Stay For Love

Stay For Love
Episode 10.


__ADS_3

Ray turun dari lantai atas dengan pakaian yang sudah rapi di pagi hari berikutnya. Ray bertemu dengan Eve yang sudah rapi pula di ruang makan di mana cuma ada Ray dan Eve.


" Dimana Tante Nabila , Delia dan Ziko ? Apakah mereka belum bangun ? " Tanya Ray sambil duduk di kursi samping Eve.


"Mama sudah bangun kok dari pagi tadi dan saat ini Mama pergi ke pasar bersama Delia. Kalo Ziko dia udah berangkat ke sekolah." Jawab Eve yang menggigit roti bakar dan minum segelas susu.


" Oh ,gitu toh. Ohya ,gimana penampilan ku untuk lamar pekerjaan di kafetaria kopi kak regina ? "Tanya Ray menyanggah wajahnya dengan tangan untuk menatap Eve.


" Lumayan oke." Jawab Eve bangkit berdiri untuk merapikan piring dan gelas dari meja makan ke dapur.


" Eve,apakah uang jajan mu cukup untuk hari ini ? " Tanya Ray mengikuti Eve memakai sepatu di bangku rotan panjang di teras rumah.


" Cukup untuk jajan kinderjoy dan chiki taro. Sisa untuk ongkos ojek.Kan hari ini cuma acara untuk rayain kelulusan kami di sekolah." Jawab Evelyn yang menyalami Tante Nabila yang tepat baru pulang dari pasar bersama dengan Delia.


" Pagi,Tante Nabila.Mari Ray bantu bawakan keranjang sayur dan daging nya." Kata Ray yang menawarkan dirinya membantu Tante Nabila.


" Pagi juga , Ray. Iya ,tolong bawain keranjang belanja Tante ke dapur gih." Kata Tante Nabila di depan Ray.


Ray membawakan keranjang belanja ke dapur dan pamit untuk pergi kerja kepada Tante Nabila dan Delia yang sibuk bermain boneka barbie di teras sepulang dari pasar.


" Ya , Ray hati -hati jalan dan kerjanya." Kata Tante Nabila kepada Ray dari teras melihat ke arah Ray yang menaiki motor honda beat warna merah dan masih baru karena baru kemarin Ray membeli motor tersebut sepulangnya dari tempat kerja temannya yang bernama Jeremi Xia.

__ADS_1


Ray tiba di sebuah kafetaria kopi yang masih sepi di pagi hari itu. Ia menemui pemilik kafetaria kopi yang ternyata masih sepupunya Ray dari pihak Daddy nya Ray.


" Hai , Ray rupanya Kamu yang pengen kerja di sini di kafe ku? " Tanya Regina begitu mengenal orang yang akan bekerja sebagai karyawan kafe nya.


" Ya , Kak Reg." Jawab Ray singkat.


" Hmm , boleh sih , kamu akan ku terima sebagai wakil aku di sini karena Aku masih punya kafe cabang di daerah serpong yang masih harus Aku tangani sendiri. Ohya ,ini kunci kantor kafe dan lain tolong di jaga baik -baik ya , Ray?! " Ucap Regina kepada Ray sambil menaruh tas kerja di pundak.


" Baik , Kak Reg." Jawab Ray singkat.


Sesudah Regina pergi. Datanglah Oom Bruno Papa dari Regina ke kafe dan jumpa dengan Ray di sana. Oom Bruno menyarankan Ray untuk jadi supervisor di toko bangunan di bidang baja ,timah dan besi dari perusahaan Oom Bruno di bogor yang kantornya ada di Jakarta Utara dekat daerah Pik.


" Ray , selain kau bekerja jadi wakilnya Regina. Kau juga bisa bekerja jadi wakilnya oom di toko sebagai supervisor dan wakil direktur gak tetap di kantor perusahaan Oom Bruno. Gimana kau mau atau tidak ? Besar lho gajinya dan juga dapat inventaris mobil dan rumah di kawasan Pik untuk mu tinggal." Kata Oom Bruno kepada Ray yang mengangguk -angguk mendengarkan setiap kata dari Oom Bruno.


" Agnes itu seperti apa orangnya ? Kenapa kamu terlihat sangat membencinya begitu besar? " Tanya Oom Bruno kepada Ray sambil minum kopi karya Ray untuknya.


