
Sesudah pesta pernikahan mereka berakhir dengan bahagia dan penuh sukacita yang amat besar, mereka berdua memutuskan untuk pergi berbulan madu ke pulau Bali.
" Papa...! Papa apakah aku dan adik Edo akan ikut juga jalan -jalan ke pulau Bali? " Tanya Marisa Wildan putri dari Lukas Wildan kepada Lukas Wildan setelah semua tamu undangan pernikahan antara Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman telah meninggalkan tempat pesta.
" Ya, tentu saja sayang, kamu dan Edo akan ikut serta dalam wisata kepulau Bali bersama dengan Papa dan Mama Lisa kalian. " Jawab Lukas Wildan sambil menggendong putrinya dan menunggu Lisa berganti pakaian dari pakaian pengantin ke pakaian bepergian yang santai di kamar mandi di hotel Jw. Marriott.
" Huek..! Huek..! " Lisa memuntahkan seluruh isi perutnya ke wastafel kamar mandi.
" Lisa, kamu tak apa-apa? " Tanya Mama nya Lisa yang membantu Lisa berganti pakaiannya.
" Iya, aku tak apa-apa mungkin aku kecapean. " Jawab Lisa menerima tisu dari Mama nya yang memberikannya tisu dan air minum.
" Ya, sudah. Jagalah kesehatan mu sejenak sebelum kamu pergi ke bandara soetta bersama dengan suami mu untuk liburan bulan madu ke pulau Bali. " Kata Mama nya mengikat rambut sebahu nya dengan karet rambut warna merah.
" Heemm, ya Mama.. " Jawab Lisa yang diam -diam mengelus -elus bawah perutnya yang agak keras dan kram.
" Lisa, kamu harus ingat untuk di mulai hari ini kamu adalah seorang istri dan ibu dari anak -anak Lukas Wildan yang menjadi suamimu, karena itu kamu harus bisa menjaga dirimu dan keluargamu dengan baik terutama jagalah nama baik keluarga kita melalui bicara mu dan sikap mu yang harus sopan dan menghormati suami mu dengan baik. " Pesan Papa nya dengan nada kasih sayang seraya memeluknya untuk terakhir kalinya sebelum Ia mengikuti Lukas Wildan untuk selamanya.
******
Ray menidurkan sepasang balita kembar nya di kamar masing-masing anak -anaknya yang pertama yaitu Richard Gilberto Xu dan Renata Gilberto Xu usai Ia membacakan dongeng anak -anak untuk kedua buah hatinya itu.
" Selamat malam dan selamat tidur untuk kalian anak -anak Papa dan Mama yang cantik dan juga ganteng. " Kata Ray kepada kedua buah hatinya seraya mengecup lembut dahi keduanya.
__ADS_1
" Eve, gimana kondisi kesehatan mu belakang ini? Aku lihat kamu sedikit lesu dan tak ada gairah sama sekali. " Ucap Ray kepada Evelyn istrinya di kamar mereka.
" Iya, karena aku tak mendengar suara detak jantung kedua bayi kembar di dalam perutmu ini, Kak Ray. " Jawab Evelyn yang mengejutkan hati Ray.
" Lho kenapa kamu tak pernah bilang kepada ku mengenai kondisi anak -anak di perutmu? " Tanya Ray kepada Evelyn dengan nada cemas.
" Karena aku takut kamu akan cemas dan juga berpikiran yang tidak-tidak mengenai kedua buah hati kita di perut ku ini." Jawab Evelyn dengan tangisan cemas kepada Ray.
" Justru karena kamu tak bilang aku, maka aku akan semakin cemas terhadap mereka dan kamu , sayang. Ayo, sebaiknya kita segera pergi ke rumah sakit siloam internasional untuk kita bisa kondisi kedua buah hati kita di perutmu. " Kata Ray kepada Evelyn dengan nada suaranya semakin besar dalam kecemasannya itu.
