Stay For Love

Stay For Love
Episode 108.


__ADS_3

Papa nya Jeremi membalas tatapannya dengan ketegasan yang tak dapat di bantah oleh Jeremi yang langsung diam membisu begitu Papa nya sudah mengambil sikap yang sangat keras dan tegas terhadapnya.


" Ah, ya..Baiklah, Pa..Jeremi turuti perintah Papa untuk rasa bakti Jeremi kepada Papa..!" Kata Jeremi menundukkan kepala nya.


"Ih, Kakak Jeremi apa -apaan sih ?Kenapa dia malah menuruti kemauan Papa nya? " Tanya Tamara di dalam hati sambil melirik sinis kepada Jeremi.


Hendrawan Saputra Song yang sudah melihat putra tunggal nya sudah tak membantahnya lagi segera melayangkan senyuman puas kepada Lee Jong Hwa sepupu dari istrinya sekaligus calon besannya itu.


"Lee, mereka sudah sepakat untuk menikah pada esok hari sesuai rencana kita sebelum mereka berangkat ke Seoul pada malam hari esoknya bersama dengan Irene yang juga akan Aku tunangkan dengan keponakan mu yang menjadi dokter magang di salah satu rumah sakit di Kota Seoul yang bernama Edgar Purnama Lee yang akan datang besok hari yakni satu jam sebelum acara pemberkatan dan resepsi pernikahan Jeremi dan Tamara di langsungkan di taman rumah ku..!" Kata Hendrawan Saputra Lee yang mendapatkan anggukan setuju dari Lee Jong Hwa dan keluarga Lee lainnya di ruang keluarga dalam rumahnya.


Irene tampak kaget sekali mendengar perkataan terakhir dari Papa nya yang mengatakan dirinya akan di tunangkan dengan keponakan Oom Lee Jong Hwa yang bernama Edgar Purnama Lee pada esok hari juga yang bersamaan dengan pernikahan Kakaknya dengan Tamara sepupu luar nya itu.


"Astaga..Si Papa ada -ada saja sih kenapa juga Aku sampai di bawa-bawa segala untuk rencana yang sudah di rancang nya dengan sempurna bersama dengan Oom Lee berhasil..! " Batin Irene sangat mengkal dengan perkataan Papa nya itu.


Tetapi, Irene tak berani membantah perintah dari Papa nya yang di ketahuinya sangat keras dan tegas terhadap peraturan yang di terapkan di dalam rumah mereka di daerah Menteng, Jakarta Pusat.


*******


Di sebuah apartemen yang berjarak tak jauh dari lokasi rumah sakit tempat Edgar bekerja sebagai Dokter magang terlihatlah seorang gadis bule yang menjinjing tas belanjaan di tangan kanan berjalan masuk ke lift yang tertera angka naik ke lantai tiga.


" Ku harap Edgar belum berangkat bekerja agar aku tak terlambat mengantarkan sarapan pagi untuknya..! " Kata Eugene gadis asal Australia yang jatuh cinta kepada Edgar.

__ADS_1


"Ku rasa Pak Dokter muda itu tak kan pernah menyukai masakan mu, Eugene..!" Kata seorang pemuda tampan usia tiga puluh dua tahun yang menjadi rekan kerja Jeremi Song dan tetangga sebelah unit apartemen Edgar.


" Umm, Gunawan kamu tuh ya sok tahu banget deh..! Edgar itu bukan tipe cowok yang suka pilih -pilih makanan seperti kamu..! " Kata Eugene yang mendelik sebal kepada Gunawan.


" Jeh, kalau kamu gak percaya ucapanku kalau Edgar cowok gebetan mu itu gak suka makanan mu..?! Ya, sudah seterah kamu sajalah..! Dasar keras kepala di bilanginnya..! " Kata Gunawan yang terdengar emosian kepada Eugene.


"Ihhh..Sableng kau..! " Umpat Eugene melototi Gunawan seraya berjalan keluar dari lift setelah lift sampai di lantai tiga.


Gunawan manyun sambil menekan tombol lift ke tanda turun ke lantai satu untuk area parkiran mobil para penghuni gedung apartemen tetapi sebelum pintu lift tertutup masuklah seorang gadis cantik berwajah oriental yang tinggal di sebelah kanan unit apartemennya.


