karena aku tadi memberikan eyang obat tidur," jawab Adelia tersenyum.


"kenapa?" tanya Daniel binggung.


"karena aku yakin orang suruhan om Yusuf pasti akan membuat onar, jadi aku memilih memberikan obat saja pada eyang," kata Adelia.


"kamu ini, sekarang kamu tidur bersama Oma, biar aku juga tidur di sofa di ruangan itu, karena aku ingin menjaga kalian," kata Daniel mengandeng Adelia.


Daniel pun ikut tidur di dalam kamar, dia sedang memeriksa laporan Ronald dan mengawasi dua wanita yang sudah terlelap.


Daniel baru tidur pukul tiga dini hari, sedang rumah di jaga ketat oleh anak buah Daniel dan Ronald selama eyang di Surabaya.


pagi pun datang, dan Daniel menjadi orang pertama yang bangun meski sedikit kesiangan.

__ADS_1


Daniel langsung menyiapkan semua sarapan untuk mereka bertiga, kemudian Adelia turun ke bawah bersama eyang.


Bu Andini tersenyum melihat Daniel yang sudah selesai menyiapkan sarapan, Bu Andini bahkan begitu bahagia melihat sikap Daniel pada Adelia.


"pagi eyang, sayang," kata Daniel sambil mencium pipi Adelia.


"pagi suamiku tercinta, oh ya seperti nya kami akan ke makam untuk ziarah, apa suamiku ini bisa mengantar?" tanya Adelia.


"tentu, aku sudah meminta izin tadi pada om Adjie untuk bisa menemani kalian berdua," kata Daniel.


"baiklah eyang senang kalau cucu menantu eyang ini juga bisa mengantar dan ziarah bersama," kata eyang Andini.


ya meski sudah tak muda tapi eyang msih memperlihatkan kecantikan dan juga wibawa yang begitu kuat.


selesai sarapan mereka pun langsung bersiap untuk pergi ke makam kelurga Wijaya.


sedang di Samarinda, Gabriel tengah tersenyum menyeringai di depan semua pegawai dan juga kepala setiap devisi.


"bagaimana, masih tidak ada yang mengaku, baiklah jangan salahkan saya jika berbuat lebih buruk," kata Gabriel.


"apa maksud anda tuan?" tanya salah satu petinggi di perusahaan.


"aku sudah menyelidiki makin semua, dan ku tau keluarga kalian, bahkan aku bisa membuat keluarga kalian celaka karena kebodohan kalian, jadi masih mau bungkam," kata Gabriel menatap tajam.


semua orang masih diam membisu, Gabriel memanggil Morgan untuk mendekat ke arahnya.


"Morgan, kamu memiliki semua kelurga para koruptor, dan buat mereka mengalami kecelakaan, mudah kan," perintah Gabriel.


"baik tuan," jawab Morgan.


Morgan pun memberi hormat dan akan pergi, Gabriel masih melihat para pria yang mulai panik dan ketakutan.


mereka mencoba menelpon dan menghubungi para keluarganya tapi tak bisa karena sibuk dan jaringan.


"tak perlu repot tuan-tuan, karena kalian tak kan bisa menghubungi mereka semua, jaringan di sini sudah di netral kan jadi ponsel kalian tak berguna," kata Gabriel tersenyum penuh kemenangan.


"maaf tuan muda, saya mengaku jika saya melakukan hal kotor dengan menyeleweng kan miliyaran dana untuk proyek, dan mengunakan kekuasaan untuk memperkaya diri," kata seseorang yang memohon di samping kursi Gabriel.


"baiklah, sekarang akui semuanya di depan polisi, dan karena kamu orang pertama maka aku akan meminta hukuman tanpa penyitaan atas rumah dan mobil yang di gunakan oleh keluargamu, tapi yang lain harus kembali pada perusahaan," kata Gabriel.

__ADS_1


"baik tuan muda, saya akan mengakuip semuanya di depan polisi," jawab pria itu yang sudah di bawa pergi oleh satpam perusahaan Utomo.


__ADS_2