
rumah kediaman Yusman begitu ramai pelayat pagi itu, ya Abimanyu akan di makamkan siang itu.
pagi itu Siena mengganti kan Wisnu untuk beberapa hari kedepan, Siena sudah sampai di rumah keluarga Sastrawinata.
"selamat pagi bos," sapa Siena
Adelia melihat penampilan Siena yang begitu tomboy, dan mempersilahkan masuk ke dalam.
"Siena, pagi ini sudah mengerti jadwal ku kan?" tanya Adelia.
"sudah bos, kemarin Wisnu sudah memberi tahu pada saya," jawab Siena.
"baiklah, pertama kura harus melayat kekediaman Yusman baru ke kantor," kata Adelia.
"baik bos," jawab Siena.
Adelia tak mempermasalahkan jika Siena untuk sementara mengantikan Wisnu, tapi Adelia masih penasaran dengan kepergian Wisnu yang me dadak.
Siena mengemudi kan mobil menuju kediaman Yusman, disana terlihat sudah ramai oleh pelayat.
Adelia langsung menghampiri Kania dan mengucapkan belasungkawa, tapi Rio terus menatap ke arah Adelia.
"ada apa om?" tanya Arjuna.
"Adelia bersama siapa? apakah kau mengenalnya?" tanya Rio.
"tidak om, yang aku tau asisten Adelia hanya dua orang, Wisnu dan Ike," jawab Arjuna.
Arjuna sudah mengikhlaskan kepergian dari saudaranya itu, Arjuna kini harus menguatkan kedua orang tuanya.
Adelia pun pamit pada keluarga Bhara karena harus pergi karena ada rapat penting.
Adelia pun menghampiri Arjuna yang sedang bersama Rio, sedang Siena tersenyum ke arah Rio yang terus menatap nya.
"Arjuna aku turut berduka cita atas meninggalnya Abimanyu ya," kata Adelia bersalaman dengan Arjuna.
"iya Adelia, dan mohon maaf atas semua perbuatan buruk Abimanyu padamu ya," kata Arjuna.
"iya aku sudah memaafkan dirinya," kata Adelia.
"maaf om Rio kenapa lihatin Siena sampai segitunya?" tanya Siena.
"kamu Siena," kaget Rio.
"iya om, lama tidak bertemu," kata Siena memeluk Rio.
"kamu pulang ke Indonesia, bukankah kamu sekarang tinggal di Singapura?" tanya Rio.
"aku pulang demi sahabatku om, oh ya aku sekarang menjadi asisten bos Adelia," kata Siena.
Rio menyadari sesuatu, tak ada yang bisa memaksa seorang Siena selain Daniel, "oh ya ngomong-ngomong dimana Wisnu?" tanya Rio.
"dia sedang izin cuti, dan inilah mengapa Siena mengantikan asisten ku itu," jawab Adelia.
"baiklah kalau begitu kami pamit, mari bos karena ini sudah terlalu mepet," kata Siena.
keduanya pun pamit, Rio makin yakin jika ada sesuatu yang salah.
"ada apa om?" tanya Arjuna.
"sepertinya dia kembali untuk menghukum semua orang Arjuna, terutama yang melukai istrinya," kata Rio.
"Daniel, bukankah dia sudah mati," jawab Arjuna.
__ADS_1
"aku tak yakin, tapi Abimanyu terlalu sering melecehkan Adelia, dan mungkin saat dua sedang berada di Jakarta untuk menemui kakeknya," kata Rio.
"tapi jika om belum yakin, kenapa bisa mengatakan itu," bantah Arjuna yang masih tak percaya.
"karena hanya dia yang bisa memaksa seorang Siena dan Simon kembali ke dunia gelap yang telah mereka tinggalkan," kata Rio.
Arjuna merasa tak percaya mendengar pendapat dari Rio, tapi jika benar itu mungkin karena hanya danirl yang bisa melakukan segalanya dengan rapi.
mobil yang di kemudikan oleh Siena memasuki area perusahaan, Adelia turun dengan di ikuti oleh Siena.
saat sampai di ruangannya, Adelia terkejut melihat begitu banyak bunga lili dan juga mawar.
bahkan ruangan kantor miliknya hampir penuh, "Ike apa ini?" tanya Adelia.
"ini ada seorang kurir yang mengantar semua bunga, dan di tujukan untuk bos," jawab Ike.
Adelia pun menuju mejanya dan menemukan sebuah surat ucapan, Adelia pun membacanya dan tak percaya.
"ada apa bos," tanya Siena.
"dua masih hidup Siena, bahkan dia ingat hari ini tepat enam tahun kami bersama," kata Adelia terduduk di kursi miliknya sambil menangis.
Siena melihat surat ucapan itu, dan tersenyum karena di surat itu dia akan kembali saat segalanya selesai.
"nona tenangkan dirimu, kalau begitu anda bisa menunggu nya," kata Siena.
"ya kamu benar," jawab Adelia.
sedang di Jakarta seorang pria masih mengawasi sebuah rumah mewah di perumahan elit.
