Stay For Love

Stay For Love
Episode 95.


__ADS_3

Lisa melajukan motornya dengan kencang sekali di jalan raya yang sangat padat di malam hari untuk menghilangkan perasaan hatinya yang kesal dengan semua orang di rusun Mawar yang membuat dirinya memutuskan untuk keluar dari rusun Mawar.


Cahaya lampu jalan yang terang benderang dan lampu -lampu lain dari kendaraan lain yang amat ramai dan bising menambah kericuhan di dalam hati Lisa yang semakin menambah kecepatan nya mengendarai motornya.


Kecepatan Lisa mengendarai motor tak di sadari oleh Lisa yang telah meninggalkan Jakarta dan Ia malah menuju ke kota Tangerang dan Ia baru sadar ketika Ia melihat patung taman Potret di Kota Tangerang.


"Eh, Gue kesasar ke Tangerang..?! Ahhh,Gue jadi merasa lapar nih..!" Kata Lisa menghentikan motornya di pinggir jalan sebuah mal yang ada di pusat Kota Tangerang yang sangat terkenal di Tangerang, yaitu Mal Tangcity.


Karena rasa lapar yang menggerogoti isi perut nya itu membuat Lisa memilih untuk masuk ke Mal dan memarkirkan motornya di parkiran lalu Ia berjalan masuk menuju ke dalam Mal.


" Wah, cukup lengkap juga isi dalam mal ini dan berarti Gue bisa membeli makan malam dan cari toilet untuk mandi sebelum Gue cari rumah kost di daerah sini untuk tempat tinggal Gue untuk memulai hidup baru Gue..! " Kata Lisa yang kini berjalan menuju ke salah satu restoran yang ada di Mal Tangcity.


Lisa pun memilih restoran Es Teler 77 dimana Ia memesan menu nasi goreng dan es teh manis untuk makan malam nya. Ia sangat menikmati menu pesanannya dengan perasaan bebas dan tenang.


" Hai, Lis..Kok Elo ada di kota Tangerang sih? " Sapa seorang gadis rambut pendek berbaju santai kepada Lisa yang segera mengenali gadis yang menyapanya itu lalu menjawab.


" Hai , Nike..Ahh , ya nih Gue lagi pengen hidup mandiri aja..!" Jawab Lisa tersenyum ramah.


" Eh, Kenapa Elo tiba-tiba kepengen hidup mandiri di Kota Tangerang ? Bukankah Elo lebih cocok untuk hidup bersama dengan keluarga Elo di rusun Mawar ? " Tanya Nike sembari duduk di kursi depan Lisa dan memesan menu makanan dan minuman kepada pelayan restoran tersebut.

__ADS_1


" Iya, Karena Gue pengen mempunyai suatu pekerjaan baru yang bisa menghasilkan uang yang banyak untuk Gue bisa pergi ke salon dan mengubah penampilan Gue seperti Elo, Nike..!" Jawab Lisa menggunakan dagunya untuk Nike tahu keinginannya itu.


" Ouh..Astaga, ternyata untuk mengubah gaya penampilan Elo aja kenapa Elo harus memilih pergi dari rumah dan keluarga Elo di rusun Mawar sih..? Elo 'kan bisa menggunakan uang hasil bantuin dagangan Abah Elo dan pekerjaan Elo sebagai tukang parkir di pasar Glodok..?! " Ucap Nike sambil menyuap bakso ke mulut.


" Ya, karena Gue mau memberikan kejutan untuk keluarga Gue kalau Gue bisa berubah menjadi seorang feminim seperti yang mereka inginkan dan Gue juga pengen di lirik oleh cowok yang Gue taksir, Nik..! " Jawab Lisa muram durja.