"Hai, Gunawan..Apakabar? " Sapa Silvia Chen Li gadis asal kota Guangzhou, China Selatan.


"Hai , Silvia..Oh, kabarku baik dan sehat..Makasih banyak..!" Jawab Gunawan senyum ceria sekali di sapa seorang gadis semanis Silvia Chen Li.


"Belum, Sil..Aku baru minum kopi saja..! Kenapa? Apa kamu mau mentraktirku sarapan pagi di kafetaria samping kantor ?" Jawab dan tanya Gunawan kepada Silvia sambil berjalan menuju ke mobil nya yang terparkir di area parkiran.


" Ya, kau memang jenius Gun bisa menebak apa yang ada di hatiku ini..! Hahaha, ya aku memang ada rencana mau mengajak mu sarapan pagi di kafetaria di samping kantor..! " Kata Silvia yang tertawa renyah kepada Gunawan sebelum gadis ini masuk ke mobil gadis itu yang terparkir di sebelah mobilnya Gunawan.


"Hehehe siapa dulu dong ? Gunawan gitu loh..! " Kata Gunawan menyombongkan dirinya kepada Silvia sambil menunjuk dirinya dengan ibu jari tangan kanannya sebelum masuk ke mobilnya.


" Ouh, dasar kau centil banget..! Oke, mari kita segera berangkat sebelum kita telat untuk kita bisa sarapan pagi di sebelah kantor kita bekerja sebelum kita bekerja..! " Kata Silvia yang sudah duduk manis di depan kemudi mobilnya kepada Gunawan sebelum meluncurkan mobilnya itu keluar dari area parkiran gedung apartemen.

__ADS_1


Eugene berjalan di sepanjang lorong apartemen menuju ke unit apartemen nomor tiga ratus dua lalu menekan tombol bel di tengah pintu unit apartemen itu dengan senyuman yang sangat manis sekali.


Ting..!


Tong..!


Berkali -kali Eugene menekan tombol bel unit apartemen nomor tiga ratus dua namun tak ada jawaban dari dalam unit apartemen itu yang berarti sang pemilik unit apartemen nomor tiga ratus dua sedang tidak ada di tempat.


"Ah, apakah aku sudah terlambat lagi untuk aku bisa mengantarkan sarapan pagi buatanku ini untuk Edgar ? ahh..Sebal banget..! " Kata Eugene dengan lemas sekali sambil berjalan kembali ke lorong dalam apartemen menuju ke lift.


*******


Edgar menatap arloji di pergelangan tangan kiri nya untuk memastikan dirinya tak terlambat tiba di bandara Internasional Seoul untuk perjalanan pulang ke Indonesia untuk memenuhi panggilan mendadak oleh Papa dan Mama nya yang telah menghubungi nya pada tengah malam hari usai Edgar pulang kerja.


" Ed, besok pagi sekali kamu sudah harus tiba di Jakarta karena Papa dan Mama mu sudah buat kejutan istimewa untuk mu menjelang hari ulang tahunmu yang ke dua puluh enam tahun tiba..! " Kata Papa nya di telepon dengan nada misterius sekali kepadanya.


" Ah, tapi Pa ? Ed masih ada urusan kerja besok pagi di rumah sakit. Jadi, Ed tak bisa mendadak pulang ke Jakarta ,dong? " Tanya Edgar bingung kepada Papa nya melalui telepon di hp nya.


"Ish, urusan kerja mu satu hari bisa di tunda loh tetapi urusan yang satu ini kamu tak boleh di tunda karena urusan yang satu ini menyangkut masa depanmu sesuai harapan mu sekali loh..! Pokoknya, kamu harus pulang kerja besok pagi -pagi sekali..! " Jawab Papa nya lebih serius dan misterius banget kepadanya.


Maka, sekitar jam satu malam hari waktu Seoul. Edgar meluncur ke bandara Internasional Seoul untuk bersiap menaiki pesaawat kelas ekslusif untuk perjalanan nya kembali ke Jakarta sesuai perintah Papa nya itu.

__ADS_1


Bersambung..!


__ADS_2