
semua musuh sudah beres, Daniel meminta pengawal membereskan sisanya yang hidup.
Husna melihat Gabriel kesal, begitu pun dengan Adelia. saat suami mereka mendekat, bukan pelukan tapi pisau yang menyambut mereka.
"kalian tak ingin jadi dua korban selanjutnya bukan, jadi jangan bertingkah," kata Adelia.
Husna memicingkan matanya saat melihat Gabriel yang memohon dengan raut wajahnya, "dasar..." gumam Husna yang langsung memeluk suaminya.
akhirnya mereka pun masuk dan berbincang sebentar sebelum pergi, dan Adelia harus berkunjung ke rumah ku ciri karena mereka sudah terlalu lama tak kerumah itu.
(cerita ini berkesinambungan dengan Aku bukan pelakor season 2 ya).
Gabriel, Daniel, Adelia dan Husna sudah sampai di rumah itu, rumah yang tak berubah.
ternyata JK yang menyambut mereka, pria kecil itu kini sudah menjelma menjadi pria yang tampan.
ternyata semua orang sudah berkumpul, dan semua orang bahagia melihat mereka.
bahkan Bu Desi terus memeluk Husna, karena pernikahan Gabriel yang mendadak serta Husna yang belum sempat berkunjung.
membuat Bu Desi begitu bahagia melihat cucu menantunya, begitupun Billa dan Adjie yang sedang mengendong bayi Al.
sedang Namira berbincang dengan Adelia, dan kedua saudara kembar yang terus menganggu Daniel dan Gabriel yang bersama pak Kuncoro.
__ADS_1
"Adelia, kapan bunda kalian kemari, mentang-mentang sudah jadi orang Samarinda, dia lupa pulang," kata Namira
"mungkin lusa mami, ya karena papa terlalu sibuk," jawab Adelia.
"sayang, ikut aku ke suatu tempat yuk, kita belum ke sana, dan aku sudah merindukannya," ajak Gabriel.
"baiklah mas," jawab Husna.
"pakai motor pipi saja, dan biar mobilmu di sini," kata Adjie.
"siap pi, ayo dek," kata Gabriel mengandeng Husna.
keduanya pun menuju ke sebuah pemakaman umum, tapi sebelum itu Gabriel berhenti di sebuah toko bunga.
"ayah aku datang, perkenalkan istriku, dia pilihan bunda, dan aku mencintainya, seperti halnya ayah, aku juga ingin bersamanya sampai maut memisahkan kami," kata Gabriel berjongkok di samping makam Reino.
"assalamualaikum ayah, terima kasih sudah mengirimkan suami seperti mas Gabriel, dan aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuknya," kata Husna menaburkan bunga.
Gabriel bahkan mulai terisak, dia kembali teringat bagaimana kebersamaannya bersama Reino.
dan bagaimana dia harus menjadi pelindung Adelia kecil yang merindukan sosok sang ayah.
Husna pun memeluk Gabriel dan memenangkannya. "aku tau perasaan mas," kata Husna.
__ADS_1
"maaf kamu harus melihat sisi lemah ku, aku tak selamanya kuat Husna, aku kadang juga rapuh," kata Gabriel yang makin terisak.
"iya mas, kita doakan ayah ya, semoga di tempatkan bersama orang beriman," kata Husna.
Gabriel pun mengangguk dan mulai memimpin doa, dia pun juga mengenalkan siapa saja yang di makamkan di sana.
setelah itu mereka pun mencuci kaki di tempat yang sudah di sediakan sebelum pergi, dan Gabriel ingin mengajak Husna berkeliling.
mereka kini berada di sebuah mall, dan Gabriel mengajak Husna berkeliling untuk mencari hadiah untuk pertunangan Puri dan Arjuna.
"sayang, boleh aku bertanya, kenapa kamu berani melawan orang tadi, padahal tubuh mu kecil," tanya Gabriel.
"aku remaja memang penakut mas, tapi saat kak Ella menikah dengan Kak Simon, dunia ku berubah, dia sering berlatih dan mengajarkan semua ilmu tentang melumpuhkan musuh," jawab Husna.
"benarkah, tapi jangn melumpuhkan ku ya, karena aku tak ingin mati konyol," kata Gabriel menggoda istrinya.
"aku tak janji, jika kmu nakal maka aku akan bisa membunuhmu tanpa jejak," kata Husna.
"sadis nya," kata Gabriel memeluk Husna.
Gabriel pun bahkan tak peduli di tempt umum karena dia hanya ingin menikmati waktu bersama istrinya.
bahkan beberapa orang melihat kemesraan dari Gabriel dan Husna juga iri, sedang di rumah Daniel.
__ADS_1
Adelia sedang menghukum sang suami untuk push up seratus kali karena meninggalkan dirinya tanpa pesan.