Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
apa benar dia Husna.


__ADS_3

hari ini pesta pertunangan dari Arjuna dan juga Puri, semua orang sudah bersama untuk menikmati waktu setelah acara yang melelahkan.


Husna hanya melihat suaminya dari jauh, karena di tak ingin ikut permainan bodoh yang sedang mereka mainkan.


tapi husna pun tak tega dan mengambilkan minuman untuk semua orang, tapi sayangnya Gabriel menarik tangannya dan dia pun terjatuh di pangkuan Gabriel.


"hentikan, ini di tempat umum tuan,"bisik Husna.


"kamu kalah kak, belikan tiket ke Korea Selatan," kata Adelia.


"hei nona muda kamu curang," kata Gabriel yang melepaskan Husna.


permainan berjalan, dan pertanyaan dari Daniel melukai Husna, "maaf aku merasa kurang enak badan, aku akan berkumpul dengan bunda dan yang lain, silahkan kalian lanjutkan saja," kata Husna pergi.


"aku tak mengharapkan ini dari mu Daniel," kata Gabriel melempar kartu miliknya.


"silahkan habiskan, dan jangan pernah membuat istriku terluka lagi, atau aku akan membuat kalian terkapar," kata Gabriel sebelum pergi.


Daniel pun tertawa mendengar ancaman dari Gabriel, dia tau jik itu pasti terjadi dan benar, Gabriel marah.


"kau membangunkan singa tidur Daniel," kata Arjuna.


"biarkan saja, dan lihatlah bahkan dia sekarang sudah bucin pada istrinya bukan," kata Daniel tertawa.


Husna memilih keluar dari tempat acara, tapi saat berjalan di taman, dia di hampiri oleh Billy.


"apa ada masalah Husna, tadi aku melihatmu pergi meninggalkan semua orang?" tanya Billy.


"tidak, hanya ingin menikmati waktu malam ini, sedang papa pasti habis merokok bukan," tebak Husna.


"bisakah kamu merahasiakan ini, atau bunda mu bisa membunuhku," kata Billy tertawa.

__ADS_1


"sayang jamu disini, ya Tuhan aku mencarimu kemana-mana," kata Gabriel yang melihat Husna berdiri bersama Billy.


Gabriel langsung melepaskan jas yang di gunakan dan memakaikannya pada Husna, dan memeluknya.


"baiklah, papa pergi, karena tak mau merusak hari kebahagiaan kalian," kata Billy pergi.


"pa, mulailah berhenti merokok, atau kamu bisa mati muda," kata Gabriel.


"dasar anak tak tau diri, kenapa mendoakan papa mu mati muda, kamu mau bunda pun jadi janda muda lagi," kata Billy kesal


"lebih baik, dari pada kamu terus mencuri-curi merokok seperti ini," saut Bella yang memergoki Billy dan kedua anaknya.


"bunda seret suamimu ini, dia ingin menggoda istriku," kata Gabriel.


"hah.. Gabriel jangan kurang ajar ya, sayang jangan dengarkan ucapan gila putra mu, ah dia menyebalkan," kata Billy membela diri


"aku tau itu mas, aku selalu tau jika Gabriel memang seperti itu," jawab Bella.


"bunda kami pamit, ingin bermesraan berdua, dan jangan mencariku dan istriku," kata Gabriel.


kini Gabriel mengandeng tangan istrinya erat, mereka pun mengelilingi kota Surabaya pada malam hari.


mobil Gabriel berhenti di sebuah hotel mewah, Gabriel mengambil tas miliknya, dan mengandeng Husna masuk kedalam hotel.


"selamat datang tuan, apa ada yang bisa di bantu?" tanya resepsionis.


"tolong satu kamar presidential suite," kata Gabriel.


"tapi maaf, apa kalian pasangan suami istri?" tanya resepsionis.


"iya, ini buku nikah kami," jawab Husna

__ADS_1


"kebetulan ada layanan untuk honeymoon tuan, apa mau mengambilnya?" tanya resepsionis itu.


"boleh," jawab Gabriel.


mereka pun di bawa ke kamar presidential suite yang sudah di sulap sebagai kamar bulan madu.


bahkan di dalam kamar sudah di hias begitu romantis, dengan anggur dan juga kelopak bunga mawar.


"lihatlah, bahkan mereka saja tau jika kita ingin bulan madu," kata Gabriel sudah memeluk tubuh Husna erat.


"mas tadi pagi kamu sudah membuatku kesiangan, apa masih mau melakukannya lagi," kata Husna mencoba melepaskan diri dari Gabriel.


"tentu, kalau tidak kenapa harus ke hotel, aku hanya tak ingin kegiatan kita terganggu, terutama Adelia dan Daniel keduanya menyebalkan," kata Gabriel.


"baiklah, tapi biarkan aku untuk mandi dulu, tubuhku bau dan lengket," kata Husna.


"oh ya pakailah pakaian yang ada di tas ini, dan bersihkan gamis mu besok agar bisa di gunakan lagi," kata Gabriel.


"tentu," jawab Husna.


Gabriel sudah melepaskan bajunya dan memilih bertelanjang dada sambil menikmati suasana malam.


tak butuh waktu lama untuk Husna keluar dari kamar mandi, Gabriel pun tersenyum melihat Husna yang keluar dengan lingerie yang begitu seksi.


"kamu menggodaku sayang," kata Gabriel.


"menggoda suami sendiri tak dosa mas," kata Husna tersenyum sambil menyentuh dada bidang Gabriel.


Gabriel langsung menerkam Husna, malam ini keduanya merengkuh madu pernikahan yang begitu memabukkan.


bahkan suara keduanya saling bersautan, Husna yang tak pernah bisa melawan dengan sentuhan lembut Gabriel pun di buat kalah lagi.

__ADS_1


sedang sang penguasa juga merasakan pencapaian yang begitu indah malam ini, hingga keduanya tertidur dengan saling berpelukan.


melepaskan dan meluapkan cinta yang mereka rasakan, ciuman pun mendarat di kening sang ratu untuk menyempurnakan penyatuan kedua insan itu.


__ADS_2