Stay For Love

Stay For Love
Episode 107.


__ADS_3

Tamara gadis remaja yang masih ada hubungan saudari sepupu luar dengan keluarga Raymond Gilberto Xu dan Jeremi Song Xu yang tinggal di Kota Bandung tapi hari itu Tamara mengunjungi Tante nya yakni Mama nya Jeremi Song.


"Ouh, Tamara baru saja datang kok jadi ya Kak Jeremi gak lihat Tamara berdiri di pintu kamar nya Kak Jeremi..!" Jawab Tamara tersenyum manis kepada Jeremi Song.


" Ouh, kamu datang ke rumah Kakak Jeremi sama siapa ?" Tanya Jeremi yang menawarkan Tamara untuk duduk di kursi putar dekat meja laptop nya.


"Tamara datang sama Papa nya Tamara untuk kami berdua bisa mengunjungi Tante Taeyeon yang sudah lama tidak kami kunjungi..! Wah, makasih banyak Kakak..!" Jawab Tamara yang memiliki watak periang ini dapat menghibur hati Jeremi yang merindukan mendiang istrinya yang bernama Regina Putri Bruno.


"Hmm sama -sama Tamara..Ini ada coklat merek cadbury kesukaanmu dari Kakak Jeremi karena kamu sudah menghibur Kakak dengan tawa dan senyuman riang mu..!" Kata Jeremi Song dengan senyum manis kepada Tamara sambil berikan hadiah coklat kepada Tamara.


"Wah, coklat cadbury..Hore makasih ya Kak..! " Sorak Tamara yang dengan lincah dan tanpa malu -malu memeluk dan mencium pipi kanan Jeremi lalu berlari keluar dari kamar Jeremi yang kaget karena pipi kanan nya di cium Tamara.


" Jieh yang baru saja tukaran hadiah..! " Goda Irene adik nya yang munculkan diri di jendela kiri kamar Jeremi.


" Apaan sih kamu, Irene?" Tanya Jeremi melototi adiknya yang suka sekali menggodanya itu.


"Hahahaha...Kak Jeremi malu nih ye..!" Ledek Irene yang segera kabur dari Jeremi yang sudah melempar kapur tulis ke arah Irene di luar kamar melalui jendela kamar.

__ADS_1


" Dasar..Bocah nakal...!" Umpat Jeremi yang tak bisa marah terhadap adik perempuan semata wayangnya itu.


Setelah Jeremi berkemas seluruh barang pribadi nya di koper, Jeremi menyeret koper keluar dari kamar nya untuk berpamitan dengan orang tua dan keluarganya yang lain yaitu Tamara dan juga paman nya yang bernama Lee Jong Hwa karena Jeremi malam hari ini juga akan terbang kembali ke Seoul.


"Secepat ini kamu sudah mau kembali ke Seoul, Jer?" Tanya Papa nya yang bernama Hendrawan Saputra di ruang keluarga sambil menikmati camilan buah salak yang di letakkan di piring kecil di atas meja ruang keluarga.


"Ya, Papa. Karena lusa depan Jeremi sudah harus mulai bekerja lagi di perusahaan tempat Jeremi kerja di Seoul..!" Jawab Jeremi dengan nada sopan kepada Papa nya.


"Oh,baiklah kalau memang kamu harus cepat kembali ke Seoul, Papa gak akan menahan kamu lebih lama lagi di Jakarta. Tapi, Papa ada satu permintaan untukmu loh..Apakah kamu dapat memenuhi permintaan kecil dari Papa ?" Ucap Papa nya menatap nya dengan serius.


"Ya, apa permintaan kecil dari Papa untuk Jeremi bisa wujudkan ?" Tanya Jeremi sopan kepada Papa nya.


"Eh, Tamara sudah akan masuk kuliah rupanya tahun ini ?" Tanya Jeremi menatap Tamara yang manyun.


