Stay For Love

Stay For Love
Episode 12.


__ADS_3

Kamar Eve masih tertutup rapat pada saat Ray telah kembali turun untuk bersiap pergi bersama dengan Delia untuk menghadiri sebuah acara di keluarga Mama Jenny di daerah Jakarta Pusat.


" Hmm..Eve sepertinya masih marah sama Gue deh..Ah ,lesu dan tak bertenaga banget deh Gue jadinya kalo kayak gini.." Keluh Ray di dalam hati sambil mengelus kepala Ziko sekilas sebelum Ray mengambil sepatu favoritnya di rak sepatu yang berada di samping garasi minimalis rumah nomor 208.


" Ray..Del..Ayo cepatan masuk ke mobil." Kata Lukas menggapai Ray dan Delia dari dalam mobil sedan klasik warna merah tua.


" Iya, Luk.Kami datang..! " Sahut Ray sambil pamit kepada Tante Nabila dan Ziko di beranda depan pintu kayu ruangan dalam rumah nomor 208.


Setelah Ray dan Delia pergi bersama Lukas dan seluruh anggota keluarga Wildan dengan mobil sedan klasik merah tua yang di kendarai oleh Oom Donny Wildan.


Pintu kamar Eve terbuka dan gadis ini terlihat baru bangun tidur dari kedua matanya yang segar dan tubuh yang tampak bugar dan senyuman yang cerah.


" Eve..Jam berapa nih sekarang ?" Tanya Mama Nabila dari ruang tv kepada Eve.


" Jam tujuh malam ,Ma."Jawab Eve santai.


" Astaga Eve kamu jam tujuh malam baru bangun tidur..?! Gimana nanti tidur malam , ah? " Tanya Mama Nabila menggeleng kepala pusing hadapi putrinya yang masih kekanak -kanakan di usia yang cukup besar untuk memulai perjalanan di usia dewasa.


" Emm ,habisnya Eve ngantuk sih Ma. Ya mungkin Eve akan begadang sambil nulis novel di aplikasi yang tak sengaja Eve temukan dari lihat -lihat hp nya Tante Yumiko kemarin siang saat Eve main ke rumah Tante Yumiko." Jawab Eve dari dapur.


" Aplikasi novel apa ? Hati -hati penipuan yang akan membahayakan dirimu lho. " Kata Ziko yang sedang makan malam di ruang makan.


" Aplikasi Novel yang top dh pokoknya terjamin untuk mengasah kemampuan Eve sebagai penulis recehan menjadi penulis hebat seperti idolanya Eve yaitu J.K. Rowling penulis Harry Potter." Jawab Eve sambil menggoreng telur mata sapi di kuali kecil.


" Ya , ya..Aku sih saranin kamu lebih baik cari saja pekerjaan yang cocok untuk mu daripada kamu mengkhayal gak jelas." Kata Ziko sok tua sekali menasehati Eve.


" Yeh..Aku nyari kerjaan di aplikasi cari kerja dan udah kirim cv untuk lamaran kerja. Tunggu aja napa dengan sabar.Aku pasti kerja yang enak dan aman." Ujar Eve membawa piring isi nasi putih dan telur mata sapi di balurin kecap manis.

__ADS_1


" Hmm..Oke.." Kata Ziko menikmati kuah soto mie dengan lahap.


Eve memikirkan pekerjaan yang sudah di terima olehnya melalui tawaran pekerjaan Thomas teman sekolah Smp nya yang tinggal di rumah nomor 201.


" Eve..Di tempat kerja ku ada lowongan pekerjaan untuk cewek loh dengan gaji lumayan sesuai dan tempatnya punya terjangkau dengan angkot dan ojek. Kamu mau gak kerja di tempat kerjaku ? "


Thomas menawarkan pekerjaan pada Evelin di depan minimarket yang tak sengaja di lihat oleh Ray dan nilai negatif oleh Ray yang aneh bagi Eve.


" Dasar makhluk alien yang suka nyelonong tanpa permisi dan tau duduk perkara pembicaraan yang sedang aku bahas bersama dengan Thomas." Umpat Eve dalam hati.


Ziko mundur dengan cepat dari meja makan saat Ziko melihat Eve makan malam dengan wajah garang dan suapan nasi yang bebas kemana -mana serta duduk ala tukang becak makan di warteg.


