Stay For Love

Stay For Love
Episode 6.


__ADS_3

" Bocah sok tahu." Desis Ray nada sedikit dingin kepada Eve.


Eve terdiam selama sedetik sebelum Eve sadari kalau Ray mengadu kening dengan keningnya yang terasa panas dan nyeri oleh hawa panas dari udara yang keluar rongga hidung dan mulut Ray.


" Kau demam ya ? " Tanya Eve menaruh lengan di punggung Ray.


" Engga. Aku baik -baik saja." Jawab Ray berbalik menuju ke rumah no 205 meninggalkan Evelyn di depan pintu gerbang rumah no. 208.


Ray merasa kepalanya sedikit berat dan tubuhnya letih sekali. Maka , Ia menaruh dirinya di sofa di ruang tamu dan tertidur pulas di sana sampai Ia tak tahu menahu dirinya sudah di pindahkan ke kamar milik Lukas dan William.


" Kakak jangan sakit lagi ,ya ? Delia takut sekali kehilangan Kakak." Ucap Delia menangis di atas tubuh Ray.


" Del ,jangan cemas Kak Ray cuma sakit demam karena kecapaian saja. Besok juga Kak Ray akan sehat kembali." Kata Rita memeluk Delia untuk mengajak gadis remaja itu ke kamar lain di rumah no 205.


" Gak mau ! Delia mau tidur bareng Kakak Ray." Kata Delia merajuk dengan keras.


" Tapi , Del. Kau ini anak perempuan tak baik tidur satu kamar dengan Kakakmu." Kata Papa Donny menarik bangun Delia dari Ray.


" Enggak mau ! Delia mau tidur sama Kakak Ray..! Pergi sana ! Pergi sana ! " Teriak Delia menolak dan memberontak saat di paksa Papa Donny agar keluar dari kamar.


" Diam ! Jangan membantah Papa Donny yang meminta mu untuk tidur di kamar Mama Jenny." Kata Papa Donny yang menarik Delia ke kamar Mama Jenny.


" Pa..Tolong jangan terlalu keras kepada Delia. Dia ini anak yang spesial bukan seperti anak lainnya yang biasa." Kata Mama Jenny yang memeluk Delia yang gemetar karena emosi bukan takut.


" Spesial atau tidak. Dia itu harus patuh kepada ku di rumah ini ! " Kata Papa Donny tegas sekali pada Mama Jenny yang memahami sifat keras suami nya itu.


" Iya , Pa." Jawab Mama Jenny yang memaksakan dirinya untuk membujuk Delia untuk mematuhi peraturan suaminya.


" Besok , Aku akan carikan rumah untuk mereka berdua karena Aku tak mau menanggung malu dengan menghidupi anak autis dan anak bengal seperti anak -anak mu itu dari mantan suamimu yang sangat sombong itu." Kata Papa Donny yang ternyata enggan menerima kehadiran Raymond dan Delia di rumahnya.


Benny yang mendengar percakapan tersebut dari luar kamar Oom dan Tante nya itu merasa iba dan kasihan terhadap Ray dan Delia. Pemuda ini pun diam -diam menghubungi Andri yang menjadi adik sepupu Ray dari pihak Papa kandung Ray yang di tunjuk oleh Akong nya Ray sebagai Asisten pribadi Ray khusus di Jakarta.


" Dri , Elo harus secepatnya carikan rumah dan kerjaan untuk Ray. Engga ,besok juga Elo sudah harus hubungi Gue untuk masalah bocah dari Singapura itu ," Kata Benny menelepon Andri dari kamar mandi di dekat dapur rumah no 205.

__ADS_1


" Oke.Siap , Ben." Jawab Andri di Jakarta melalui ponsel.


Rumah no 205.


Evelyn duduk seorang diri di kamar nya yang ada di dekat ruang makan. Gadis ini merapikan baju seragam nya untuk esok hari Eve sekolah sambil mendengarkan musik favoritnya yakni instrumen pengantar tidur.


Tok..!


Tok..!


Tok..!


Suara ketukan pada pintu kamarnya menggugah kesadaran Eve dari keasyikannya. Eve mendongak dan menemukan Mama nya mendatanginya dan duduk di kursi putar khusus untuk belajar.


" Eve , Gimana sekolahmu akhir -akhir ini ? Apakah Kau sudah mendapatkan pendaftaran beasiswa untuk kuliahku di Universitas Pelita Harapan ? " Tanya Mama Nabila mengambilkan Eve celana seragam olahraga dari lemari pakaian Eve.


" Baik , Ma. Sudah , Ma." Jawab Eve menunjukkan surat pendaftaran beasiswa tersebut kepada Mamanya.


" Bagus , Kau simpanlah baik -baik dan mulai saat ini Kau harus tingkatkan lagi belajar mu untuk kau bisa meraih beasiswa kuliahmu dengan baik agar tak terlalu berat biaya hidup kita bertiga di rumah ini." Kata Mama Nabila mengembalikan surat itu pada Eve.


" Part time ? Apakah kerja part time gak ganggu sekolahmu , Eve ? " Tanya Ziko dari pintu kamar Eve.


" Engga dong. Kan , Aku sekolah dari jam 7 pagi sampai dengan jam 1 siang. Sedangkan , kerjaku di part time di mulai dari jam 4 sore hingga jam 9 malam ," Jawab Eve dengan senyumnya yang tulus kepada Ziko.


" Baiklah , asalkan Kau jangan terlalu keras untuk mencari uang untuk biaya hidup kita bertiga di rumah ini setelah para kakak kita sudah memiliki keluarga masing -masing." Kata Ziko yang amat merasa dirinya telah membebani hidup Evelyn dan Mama nya karena Ziko masih terlalu muda untuk menanggung beban hidup keluarga Wijaya.


