Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
salah pilih lawan.


__ADS_3

Simon dan Gabriel pun masih di kebun apel itu, dan tak lama seorang pria dengan gaya slengean itu datang.


Wisnu datang dengan percaya diri, sedang Gabriel yang sedang membantu panen tak mengira akan melihat pria yang ingin menjadikan istrinya itu yang ketiga.


"wah... tak mengira aku melihat Simon di sini, eh ada pegawai baru, kamu mau bekerja di tempatku, gajinya dua kali lipat, dan nanti aku juga akan memberikan sembako," rayu juragan Wisnu pada Gabriel.


"Anda bicara pada saya?" tanya Gabriel.


"tentu, kamu adalah pegawai baru kan, pasti bukan orang sini karena orang di sini sudah tak ada yang mau bekerja di tempat Simon," kata juragan Wisnu mengejek.


"berani bayar berapa anda, seratus juta sebulan," kata Gabriel.


"kau gila, itu pemerasan," kata juragan Wisnu.


"wah sayang sekali, uang belanja istriku saja dua ratus juta sebulan, jika Anda tak bisa lebih baik saya tetap bekerja di sini bukan," jawab Gabriel.


"dasar wong edan," kata juragan Wisnu.


tiba-tiba ponsel Gabriel berbunyi ternyata Husna mencarinya, "hallo sayang ada apa?" tanya Gabriel.

__ADS_1


"sekertaris mas datang, apa aku harus memintanya ke kebun apel atau buah naga?" tanya Husna.


"minta dia melacak GPS ku, aku sedang di kebun apel," jawab Gabriel.


"siap mas, sekalian aku menitipkan cemilan dan minuman kepadanya ya," kata Husna.


"baiklah," jawab Gabriel sebelum menutup telpon.


Sagara pun menuju ke kebun apel milik keluarga Husna, dan yang membuat lucu pria itu mengunakan setelah jas rapi.


saat sampai juragan Wisnu terperanjat melihat mobil mewah dan juga pria dengan setelan mewah itu.


"maaf saya ingin bertemu dengan bos saya, selamat siang tuan muda," sapa Sagara saat melihat Gabriel.


"siang Sagara, apa yang ingin kau laporkan," kata Gabriel mendekati asistennya itu.


"kita sudah berhasil mengakuisisi beberapa usaha kecil di kota ini bos, dan kita bisa membuat mereka menjadi supplier kita, dan juga perusahaan minuman Guntoro juga sudah berhasil di akuisisi dengan saham mayoritas milik anda," jawab Sagara.


"kamu memang asisten yang berbakat, dan apa istriku menitipkan sesuatu?" tanya Gabriel.

__ADS_1


"iya tuan muda, nyonya muda Husna menitipkannya makanan pada saya," kata Sagara.


"Husna?" tanya juragan Wisnu.


"iya juragan Wisnu, sayangnya Husna sudah menjadi nyonya muda di keluarga Utomo, dan pria yang kau anggap pegawai kasar adalah suaminya, seorang pemimpin perusahaan Utomo, dan juga pemilik perusahaan besar GHK GROUP," jawab Simon.


"apa!" terkejut setengah mati.


"sudahlah, aku mau makan, dan lepaskan jas mu itu,kamu seperti CEO yang main di kebun, kan gak elok di lihat," kata Gabriel duduk di sebuah saung untuk istirahat.


"jadi juragan Wisnu, berhenti menganggu kami, atau aku yang mantan preman bisa membuatmu lumpuh selamanya, dan adik iparku itu bisa membuatmu miskin tujuh turunan," ancam Simon.


"kita lihat saja nanti," kata juragan itu pergi.


juragan Wisnu pun pergi dengan rasa malu, tapi Gabriel tak akan semudah itu melepaskan musuhnya.


"Sagara, buat pria itu jadi miskin, rebut semua kebun miliknya, kamu tau permainan monopoli kan," kata Gabriel saat menikmati pisang goreng buatan Husna.


"baik tuan muda, aku akan melakukannya dengan mulus tanpa ada yang menyadari hal itu," kata Sagara

__ADS_1


__ADS_2