
Rapat di perusahaan tempat bekerja Ray telah usai dan tiba saatnya untuk Ray makan siang di kantin bersama dengan rekan -rekan kerjanya dan Ia sangat menikmati waktu istirahat siang nya.
" Pak Ray, pernahkah anda berkunjung ke villa di daerah pantai Anyer? " Tanya salah satu dari rekan kerjanya sambil menyuap nasi ke dalam mulut.
"Belum." Jawab Ray.
"Cobalah anda berkunjung ke villa di daerah pantai Anyer untuk berlibur bersama dengan keluarga anda untuk menikmati keindahan alam pantai Anyer. " Kata rekan kerjanya yang duduk di samping kanannya.
" Memangnya di sana ada tempat wisata apa saja? " Tanya Ray ingin tahu.
" Ada banyak sekali, misalkan pantai carita , pantai karang bolong dan macam-macam ada di sekitar pantai Anyer. " Jawab Pak Budianto rekan kerjanya.
" Wah, boleh juga informasi untuk liburan akhir pekan aku bersama dengan keluargaku. " Kata Ray berseri-seri membayangkan bisa liburan bersama dengan keluarganya pada akhir pekan.
******
Di toko sepeda, Pasar Glodok.
Seorang pria usia tiga puluhan tengah sibuk di toko sepeda melayani para pembeli yang datang ke toko sepeda tempatnya bekerja dan pria ini di puji kinerja nya sangat baik oleh bosnya.
" Pa, lihat deh cara kerjanya Chiko ini bagus dan cepat 'kan? Dia bisa loh jadi karyawan teladan di toko sepeda kita. " Kata Amanda putri dari bos toko sepeda memuji Chiko Gilberto Xu.
" Kau memuji dia terus menerus, Man. Apakah kamu suka dia? " Bos itu menanyakan putrinya yang bernama Amanda.
" Hehehe, Papa tahu aja deh apa yang ada di hati Amanda. " Kata Amanda cengengesan karena Papanya mengetahui isi hatinya yang jatuh cinta kepada karyawannya.
__ADS_1
" Emm, Amanda. Papa ini adalah papamu ya jelas Papa tahu kamu lebih baik daripada orang lain..! " Kata Pak Hendrawan bos toko sepeda sambil memerhatikan Chiko Gilberto Xu sibuk melayani pembeli sepeda di toko mereka.
Chiko Gilberto Xu memang mempunyai rencana di benaknya dengan pria ini bekerja di toko sepeda Pak Hendrawan yaitu pria ini ingin dekati Amanda putri pemilik toko sepeda yang telah menarik hatinya itu.
" Hai, Chiko. Apakah kamu sudah tak sibuk lagi? Bisakah kita mengobrol sebentar di warung kopi di sebelah? " Sapa Amanda dengan senyuman yang menandakan bahwa gadis ini tergila-gila kepada Chiko Gilberto Xu.
"Sudah engga sibuk kok. Ya, boleh. " Jawab Chiko Gilberto Xu membalas senyuman Amanda lalu mereka pergi ke warung kopi untuk makan siang bersama dan mengobrol bersama.
Di sepanjang jam istirahat, mereka asyik cerita satu sama lainnya sampai mereka berdua nyaris bahwa sudah waktunya untuk mereka kembali bekerja sebagai karyawan di toko sepeda.
" Chiko, berikan nomor WA mu dong untuk aku..! " Pinta Amanda dengan senyum manisnya pada Chiko Gilberto Xu.
" Oke.. Ini nomor WA ku..! " Kata Chiko Gilberto Xu memberikan nomor WA nya kepada Amanda.
" Terimakasih Chiko atas nomor WA mu ini..! " Kata Amanda sambil mengecup pipi Chiko sebelum pergi ke tokonya.
" Aku menginginkan seorang anak dari istriku yang tak pernah bisa mempunyai anak pasca Ia pernah mengalami keguguran beberapa waktu lalu dan Dokter sudah memvonis nya tak pernah bisa hamil dan melahirkan untuk selamanya..! "
Chiko Gilberto Xu memejamkan sepasang mata untuk mengingat kenangan pahit untuk dirinya dan istrinya.