"Apa kau pikir aku masih sd, ya? Lihat nih tubuh ku yang tinggi sudah sama dengan tingginya Kak Irene..! " Jawab Tamara yang gemas sekali pada Jeremi telah berdiri dan mendekati pria usia tiga puluh tahun itu sambil memamerkan bentuk fisik nya yang menunjukkan bahwa gadis itu bukan lagi seorang gadis kecil tetapi gadis dewasa.


"Hohoho, oke..Tubuh mu sudah tinggi..! " Kata Jeremi memerah malu karena Tamara seakan -akan menggodanya dengan keindahan lekuk dan lengkung tubuh gadis berusia delapan belas tahun itu.

__ADS_1


Semua anggota keluarga tertawa terbahak -bahak melihat tingkah nakal Tamara dan sikap malu -malu Jeremi sampai Papa nya melirik ke arah Papa nya Tamara dan kedua pria paruh baya ini seakan -akan sepakat melalui lirikan mata mereka satu sama lainnya.


"Ehemm..Jer, Papa dan Oom Lee Jong Hwa mu ini akam jauh lebih tenang menitipkan Tamara kepadamu dengan cara yang paling baik untuk kita semua, yakni Kami sepakat satu sama lain nya untuk kalian berdua berpacaran dalam satu ikatan pernikahan yang akan kami adakan di rumah kita ini pada esok hari sebelum kalian dan Irene berangkat ke Seoul." Kata Papa nya yang sangat mengejutkan sekali bagi Jeremi dan juga Tamara.


" Eh, apa maksudnya Oom Hendrawan Saputra Song barusan? " Tanya Tamara mengerurkan keningnya.


" Ya, apa yang barusan Papa katakan tadi itu kepada kami ? " Tanya Jeremi Song juga dengan nada seriua kepada Papa nya dan Oom nya itu.


"Papa dan Oom Lee Jong Hwa memang sudah sepakat sejak dahulu yaitu sejak Tamara kecil dan kamu remaja untuk menjodohkan kalian berdua setelah Tamara dewasa dan kamu pun sudah matang dalam segala hal ,namun karena beberapa tahun lalu kamu memilih untuk kamu bisa menikah dengan Regina almarhumah istri mu itu. Kami pun berniat membatalkan rencana dari kesepakatan kami..! " Jawab Papa nya nada yang lebih serius lagi kepada Jeremi.


"Ya, tetapi kamu kini telah sendiri karena istrimu sudah meninggal dunia ,maka kesepakatan kami pun akan kami lanjutkan untuk menyatukan dua keluarga kita kembali menjadi erat satu sama lainnya melalui ikatan pernikahan kamu dengan Tamara...!" Kata Oom Lee Jong Hwa dengan nada berwibawa sekali dan sungguh hati kepada Jeremi dan Tamara.


"Papa ? Aku masih terlalu muda untuk menikah secepat ini dan lagipula aku masih ingin jalani kehidupan masa muda ku dengan bebas tanpa ikatan apa pun jua..!" Kata Tamara menatap tajam Papa nya.


"Hush, justru karena kamu anak muda maka Papa akan jauh lebih tenang bila kamu ada yang jaga di luar negeri dan orang yang paling tepat itu adalah Jeremi keponakan luar Papa dan dia paling cocok untuk menikah dan menjadi suami mu untuk kamu dapat di awasi setiap langkah mu di luar negeri karena kamu jauh dari Papa mu ini, Tamara Sayang..!" Kata Lee Jong Hwa nada serius sekali kepada Tamara sehingga putrinya itu tak dapat membantahnya lagi.


" Pa..! Ma..! Tolong jelaskan yang benar kepada Jeremi tentang kesepakatan kalian yang sama sekali tak masuk logika menurut Jeremi karena Jeremi ini duda..! Sedangkan Tamara dia masih terlalu kecil untuk menikah denganku..! Tamara masih bisa menemukan pria yang jauh lebih baik dan sesuai dengan kriteria pilihan hatinya sendiri dari Jeremi...! " Kata Jeremi yang meminta Papa dan Mama nya untuk berpikir jernih mengenai kesepakatan para orang tua itu yang ingin sekali menikahkan dirinya dengan Tamara.

__ADS_1


Bersambung...!!


__ADS_2