" Dia cewek pemeras darah dan keringat cowok bagi Ray untuk memuaskan kegilaannya dengan barang- barang branded dan harta yang melimpah namun dia dengan kejamnya mengkhianati hati Ray begitu dalam dengan menikahi sahabat baik Ray sendiri yang tinggal di kanada. Uang dan fasilitas yang Ray biayai untuknya di jadikan alat untuk mendapatkan perhatian Bram agar Bram jatuh ke tangannya. Semua itu sama sekali tak penting lagi untuk Ray yang gak bisa Ray kasih tahu Daddy betapa kejamnya Agnes Wyne gadis pilihan Daddy itu kepada Ray , Oom Bruno." Jawab Ray wajahnya tampak sedih dan terluka sekali.


" Lalu gimana perasaanmu terhadap gadis yang bernama Evelyn Esterlita ? " Tanya Oom Bruno menatap Ray yang seketika berubah menjadi cerah dan bahagia.


" Aku sangat bahagia mengenal gadis manis dan polos serta baik hati seperti Eve, Oom Bruno. Ray merasakan arti cinta ,keluarga dan sahabat yang di perlihatkan gadis itu dengan sikap dan kata -kata nya yang humanis dan penuh kasih sayang. Pokoknya , Ray ingin bersamanya untuk selama hidup Ray, Oom Bruno." Jawab Ray dengan kedua mata bersinar -sinar cerah di wajah tampannya.

__ADS_1


" Sepertinya dirimu telah jatuh cinta kepada Eve gadis kecil yang kau ceritakan itu kepada Oom Bruno karena Oom bisa lihat betapa kau bahagia bicara tentang Evelyn gadis bunga wijayakusuma yang kau jadikan kata sandi di rumahmu yang berada di Niigata , Jepang." Kata Oom Bruno yang ikut berseri -seri wajahnya.


" Iya , Oom Bruno benar sekali. Ray memang telah jatuh hati kepada Eve. Cuma Ray belum kasih tahu Eve tentang perasaan Ray terhadapnya karena Ray mau menunggu Eve sedikit dewasa dari hari ini ." Kata Ray begitu penuh perasaan saat Ray bicara tentang Eve kepada Oom nya itu.


Sore hari yang masih terang benderang dengan cahaya matahari yang memerah panas. Evelyn keluar dari gedung sekolah Pelita Harapan dan bersiap untuk naik motor ojek namun ada orang yang memanggil Eve dari seberang jalan dekat mal .


" Asya..Ngapain kau tunggu Aku di trotoar depan mal ? " Tanya Eve yang menyeberang jalan untuk menemui Asya.


" Aku mau menanyakan sekali lagi perasaanmu kepadaku. Aku ingin jawaban mu sebelum Aku pergi kuliah ke Amerika , Eve. Biarkan Aku tenang kuliah di sana dengan Aku resmi menjadi kekasih kamu dan menunggu ku lulus kuliah dan sukses lalu kita akan menikah di masa akan datang." Jawab Asya dengan penuh harap kepada Evelyn.


" Aku tidak tahu , Sya. Soalnya Aku gak punya perasaan apa -apa sama kamu selain rasa suka bersahabat dengan mu. Itu aja ,gak lebih. Maaf ya Asya." Jawab Evelyn yang belum tahu dan tak tahu apa itu cinta.


Asya terlihat mendung lalu secepat kilat masuk ke mobil Avanza hitam dan pergi dari Eve secepat nya untuk Asya bisa melupakan Eve dengan cepat lagi.


Namun Asya tak bisa melupakan Eve pada saat Asya melihat motor ojek yang di tumpangi Eve di tabrak kontainer yang melintas di jalan raya yang padat dan tubuh Eve masuk ke dalam kontainer.


" Tidakkk..!! Eve...!! " Jerit Asya yang keluar dari mobil nya dan menyelinap masuk dengan tekad kuat untuk menyelamatkan Eve namun ban besar kontainer melindas tubuh Asya hingga hancur.


" Eve...! Kau tak apa -apa ? " Tanya Ray yang tak sengaja melintas di jalanan itu dari seberang jalan dan melihat Eve terjungkal dari motor ojek dan nyaris masuk ke kolong kontainer yang melintas dengan cepat melempar motor beat ke kontainer dan menyambar Eve tepat waktu.


" Eengg..! " Gumam Eve tak jelas di pelukan Ray yang melihat sekujur tubuh Eve penuh luka sayat aspal jalan raya namun kepala Eve untuknya tak ada luka sedikitpun.

__ADS_1


" Eve..Sadarlah...Aku akan membawa mu ke rs secepatnya..! " Kata Ray menggendong Eve dan mengangga lebar melihat Asya terlindas kontainer di depan mata Ray.


Bersambung...!!


__ADS_2