" Iya , Ziko. Lihatlah , Eve sangat kuat dan perkasa meski Eve cewek lho." Kata Eve tersenyum lebar dengan memamerkan otot kecil di lengan mungil itu.


" Hahaha benar -benar Eve ini julukan Sailormoon modern kan ?! " Ujar Ziko tertawa melihat Kakak perempuan nomor ke empatnya itu bertingkah laku layaknya satria wanita di kartun Jepang yang amat terkenal di masa kecil mereka berdua waktu mereka memiliki keluarga lengkap dengan adanya Papa Samudera Lee yang sangat melindungi anak -anak dan istrinya dengan penuh cinta yang besar.


Pagi hari yang cerah menyorot langsung ke wajah Ray yang terbangun kaget dirinya bisa berada di atas ranjang bawah yang bertingkat dua dengan sprei dan selimut lumayan tebal dan hangat yang bermotif kartun Popey The Sailorman berwarna biru tua.


" Sudah bangun ? Ayo , lekas kau sarapan pagi dan minum obat mu yang sudah di siapkan Mama di meja belajar Adik mu." Kata Mama Jenny yang menaruh telapak tangan hangat di kening Ray.

__ADS_1


" Minum obat ? Untuk apa ? Apakah Ray sakit ? " Tanya Ray yang memang takut minum obat jika Ia sakit.


" Iya untuk kau sembuh dari sakit demammu itu dan Kau bisa cari kerja ," Jawab Mama Jenny yang menaruh obat demam tepat di bibir Ray.


" Gak Mau. Ray bisa sembuh dari sakit demam tanpa minum obat." Kata Ray merapatkan bibirnya begitu kencang saat Mama Jenny memaksanya untuk minum obat demam.


" Minum obat mu atau Mama pukul kamu pakai kemoceng." Kata Mama Jenny yang mengancam Ray dengan kemoceng yang siap mengetuk paha Ray jika Ray tetap menolak minum obat demam nya.


" Eits..! Aduh , Mama. Kok , gitu sih jadi orang tua galak benar sama anaknya sendiri." Kata Raymond cemberut pada Mama Jenny tapi menuruti juga perintah Mama nya itu.


" Ini makan permen sugus agar tak pahit di lidah mu." Kata Mama Jenny memberikan permen rasa buah anggur lembut ke mulut Ray yang segera mengunyah permen itu dengan suara keras dan membangunkan Lukas dan William yang tidur di tingkat atas tempat tidur yang di pakai Ray saat ini.


" Aduh ,pagi -pagi di kirain suara cicak gede jatuh dari atap plapon ternyata suara bocah gede yang manja nya tidak pada tempatnya dan waktunya." Kata William yang melompat turun ranjang di tingkat atas dan melenggang keluar dari kamar.


" Emm..Ray..Kau mau gak ikut Aku kerja di sekolah Smp Cinta Kasih daerah Cengkareng sebagai staf administrasi di sana. Lumayan lho gajinya dan di sana ada mes untuk staf sekolah." Kata Lukas dari ranjang tingkat atas sambil kepalanya muncul di depan sepasang mata agak coklat Ray.


" Hmm, boleh juga. Aku coba deh jadi Staf Adm di sekolah Smp itu." Kata Ray yang membaringkan tubuhnya kembali di ranjang bawah dan kembali menyelimuti tubuhnya dengan rapat.


" Kalau begitu kau harus bangun dari tidurmu dan bersiaplah dengan berpakaian rapi lalu sarapan di ruang makan bersama -sama kami dan kemudian tunggu Aku di halaman rumah tepat di depan motor honda beat Aku" Kata Lukas menariknya keluar dari selimut.


" Umm..Sekarang ,ya ? "


" Gak , tahun depan ! Ya sekarang lah." Kata Lukas mencubit paha Ray.


" Aduduh..Ya..Ya , Gue rapi -rapi dulu." Kata Ray langsung kabur dari Lukas yang di tatap senang Mama Jenny yang menyukai Lukas seorang yang baik dan menyayangi Ray seperti adik kandungnya Lukas sendiri bukan seperti Adik tiri lain Ibu dan Ayah kandung dengan Lukas yang bersaudara tiri satu Ibu dengan William Wildan.


" Makasih , Luk." Kata Mama Jenny menyayangi putra suaminya itu yang semenjak bayi sudah tak mempunyai Ibu karena Mama kandungnya Lukas telah meninggal dunia karena mengidap sakit kanker otak.


" Jangan sungkan , Ma. Luk sayang Ray dan Delia sama seperti Luk menyayangi Rita dan Willi." Kata Lukas memegang kedua bahu Mama Jenny begitu lembut penuh kasih sayang seorang anak kepada Ibunya yang membesarkannya dengan kasih dan cinta yang besar.


" Rita itu bukan adik mu melainkan saudari kembar Ray yang di bawa pergi dari Singapura sejak Aku dan Papa nya Ray berpisah , Luk. Kau baik sekali kepada Mama , Rita , Ray dan Delia yang sama sekali bukan adik -adik kandung mu. Adikmu itu hanya William seorang dari Mama Jenny yang di hitung Willi itu merupakan adik tirimu." Kata Mama Jenny terharu dengan kebaikan hati Lukas yang besar.


" Ma..Bagi Lukas. Mereka adalah saudara dan saudari nya Lukas. Tak ada perbedaan antara kandung dan tiri atau tak ada hubungan darah sama sekali. Karena Lukas menyayangi Mama Jenny yang sangat mencintai Lukas sebagai anak Mama Jenny sendiri setelah Lukas selama lima belas tahun tak lagi mempunyai Mama." Kata Lukas begitu tulus hati menerima Ray dan Delia sebagai saudara dan saudarinya Lukas.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2