
Semilir angin di pantai Sanur menyejukkan hati Lukas yang merasakan kebahagiaan di liburan bulan madu bersama dengan istri tercintanya yaitu Lisa Putri Budiman yang sedang berjemur bersama dengan kedua orang anaknya di bawah sinar matahari pagi.
"Selamat pagi dan selamat menjadi istriku, Lisa sayang." Ucap Lukas yang membungkukkan sedikit tubuh nya untuk mencium bibir Lisa.
Tetapi, Lisa malah mual dan berlari ke arah cottage mereka untuk muntah di dalam kamar mandi membuat Lukas merasa heran dengan kelakuan istrinya itu.
"Lisa kamu kenapa? Bukankah tadi pagi setiba kita di Pulau Bali kamu baik-baik saja?" Tanya Lukas membelai dahi Lisa sambil membersihkan sisa muntahan Lisa di bibirnya Lisa memakai saputangan nya sendiri.
" Aku tidak apa -apa, Kak Lukas. Aku hanya agak sedikit merasa pusing saja." Jawab Lisa dengan nada sedikit gemetar kepada Lukas karena Lisa khawatir ketahuan bahwa ia sedang hamil muda bukan dengan Lukas suaminya yang baru kemarin resmi menjadi suaminya melainkan Ia hamil muda dengan Almarhum Benny Wildan kekasihnya.
"Ah, baiklah sebaiknya kamu istirahat dulu saja di kamar ya sayang!" Kata Lukas yang mencium bibir Lisa dengan lembut.
"Iya, Kak Lukas makasih banyak atas pengertian mu." Kata Lisa yang melepaskan diri dari Lukas dengan halus lalu masuk ke kamar mereka.
Di kamar cottage, Lisa menangis seorang diri karena Ia sedang merindukan almarhum Benny Wildan kekasihnya yang sangat di cintainya dan ayah kandung dari janin yang sedang tumbuh di rahimnya itu.
"Kenapa kamu menangis, sayang? Apakah ada sesuatu yang tidak nyaman dengan sikap aku terhadap mu? " Tanya Lukas yang mendatangi Lisa dengan memeluk istrinya dengan mesra.
Lisa terbelalak kaget lihat Lukas memeluknya begitu erat di atas tubuhnya lalu Lukas seakan meminta dirinya untuk melayani suaminya untuk bulan madu mereka.
__ADS_1
"Kak Lukas, aku masih merasa lelah, aku mohon kepada mu karena aku belum siap untuk menjadi istri mu seutuhnya." Kata Lisa secara halus dan lembut untuk menolak keinginan Lukas untuk menunaikan tugas pertamanya setelah mereka menikah dan sah menjadi suami istri.
"Lisa, aku menjadi curiga dengan sikap mu yang menolak kehendak ku dan kelakuan mu yang suka mual dan muntah yang membuat aku ada rasa curiga mengenai dirimu yang sudah tidak suci lagi dan kau sekarang ini sedang hamil anak orang lain." Kata Lukas dengan nada tajam dan sikap sinis kepada Lisa yang segera terperanjat dengan sikap suaminya itu.
"Apa maksud dari perkataan mu itu kepada ku, Kak Lukas? Baiklah, jika kamu memang ingin aku melayani mu! Kita lakukan saja sekarang dengan syarat kamu harus memakai cara yang unik dan berbeda dengan orang lain agar kita bisa saling melengkapi kekurangan kita masing-masing di dalam hubungan suami istri kits." Kata Lisa nada halus namun menyakinkan Lukas bahwa dirinya adalah seorang istri yang belum ternoda oleh orang lain sebelum suaminya sendiri.
Lukas berkilat senang dengan sikap dan ucapan Lisa yang menyatakan bahwa istrinya adalah seorang wanita baik-baik dan siap melayaninya sebagaimana seorang istri mematuhi kehendak suaminya.
Tangan Lisa menekan tombol lampu untuk di kamar mereka tak ada cahaya sama sekali agar mereka dapat bercinta dengan bebas dan juga menyenangkan untuk mereka berdua.