" Ckckck gini nih cara makan Kakak perempuanku yang manis.." Kata Ziko nada sindir yang halus kepada Eve.


" Bodo.Emang Aku pikirin .Yeay , di rumah sendiri ini." Kata Eve cuek.


" Ray , gimana menurut penilaianmu tentang Citra Melinda putri Oom Hendri ? " Tanya Papa Donny di sela -sela acara.


" Baik dan pintar." Jawab Ray biasa saja.


" Selain itu ? "


" Manis."


" Ya , Citra ini lulusan Universitas ternama Trisakti lho dan dia anak bungsu kesayangan Oom Hendri juga pintar berbisnis. Pokoknya cocok untuk mu jadikan teman mu di Jakarta. Gimana menurutmu , Ray ? " Sambung Mama Jenny seraya menikmati hidangan acara keluarga besar Mama Jenny dan Papa Donny plus acara mencarikan Ray dan Lukas pacar.


" Jadi teman cocok aja." Jawab Ray acuh tak acuh meski Ray tahu gadis nama Citra Melinda tiada pernah henti tersenyum -senyum untuk nya.

__ADS_1


" Teman ? " Tanya Citra Melinda tanpa sungkan.


" Iya , teman." Jawab Ray cuek.


" Hmm gitu ya ? Boleh aku memanggilmu dengan panggilan Kak Ray ? " Tanya Citra Melinda nada santai kepada Ray sambil menikmati minuman nya.


" Iya, ku rasa usia mu dan usia ku sebaya deh , Cit. Ah ,lebih baik kau panggil Ray aja biar lebih enjoy di telinga." Jawab Ray datar saja.


" Hmm, ya..Baiklah Ray. " Kata Citra Melinda yang merasa cowok yang di kenalin Papa nya dan juga Oom Donny itu merupakan cowok asyik yang unik dan penuh pesona yang khas banget. Gadis ini pun bernyanyi riang di hatinya.


Berbeda dengan Luna Vanisa gadis putri kedua dari Oom Hendri untuk Lukas yang terlihat lebih pasif dan pemalu sekali terhadap Lukas yang tak ada hidupnya di sapa oleh Luna Vanisa.


" Hadeh , cewek kucing persia kau diamkan saja kayak patung kucing di toko." Kata Willam nada mencela Lukas.


" Emm..Gue gak tertarik dengan namanya istilah perjodohan kayak zaman Siti Nurbaya kayak gini , Wil. Gue lebih suka kalo Gue cari cewek yang Gue mau dengan cara Gue sendiri." Gerutu Lukas pada William.


" Ei emang Siti Nurbaya itu seperti apa di zaman jebot kiyu ? " Tanya Ray dengan mimik mulut yang sangat menghibur Lukas.


" Mana Gue tahu seperti apa Siti Nurbaya. Yang Gue tahu sih zaman itu adalah zaman kompeni masih ada di Indonesia." Jawab Lukas nada keras dan membuat Oom Donny mendelik tajam kepada putra tertuanya itu.


" Jika kau tak mau di jodohkan dengan Luna yang manis ini. Ya, Kamu cari cewek secepatnya dan ajak ketemuan dengan Papa dan Mama mu kayak gini untuk diskusikan masa depan mu yang dapat membuat kami berdua sebagai orang tua kamu ini bisa tenang." Kata Oom Donny menunjuk Lukas di kursi seberangnya dengan daging sap pangggang di garpu sampai Lukas menelan saliva dengan napas tersendat rasanya.


" Kau juga , Ray ? " Tambah Mama Jenny nada menegaskan kepada Ray.


" Ray sudah punya cewek kok , Ma. " Jawab Ray nada serius dan wajahnya menantang untuk Ray menolak perjodohan di balik makan malam dari rencana keluarga besar Papa Donny Wildan untuk Ray.


" Eiii..Siapa cewek mu itu ? Bukankah kamu ini di tinggal nikah oleh Agnes yang tinggal di Kanada yang Aku dengar dari Benny sepupu dekat mu itu ? " Tanya Papa Donny tanpa memikirkan perasaan malu dan jengah nya Ray di muka umum.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2