Dan, kecemasan Ray serta ketakutan Evelyn terjadi begitu mereka berdua telah memeriksa kesehatan kedua janin di rahimnya Evelyn kepada dokter spesialis kandungan tepercaya oleh mereka.
" Maaf, Tuan dan Nyonya Xu kami harus berikan saran agar Nyonya Xu segera melakukan operasi untuk mengeluarkan kedua janin yang sudah tak bernyawa lagi akibat kondisi rahim Nyonya Xu yang terlalu lemah dan kecapean. " Kata dokter spesialis kandungan Evelyn dengan nada serius kepada Ray dan Evelyn.
"Eve..! " Kata Ray memeluk istrinya untuk dirinya bisa menenangkan hati dan pikirannya karena hatinya hancur berkeping-keping yang di sebab kan oleh kehilangan sesuatu yang paling berharga di dunia di dalam hidupnya dan Evelyn.
Malam hari itu juga Evelyn melakukan operasi mengeluarkan kedua buah hati mereka dari rahim nya Evelyn yang baru berusia tiga belas minggu karena meninggal dunia di dalam rahim nya Evelyn yang lemah.
Ray memejamkan sepasang matanya untuk Ray memanjatkan doa untuk kedua buah mereka yang kini telah di makamkan di pemakaman keluarga besar Gilberto Xu di kota Medan usai Evelyn dapat keluar dari rumah sakit siloam internasional.
" Evelyn, tenangkanlah hatimu dan sabarlah ya suatu saat nanti kita akan bisa mempunyai anak lagi. Pokoknya untuk saat ini kita fokus untuk merawat dan membesarkan Rich dan Rena anak -anak kita yang besar. " Kata Ray kepada Evelyn dengan nada menghibur untuk istrinya itu.
" Iya, Kakak Ray. Aku memang seorang ibu yang tak bisa menjaga anak -anak kita di dalam perut ku sendiri..! " Kata Evelyn yang tidak pernah bisa berhenti untuk menyalahkan dirinya sendiri.
__ADS_1
" Ssst jangan pernah menyalahkan dirimu selalu sayang karena semua itu sudah suratan takdir yang artinya kita tak berjodoh dengan mereka untuk menjadi suatu ikatab keluarga. " Kata Ray kepada Evelyn yang menangis di pelukannya.
" Kak Ray..! "
Evelyn semakin pecah tangisannya itu sampai Ray harus menghibur Evelyn dengan berlibur bersama dengan anak -anak pertama mereka ke luar negeri yakni ke negara Meksiko.
******
Ziko mendapatkan surat kelulusan kuliahnya dengan sukacita sekali karena Ia sekarang ini sudah menjadi seorang sarjana muda S ekonomi dan Ia bisa mengandalkan ijazah nya untuk Ia dapat mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk nya.
" Ziko, apakah kamu mau melamar pekerjaan di perusahaan apa?" Tanya Kakak pertamanya yang selalu mendukungnya dalam segala apa pun keputusannya.
" Aku mau bekerja di perusahaan tempat kerja nya, Kakak ipar pertama. " Jawab Ziko dengan nada gembira sekali kepada kakak pertamanya itu.
" Wah, bagus sekali rencana mu itu Ziko. Kakak semua mendukung mu seratus persen untuk kebahagiaan mu. " Kata semua kakaknya yang mengelilinginya.
Pandangan mata Ziko di tunjukkan kepada gadis yang menumpang untuk sementara waktu di rumah nya itu dan gadis itu sangatlah menarik hatinya sejak awal mereka bertemu.
" Ratnasari, apakah kamu bekerja di perusahaan yang sama dengan ku pada esok hari? "Tanya Ziko tersenyum ramah kepada Ratnasari gadis yang ngekos di rumahnya.
" Iya, boleh jugalah kebetulan aku belum dapat satu pekerjaan mu semenjak aku lulus SMK dan datang ke kota Tangerang dari Semarang. " Jawab Ratnasari dengan senyuman manisnya kepada Ziko.
Bersambung!
__ADS_1