Tetapi, Lukas merupakan seorang pria yang sudah pernah menikah dan berpengalaman yang membuat Lukas tahu istrinya ini sudah tidak suci lagi dan Ia memukul kepala Lisa dengan lampu hias hingga Lisa meninggal dunia di ranjang di pagi hari itu.
"Kamu layak untuk mendapatkan kematian yang buruk dariku, Lisa." Kata Lukas yang tak mau ada orang mengetahui perbuatannya itu telah diam -diam memutilasi Lisa dan menaruh jasadnya di koper yang di bungkus kain warna biru tua.
"Sepertinya ada pembunuhan keji di kamar tidur nomor dua ratus tiga belas." Lapor pelayan dari cottage tempat Lukas dan Lisa berbulan madu kepada manajernya.
"Kita bisa mengetahuinya melalui CCTV." Kata manajer cottage yang segera mencari tahu tentang penemuan darah di kolong ranjang tamu nya lalu terlihatlah Lukas yang memukul kepala Lisa dengan lampu hias dan memutilasi wanita itu.
"Hubungi polisi untuk tangkap tamu itu dan kita harus selamatkan anak -anaknya dari orangtua yang sekejam pria itu yang sudah tega sekali membunuh istrinya sendiri dan memutilasi nya dengan keji." Kata pemilik cottage dengan nada tegas sekali.
__ADS_1
Maka, Lukas pun di tangkap oleh polisi dan di jebloskan ke dalam penjara seumur hidupnya dan untuk anak -anaknya itu di kirim ke panti asuhan untuk di rawat oleh negara.
Dan,William Wildan sangat shock mengetahui hal mengerikan yang sudah dilakukan oleh Kakak tirinya sendiri terhadap istri kakak tirinya sendiri di Pulau Bali sehingga Ia menjadi korban sasaran kemarahan orangtua Lisa.
"Keterlaluan kakak mu yang seorang bajingan hina yang sudah tega membunuh putriku dan juga memutilasi nya..!" Amarah pak Budiman yang memuncak itu memukul William Wildan yang memohon maaf atas perbuatan kakaknya itu terhadap Lisa.
"Maafkan kakakku...!" Pinta William Wildan dengan tangisan penyesalan nya itu di bawah sepasang sepatu pak Budiman.
"Papa, kita usir saja dia dari rusun Mawar dan jauhkan dia dari Larasati demi kenyamanan para warga rusun Mawar." Kata Istri dari Pak Budiman dengan sikap marah sekali dan penuh kebencian terhadap William Wildan yang merupakan adik dari Lukas Wildan mantan suami dari putri mereka yang di bunuh oleh pria suami dari putri mereka di Pulau Bali.
William Wildan yang merana dan juga terpukul itu memutuskan untuk bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan layang sesudah pria ini meninggalkan rusun Mawar.
"Tidakkkkk..!" Jerit seseorang yang melihat William Wildan bunuh diri dari jembatan layang di hari yang sama dengan hari Lukas Wildan yang di hukum seumur hidup di penjara.
"Yogi, kau tak apa -apa nak?" Tanya seorang pria yang segera memeluk anak kecil yang melihat peristiwa tersebut.
"Ada mayattttt..!" Teriak seluruh warga di jalanan yang menghebohkan masyarakat sekitar dan juga polisi yang membawa jasad William Wildan untuk di bawa ke rumah sakit umum daerah setempat.
"Kita harus memberi kabar kepada keluarganya untuk memakamkannya secara layak." Kata pihak rumah sakit umum daerah setempat yang mencari tahu identitas William Wildan dari kartu KTP nya namun tidak ada seorang pun yang bisa di hubungi oleh mereka.
__ADS_1
"Terpaksa kita harus memakamkannya secara layak di tempat pemakaman umum daerah kita ini." Kata pihak rumah sakit umum daerah setempat yang akhirnya memutuskan yang terbaik untuk William Wildan.
Bersambung!