" Kak Chiko, aku sekarang ini adalah seorang wanita cacat untuk selamanya..! Aku sungguh seorang wanita gagal untuk seumur hidupku..! "
Rainy Yen pernah mengungkapkan rasa di hati wanita itu kepada Chiko Gilberto Xu beberapa waktu lalu.
" Rain, kau jangan pernah berpikir bahwa kamu cacat! Aku yakin sekali suatu hari nanti kamu pasti bisa memberikan Aku seorang anak dari rahim mu sendiri..! "
__ADS_1
Waktu itu Chiko Gilberto Xu selalu menghibur istrinya itu , namun ia kecewa karena Rainy Yen diam-diam mempunyai seorang pria di luar sana selain dirinya suami dari Rainy Yen.
" Sayang, kapan kamu akan mengunjungi aku di Jakarta? Aku sudah bosan nih di rumah yang dingin dan menjemukan aku..!" Kata Rainy Yen di telepon genggamnya pada suatu malam hari di dengar oleh Chiko Gilberto Xu ketika pria ini habis pulang kerja.
" Rain, aku juga merindukan kamu yang selalu ku ingat di hatiku di setiap hariku..! " Kata seorang pria yang pernah mengirim pesan di instagram Rainy Yen yang pernah di lihat dan di baca oleh Chiko Gilberto Xu.
Rasa kecewa dan sakit hati karena di duakan oleh istrinya sendiri membuat Chiko Gilberto Xu menginginkan seseorang untuk menemaninya dan menjadi bagian hidupnya dan orang itu jatuh kepada Amanda Hendrawan putri bos toko sepeda di pasar Glodok.
" Cantiknya gadis itu..! Hmm, layak untuk aku jadikan sebagai istri kedua aku untuk aku bisa memperoleh keturunan yang aku inginkan yang seperti Ray yang sudah mempunyai dua orang anak dari istrinya yang cantik dan berbudi luhur yang membuat orang lain merasa iri karena Ray mempunyai seorang istri yang sangat baik dan lembut luar dan dalam. " Kata Chiko Gilberto Xu yang diam -diam merasa iri dengan kehidupan bahagia Ray dan Evelyn.
Kini Chiko Gilberto Xu membulatkan tekadnya untuk mengubah nasibnya dengan mencari cara untuk mendapatkan cinta dan hati Amanda melalui dirinya bekerja sebagai karyawan di toko sepeda milik Papa dari Amanda.
*******
Rita Gilberto Xu menyibukkan dirinya di ruko nya karena Kakaknya Ray ini memilih untuk buka usaha kuliner khas pontianak di ruko depan komplek perumahan Pik.
" Pak, silakan di cobain kuotie karya restoran sederhana saya..! " Kata Rita Gilberto Xu yang menawarkan dagangannya kepada setiap orang yang di temuinya di ruko nya.
" Maaf, selain makanan kuotie? Adakah jenis makanan lain seperti roti selai srikaya dan telur khas pontianak yang kamu jual di restoran mu? " Tanya Bapak yang di tawarkan makanan yang di jual oleh Rita Gilberto Xu dengan wajahnya lebih tertarik pada kecantikan Rita Gilberto Xu yang sangat manis itu daripada makanan itu.
"Oh, ada, Pak. Mari, anda masuk dulu ke dalam restoran saya..! " Kata Rita Gilberto Xu dengan nada sopan mengajak tamunya ke restorannya.
Di dalam restoran Rita Gilberto Xu. Ada dua orang anak dari Rita Gilberto Xu yang bernama Bernard dan Ester yang masih balita namun kedua orang anak itu sangat rajin membantunya dalam menjual makanan mereka kepada setiap pembeli yang datang ke restoran mereka.
" Bapak, silakan di coba menu makanan khas Pontianak dari restoran kami..! " Kata Bernard membawakan buku menu makanan kepada tamu mereka dengan senyuman ramah.
__ADS_1
Bersambung!