Stay For Love

Stay For Love
Episode 11.


__ADS_3

Ray membawa Eve ke rumah sakit terdekat untuk Eve mendapatkan pengobatan pasca kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa Eve namun telah merenggut nyawa Asya sebagai pengganti nyawa Eve.


" Eve , kau tunggulah di sini sebentar.Aku mau pergi bayar biaya administrasi untuk biaya rawat inap mu." Kata Ray membelai lembut dahi Evelyn yang sudah di obati dengan baik oleh Dokter tapi Eve harus menjalani perawatan menginap di rs selama tiga hari lamanya.


" Eve...! " Terdengar seruan Mama Nabila, Ziko dan keluarga Tante Jenny yang datang ke rumah sakit usai mendapatkan informasi tentang kecelakaan lalu lintas yang di sampaikan oleh Ray melalui telepon.


" Mama..!! " Jerit Eve menangis saat Mama Nabila memeluknya.


" Engga apa -apa , Eve baik -baik saja kok engga ada luka berat sama sekali kata Dokter tadi." Kata Mama Nabila mengusap -usap punggung Evelyn untuk memberikan ketenangan untuk Eve.


" Ma..Tapi ,Asya..Dia..Dia..Huhuhuhu..!!"


" Asya , dia sudah tenang di Surga , Eve. Kamu gak usah merasa sedih lagi ,ya ? " Ucap Tante Jenny menghibur Eve.


" Iya , Eve. Jangan sedih lagi , ya ? Kau berdoalah untuk Asya yang baik sekali telah menolongmu agar Asya bisa tenang dan damai di Surga bersama Tuhan." Kata Ray menghibur Eve dengan penuh perasaan hatinya yang pedih sekali melihat Eve begitu sedih kehilangan sahabat terbaik bagi Eve.


Pada hari minggu yang kelabu , Ray menghadiri upacara pemakaman Asya untuk menggantikan Eve yang tak bisa datang untuk mengantarkan sahabat terbaik gadis itu ke tempat peristirahatan terakhir.


Karena Eve masih mengalami trauma yang sangat panjang dan membekas di ingatan dan hati Eve yang di ketahui oleh Ray dengan sangat jelas dan baik sekali.


"Asya , Gue ucapkan terimakasih atas pertolongan Elo pada Eve. Gue juga ucapkan banyak terima kasih atas rasa sayang Elo untuk Eve selama ini dan Elo jangan khawatir lagi karena mulai hari ini Gue yang akan menggantikan Elo untuk menjaga dan menyayangi Eve untuk Elo eh bukan untuk Gue sendiri. Ohya, perkenalkan nama Gue adalah Raymond Gilberto Xu cowok yang akan menjadi pelindung sejati Eve untuk selamanya." Kata Ray di dalam hatinya di sela -sela doa yang Raymond panjatkan untuk mengantar kepergian Asya ke rumah Tuhan di Surga untuk selamanya.


Usai menghadiri upacara pemakaman Asya yang sangat mendatangkan berbagai rasa di hati Ray. Ray pergi ibadah ke sebuah gereja khatolik yang berada di Jakarta.


" Hai , perkenalkan nama Rosana kaum muda dan mudi dari gereja santa Maria. Nama mu siapa? " Sapa gadis kulit kuning langsat yang menyapa Ray pertama kali saat Ray untuk pertama kalinya pergi ibadah di gereja di Jakarta.

__ADS_1


" Namaku Raymond. Terimakasih." Jawab Ray.


" Kau orang baru ,ya ? Kalo begitu bagaimana usai Ibadah. Kau ikut aku pergi berkenalan dengan kaum muda dan mudi gereja untuk lebih dekat dan akrab dengan kami semua di sini." Ajak Rosana.


" Ya, boleh juga." Jawab Ray.


Demikianlah Ray mempunyai teman di gereja baru nya. Selain Rosana yang menjadi teman Ray juga ada Bagas , Sally dan Vino di gereja itu sampai Ray memiliki perkumpulan band untuk pelayanan di gereja tersebut.


" Hmm..Sally , kau kerja dimana dan tinggal di daerah mana ? " Tanya Ray di suatu hari usai Ray selesai ibadah. Ia berkumpul bersama teman -temannya di kafetaria depan gereja nya.