"kalian tak mungkin selamanya bersembunyi kan," gumam pria itu.
tak di duga Al keluar bersama dengan Andhara dan bersiap ke kantor, sedang terlihat Ardi sedang duduk di kursi roda.
pria itu memberikan paket kepada satpam, "ada paket untuk Ardinata," katanya.
"iya biar saya yang terima, terima kasih," jawab sang satpam.
pria itu pun pergi mengunakan motornya dan bergegas menemui seseorang yang juga penting.
apalagi pria itu yang membantunya mengembangkan usaha miliknya hingga bisa sukses di luar negri.
"maaf tuan sepuh, ada paket untuk anda," kata satpam memberikan paket itu.
"dari siapa?" tanya Ardi.
"entah tuan, ini tadi di antar oleh seorang kurir," jawab satpam itu.
Ardi pun tanpa curiga membukanya, saat melihat isinya Ardi kaget dan mendapatkan serangan jantung.
Kirana panik dan meminta supir mengantar mereka ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Ardi terkena stroke.
motor itu masuk kesebuah rumah yang cukup luas, dan sudah di sambut oleh seseorang dengan semringah.
"selamat datang temanku, Daniel..." kata pria itu menyambut Daniel di rumahnya.
Wisnu pun tersenyum dan menghampiri temannya itu dan memeluknya.
"sudah ku bilang panggil aku Wisnu, dan apa permintaan ku sudah siap?" tanya Wisnu.
"tentu, aku sudah mendapatkan keinginanmu itu, meski tak murah teman, tapi itu sepadan dengan keindahannya," jawab Farhan.
"ternyata tak salah aku berbisnis dengan mu tuan Abdullah Farhan Al Fath," jawab Wisnu.
__ADS_1
"tentu, aku putra Abdullah Al Waleed, tak pernah mengecewakan," jawab Farhan tertawa.
sebuah jet pribadi sudah di siapkan dan menunggu kedatangan semua orang, Adelia dan keluarga Sastrawinata sudah sampai di bandara Juanda dan di sambut oleh Della (asisten Farhan).
mereka pun di persilahkan untuk naik ke jet pribadi, saat di sana Adelia masih binggung dengan yang terjadi.
ya tadi saat pulang kerja Adelia langsung di bawa Siena ke ruang tunggu bandara, dan ternyata juga bersama seluruh keluarga Sastrawinata.
tak ada yang tau, tapi pak Agung membuat mereka tenang dan percaya tak akan terjadi apapun pada mereka.
pesawat itu menuju ke luar Indonesia, dan mendarat disebuah pulau di tengah laut, terlihat pulau itu begitu sepi.
"mari semuanya, kendaraan kita sudah menunggu," kata Della.
mereka semua di bawa ke sebuah vila mewah, saat masuk mereka melihat sebuah foto keluarga mereka begitu besar.
"Bu bos, seseorang menunggu mu di pantai, bisakah anda mengikuti ku," kata Siena.
"tentu," jawab Adelia yang berjalan bersama Siena.
mereka menyusuri jalan setapak, saat sampai di pantai Adelia melihat seorang pria yang begitu ia cintai sedang berdiri di sana.
Daniel pun berbalik dan tersenyum ke arah Adelia, Daniel mengulurkan tangannya pada Adelia.
melihat itu Adelia berlari begitupun Daniel, mereka pun langsung berpelukan dengan erat.
"ini benar kamu honey, kamu tak meninggalkan kami," kata Adelia masih tak percaya.
"iya sayang, ini Daniel suamimu, aku di depan mu, mana bisa aku meninggalkan istri dan anak kita yang begitu aku cintai," kata Daniel.
"tapi peti itu," kata Adelia yang melihat kearah Daniel.
"mayat orang lain, aku dan Gabriel menukarnya dengan mayat orang tak di kenal, lagi pula racun yang di gunakan oleh Rafa tak berpengaruh apapun pada Daniel," kata pak Agung.
"tapi kenapa kalian tega," kata Adelia.
"untik menghindari hukum yang memihak Adelia, asal kamu tau aku di nyatakan bersalah padahal aku hanya melindungi eyang dan diriku," kata Daniel.
"tapi kamu di mana selama ini, aku kesepian," kata Adelia sudah menangis menjadi.
"aku selalu di sisimu, bahkan aku menemanimu saat kamu di kantor, di taman dan saat kamu tidur," kata Daniel.
"ayolah bung, kau membuat nya binggung, Wisnu," kata Siena.
"berarti selama ini kamu-" kata Adelia.
"iya aku menyamar sebagai asisten mu, Wisnu," kata Daniel.
malam itu Adelia sudah bersama cinta sejatinya, dan Gabriel juga mengizinkan Adelia ikut Daniel tinggal di pulau milik mereka.
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
ini kisah Adelia dan Daniel sudah selesai, kini kita pindah kisah cinta yang lainnya, dan mereka akan menjadi pemanis saja....
__ADS_1
terus dukung author ya semuanya....ππππ