" Lah, ya Gue ngerti dulu Elo gak kayak gini sih waktu Elo masih Abg dan berpacaran dengan Betrand yang di rebut oleh Kakak Elo sendiri dan Elo terpaksa untuk mengubah perasaan cinta Elo terhadap Betrand dari perasaan pacar menjadi perasaan saudari ipar dan rasa patah hati Elo yang mendalam membuat diri Elo berubah jadi preman agar Elo gak terlihat sebagai seorang cewek yang lemah dan rapuh. Lalu, kini Elo udah melupakan perasaan Elo ke Betrand dengan Elo jatuh cinta kepada cowok lain yang sedikitpun tak pernah melirik dan peka terhadap perasaan hati Elo ke cowok itu sampai Elo pengen ubah penampilan Elo dan cara hidup Elo..! " Kata Nike sahabat dekat Lisa yang selalu menjadi tempat Lisa mencurahkan hatinya.


" Iya, Nik..Apa Elo bisa bantu Gue sampai Gue berhasil menggapai mimpi, cita dan harapan Gue yang sangat ingin Gue raih itu ?" Tanya Lisa yang menangis sambil menyeruput minuman es teh manis nya dengan sedotan.


" Iya, Gue bisa..! " Jawab Nike yakin.


" Sungguh..! " Jawab Nike mantap.


" Oke..Kalo gitu malam ini Gue harus gimana nih sebelum misi Gue dapat Gue kerjakan ?" Tanya Lisa kembali bersemangat lagi sambil memukul pundak Nike hingga gadis itu meringis kesakitan karena telapak tangan Lisa sungguh tebal dan kasar.


" Auw..! Aduduh , patah deh pundak Gue..! " Kata Nike meringis sambil mengusap -usap pundak nya.


"Ups, maafkan Gue ya soalnya Gue amat terlalu semangat sih abis dengar jawaban mantap Elo yang mau dan bisa bantuin Gue menjalankan misi nyata Gue..! " Kata Lisa nyengir malu -malu untuk kesungguhan hatinya meminta maaf pada Nike.

__ADS_1


" Emm..Ya, ya Gue maafkan Elo. Tapi, ada syarat nya ?! " Ujar Nike yang menunjuk ke makanan dan minuman nya yang sudah kosong di meja yang di mengerti oleh Lisa sebagai syarat yang harus di penuh oleh Lisa untuk maafnya itu.


" Ouh..Oke..Oke...! " Jawab Lisa segera.


Lisa pun membayarkan makanan dan minuman Nike sekaligus makanan dan minuman pesanan nya juga sebesar tiga ratus ribu rupiah kepada kasir restoran.


" Oke, Lis..Sekarang kita pergi ke kostan Gue dulu untuk malam ini Elo tidur sebelum kita cari tempat tinggal dan pekerjaan yang tepat untuk Elo dan misi Elo tercapai dengan sukses dan lancar..! " Kata Nike begitu mereka sudah jalan ke luar gedung Mal menuju ke parkiran motor.


********


Di sebuah pantai yang di namakan tempat untuk menyempurnakan abu jenazah di daerah Kota Tangerang yang di kenal sebagai daerah Dadap ada Jeremi Song yang di temani oleh Irene dan segenap keluarga dari Almarhumah Istrinya yang bernama Regina Putri Bruno itu sedang duduk berlayar ke tengah pulau perbatasan dengan menggunakan perahu nelayan sambil membawa guci abu jenazah Regina dan Bimo Song untuk di sempurnakan atau di larung di tengah lautan.


" Jer..Sudah waktunya untuk kamu melepaskan istri dan putra mu pergi ke Nirvana..! " Kata Papa mertua nya yang sangat memahami kesedihan di dalam hatinya itu.


" Iya, Pa..! " Jawab Jeremi yang menarik napas dengan berat hati sebelum menyempurnakan abu jenazah isteri dan putranya di laut lalu di taburi bunga -bunga tabur sambil di bacakan doa -doa agama Buddha yang di anut olehnya.


" Kakak..Jangan sedih lagi agar Kakak ipar dan Bimo bisa tenang dan damai di Nirvana...! " Kata Irene yang selalu mendampingi Kakaknya yang malang itu.


" Irene..Kamu ternyata sudah dewasa dan cantik pula ya..?! " Ucap Mama mertua nya Jeremi yang memiliki sebuah pemikiran yang sejalan dengan Mama nya Jeremi yang juga hadir di Dadap usai mereka menyempurnakan abu jenazah Regina dan Bimo Song.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2