" Oh , Aku kerja di Tangerang dan Aku tinggal di daerah Cikupa. Kalau kamu kerja di mana dan tinggal di daerah mana, Ray ?"


" Emmm..Aku kerja di Tangerang kota dan Aku tinggal di daerah Karawaci." Jawab Ray ramah.


" Sudah." Jawab Ray asal saja karena Ray tahu kalau Rosana ada hati untuknya. Ia tahu Bagas mau mendekatkan dirinya dengan Rosana.


" Ouh , kalo gitu. Bisakah minggu depan kamu ajak cewek mu ke gereja kita untuk berkenalan dengan kami ? " Ujar Bagas kepada Ray yang menjawab dengan lantang untuk menerima tantangan dari Bagas agar Ray bisa membuktikan kepada para sahabat gerejanya tentang Ray sudah memiliki pacar.


"Bisa dong." Jawab Ray tersenyum tegas.


Ray bisa bicara seperti itu kepada para sahabat gerejanya ,namun sepulangnya Ray dari Ibadah dan berkumpul bersama dengan teman -teman gerejanya.


Ray menghela napas berat dan mengerutkan dahi melihat Eve sedang berbicara dengan cowok yang tinggal di rumah nomor 201 hanya berduaan saja di depan minimarket. Hati Ray melambung panas bagai gunung merapi yang siap mengeluarkan lava atau laharnya.


" Ekhemm..Eve sedang apa kau di situ ? " Tanya Ray melangkah lebar dan tiba di dekat Eve yang menengadahkan kepala untuk menjawabnya.

__ADS_1


" Eve habis belanja beli sabun mandi dan sabun cuci baju di minimarket.Kenapa ? "


" Enggak napa -napa.Kalo kamu udah selesai belanja. Jangan terlalu lama di luar rumah di hari sudah mulai sore hari. Berbahaya tahu ?! " Jawab Ray mengambil kantong belanjaan Eve seraya melirik tajam ke cowok rumah nomor 201.


" Berbahaya apanya sih ,Kak Ray ? Ini ,'kan baru jam 5 sore dan rumah ada di depan kita cuma jarak 200 meter doang kok." Kata Eve heran sekali dengan Ray.


" Jarak 10 meter pun bisa berbahaya bagi cewek sendirian di sini dengan berduaan dengan cowok nanti kau bisa jadi bahan gunjingan warga di komplek perumahan kita tahu gak ? " Kata Ray yang menggenggam jemari Eve untuk berjalan bersama dengannya ke arah rumah nomor 208.


" Ihhh..Apa -apaan sih ,kau ? Berani juga ya kau mengatur ku ? Memangnya kau ini siapa sih ? " Tanya Eve marah tak suka dengan sikap Ray yang aneh itu.


" Karena Aku..." Ray baru saja akan mengatakan bahwa dia merasa cemburu dan jatuh cinta pada Evelyn di hadapan Evelyn. Namun di batalkan oleh Ray karena Tante Nabila dan Ziko serta Delia telah menunggu mereka di teras depan rumah.


"Kak Ray , kau sudah pulang ya? " Sambut Delia menarik lengan Ray masuk ke rumah dengan nada manja.


" Iya , Del. Kakak sudah pulang.Ini ada cheese cake untuk mu." Jawab Ray memberikan sekotak kue rasa keju kepada Delia yang langsung senang menerima kue rasa keju pemberiannya.


" Makasih , Kak Ray." Sorak Delia riang.


" Ray , cepat gih mandi dan rapi -rapi karena tadi Mama kasih tau Tante kalo malam ini ada acara keluarga mama mu yang mengundang kamu dan Delia untuk ikut di acara nya." Kata Tante Nabila memberitahu pesan Mama Jenny kepada Ray.


" Ah , ya Tante.Makasih atas informasinya." Jawab Ray sopan kepada Tante Nabila sembari melirik Eve yang menyelinap masuk ke kamar gadis itu sendiri.


" Emm..Eve apakah kau tahu rasanya mencintai itu menyakitkan tanpa orang yang kita cintai dapat mengetahui perasaan kita seperti Aku kepadamu ini , Eve ? " Batin Ray pedih sekali memikirkan Eve tak ada peka sedikitpun terhadap sikap dan cara Ray memperhatikan dan memperlihatkan rasa sayang dan cinta Ray terhadap Eve selama ini.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2