Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
menuntut balas.


__ADS_3

Daniel dan semua orang sampai di rumah, tapi Adelia mendapat pesan dari sang eyang Andini yang sedang berkunjung ke Surabaya.


"sayang, eyang Andini sedang di Surabaya, dan dia ingin menghabiskan waktu bersama ku malam ini, apa kamu tak keberatan?" tanya Adelia.


"kalau begitu kita pulang saja, ibu ayah kami pulang ya," pamit Daniel.


"baiklah Daniel, hati-hati di jalan," kata keduanya.


"baiklah ibu dan ayah kami pulang dulu," kata Adelia yang berpelukan dengan Bu Lestari.


keduanya kembali menuju rumah mereka, benar saja saat sampai mereka bisa melihat Bu Andini yang sudah ada di sana.


Daniel menghentikan mobil mereka dan langsung menyambut Bu Andini, "maaf eyang kami lama," kata Daniel dengan sopan.


"aduh tidak apa-apa, eyang saja yang datang tak memberikan kabar, ayo masuk yuk, eyang udah kangen sama Adelia," kata Bu Andini.


Daniel pun membawa tas milik Bu Andini masuk ke dalam rumah, Daniel meminta sopir itu untuk pulang.


"maaf tuan ini perintah tuan Yusuf, saya tak boleh meninggalkan nyonya Andini," jawab supir itu pada Daniel.


"pergi atau kau akan merasakan kemarahan ku, ingat aku bisa melakukan apapun padamu, jadi tinggalkan rumah ku sekarang!" bentak Daniel.


"baik tuan muda," jawab supir itu ketakutan, dan langsung meninggalkan rumah Daniel.


Daniel sudah tau segalanya dari Gabriel tentang masalah Bu Andini, ya Gabriel dan Daniel sedang menyelidiki Yusuf.


bukan apa-apa, pasalnya Bu Andini terlalu percaya pada Yusuf, dan beberapa aset sudah berhasil di jual oleh Yusuf.


"Daniel kenapa supirnya kamu suruh pulang nak?" tanya Bu Andini.


"selama eyang di sini, biar Daniel dan Adelia yang mengantar eyang kemana pun, lagi pula Daniel bisa melindungi eyang dan Adelia, jadi eyang tak perlu khawatir," kata Daniel.


"baiklah eyang menutut saja, Adelia malam ini tidur bareng eyang ya, mas masih ada urusan, kemungkinan pulang tengah malam," pamit Daniel.


"mas mu kemana? eyang ada di sini,"kata Adelia menahan Daniel.

__ADS_1


"ini urusan bar Adelia, oh ya di luar ada anak buah mas yang menjaga rumah, jadi kalian aman di dalam," kata Daniel.


"baiklah, dan jangan genit di sana," kata Adelia.


"suamimu ini hanya genit dan mesum sama istri cantikku ini, kalau begitu mas pergi dan eyang, Daniel pamit," kata Daniel.


"iya Daniel," jawab Bu Andini.


Daniel pun pergi mengunakan sepeda motor miliknya, sedang Adelia ke dapur dan membuatkan teh hangat untuk sang eyang.


"eyang mau teh susu atau jahe susu?" tanya Adelia.


"jahe susu boleh Adelia," jawab Bu Andini.


"oh ya eyang, kemarin kak Gabriel bilang akan mengunjungi eyang di Jombang, karena ada urusan di sana," kata Adelia.


"eyang tau Adelia, bahkan Gabriel juga mengatakan jika hidup eyang dalam bahaya," tambah Bu Andini.


Adelia langsung berbalik dan melihat kearah sang eyang, "maksudnya eyang, siapa yang ingin melukai eyang," kata Adelia.


"mereka tak mengatakan apapun padaku," jawab Adelia dengan muka masam.


"Adelia, kakak dan suamimu yang terus melindungi keluarga Wijaya terutama kamu, bahkan suamimu rela menyerahkan hidupnya, apa kamu tau dia bahkan terus menekan Rafa agar tak bisa mendekat kearah mu, dia yang membuat Rafa tak bisa berkutik saat ini," jawab eyang Andini.


"aku tahu itu eyang, bahkan aku sering melihatnya kerja hingga malam, hanya untuk memastikan saham perusahaan ku tak anjlok, dan kak Gabriel bahkan harus mengawasi dua perusahaan saat ini," jawab Adelia.


"itulah sayang, kamu harus jadi istri dan adik yang baik, kamu juga harus kuat untuk kedua pria yang tulus melindungi mu," kata eyang Andini.


Adelia mengangguk, setelah selesai mereka pun memutuskan untuk tidur.


sedang di club, Daniel sudah di tunggu Ronald dengan senyuman pria itu.


"akhirnya datang juga loe bro," kata Ronald.


"pasti, bagaimana pekerjaan yang aku berikan kemarin," tanya Daniel.

__ADS_1


"beres bro, gue udah berhasil beli semua saham perusahaan istri loe, oh ya dan juga gue berhasil menipu pria kampung itu, ha-ha-ha," tawa Ronald mengema di ruang VIP club' itu.


"bagus, loe emang sahabat terbaik, dan juga penipu paling cerdik, sekarang gue pingin tau bajing*n itu kelabakan," kata Daniel menyeringai.


"gila bener loe, terlalu sadis bro," kata Ronald.


"siapa suruh berani berurusan sama gue, jadi kalau hancur ya itu konsekuensi nya," jawab Daniel.


"eh minum dulu, oh ya gue juga punya berita baik nih," kata Ronald lagi.


"berita apaan, jangan bikin penasaran Napa sih," kata Daniel sambil meminum soda dingin miliknya.


"kemarin gue dapet info, jika Ratih masuk rumah sakit karena pendarahan di kepala, dari info anak buah gue, dia di serang orang bertopeng saat di rumahnya," kata Ronald meminum Vodka.


"biarin, itu pantas buat wanita kejam macam dia, jika bukan karena Adelia dan ibu mertua gue, udah gue beresin dari dulu," jawab Daniel.


"tapi gue heran sana loe, kenapa loe gak beresin, bukannya nyawa di balas nyawa kan, itu ajaran guru besar kan," kata Ronald.


"bukan gue yang akan bunuh dia, tapi ada seseorang yang sedang di Persiapkan untuk itu, dan dia lebih pantas untuk membalas nyawa itu," kata Daniel.


"wih gila nih, gila bener, sadis bro," kata Ronald yang tertawa.


sedang di Samarinda Gabriel baru selesai menyiapkan semua berkas untuk memberantas semua pegawai korup di perusahaan milik keluarga Utomo.


ya Gabriel sekarang menegang jabatan pimpinan di perusahaan Utomo, sedang kekuasaan penuh masih di pegang oleh pak Jaya.


"kita lihat besok, kalian semua akan beres tanpa sisa, dan aku akan membereskan nya sendiri dengan tangan ku," gumam Gabriel sambil melihat langit malam.


Gabriel meminta semua anak buahnya mengawasi keluarga dari para pegawainya yang korup.


Gabriel tak akan membiarkan semuanya lolos, bahkan Gabriel berhasil mengumpulkan bukti yang tak bisa di sangkal.


dua pria dengan dua kepribadian sedang tersenyum merancang gerakan untik menghancurkan musuh mereka.


demi melindungi orang yang di cintai, dan juga keluarga, mereka bahkan siap untuk melawan siapapun yang berani menyakiti wanitanya.

__ADS_1


kedua kekuatan pria itu adalah Puri Cantika Anggara dan juga Adelia Sastrawinata.


__ADS_2