Stay For Love

Stay For Love
Episode 110.


__ADS_3

Lukas tampak begitu terkejut melihat foto hasil usg kehamilan Hilda yang di kirimkan oleh Ray kepadanya melalui wa sampai Lukas nyaris menjatuhkan hp nya dari ketinggian ruang kerja nya di pabrik konveksi di daerah Tangerang.


"Astaga..Mama Hilda sungguh mengejutkanku ! Apakah Beliau mempunyai seorang kekasih di luar rumah yang di sembunyikannya dariku?" Pikir Lukas.


Lukas pun mengingat -ingat kembali dirinya ini pernah melihat Hilda sedang mengobrol dengan Doni Wildan secara rahasia di belakang rumah mereka pada suatu sore di saat Lukas ingin ambil pakaian kering di tiang jemuran di bagian samping rumah mereka.


" Ada rahasia apakah antara Papa dengan Mama Hilda? Kenapa mereka mengobrol begitu rahasia sekali dariku?" Pikir Lukas saat itu.


Kini logika Lukas jalan setelah melihat foto usg kehamilan Hilda yang di kirimkan oleh Ray ke wa nya pada siang hari ini. Lukas pun menghela napas untuk mengusir perasaan marah yang kini berkecamuk di benaknya terhadap Papa nya itu.


"Papa adalah kekasih rahasia Mama Hilda dan sekarang Mama Hilda telah hamil anaknya Papa yang berarti calon adik tiriku dan William serta Ray..! " Kata Lukas begitu gemetaran saat Lukas memegangi hp nya di genggaman tangannya.


" Hoi, Kak Lukas..Sekarang sudah jam dua belas siang lho ! Sudah waktu nya makan siang dan istirahat kerja..! " Seru Lisa dari lantai bawah.


" Ah, Lisa..Tunggu bentar aku datang..! " Jawab Lukas yang kembali cerah begitu gadis pujaan hatinya yang memanggilnya itu.


Lisa dan Lukas hari demi hari semakan dekat dan akrab satu sama lain semenjak mereka tahu kalau mereka bekerja di pabrik yang sama dan lagi pula mereka ingin menjalin keakraban satu sama lain untuk memenuhi keinginan mereka masing -masing.


"Wah, asyik nih jika aku bisa dekat dengan Kak Lukas, maka aku bisa dekat dengan Benny si cupu idola Gue..! " Pikir Lisa sambil menikmati makan siang katering pabrik di kantin pabrik.


"Aduh, Lisa kamu itu hari demi hari telah kuasai hatiku yang kosong sejak aku kehilangan istriku Jessica yang sudah dua tahun meninggal dunia dan membuatku limbung dengan kehidupanku..!" Pikir Lukas yang telah jatuh cinta kepada Lisa.

__ADS_1


"Kak Luk, maukah kamu menukar lauk terung balado mu itu dengan empal ku ini ?" Tanya Lisa kepada Lukas sambil memperlihatkan piring nasi bungkus nya kepada Lukas.


" Ya, boleh dong..Ini kau ambilah..!" Jawab Lukas tersenyum untuk Lisa.


*******


Di pabrik roti yang berada di daerah Jakarta Selatan. Benny terlihat murung menatap layar hp nya sambil menikmati makan siangnya di kantin sampai Benny melupakan Winda rekan kerjanya yang duduk di kursi seberangnya.


" Ben..Kamu tahu gak kalau Bu Rina mau bahas tentang merekomendasikan mu untuk kamu bisa naik jabatan loh ke aku tadi di rapat pagi kami di kantor pusat..!" Kata Winda yang terus bicarakan tentang pekerjaan dengan Benny yang asyik lihat hp tanpa merespon gadis itu.


" Ben..! Ben..! Kau dengar gak sih yang aku saat ini bicarakan kepadamu..?" Tanya Winda dengan nada keras kepada Benny sambil mengetuk jari telunjuk ke meja kayu kantin depan mereka.


"Ehh..Ya, Win? Kamu bicara apa barusan? Maaf, aku tadi kurang konsentrasi karena aku sedang memikirkan masalah pribadi yang selalu hadir dan mengganggu aku akhir -akhir ini sampai Aku tak konsentrasi pada pembahasan yang kamu bicarakan denganku pada siang ini...!" Jawab Benny yang malah pergi dari kantin tanpa perduli ekspresi bingung Winda melihat reaksinya yang sedang gusar itu.


Benny juga merasa bingung sendiri semenjak Ia tak mendapatkan kabar sekitar dua bulan lebih tentang Lisa semenjak gadis tomboy tetangga satu rusun Mawar nya itu pergi dari rusun itu.


"Aduh, aku kenapa selalu kepikiran Lisa terus ya? Aku ini sebenarnya kenapa sih? " Tanya Benny pada dirinya sendiri seraya mengacak -acak rambutnya sendiri di taman pabrik roti.


"Hai, Benny...!" Panggil seseorang yang di kenal olehnya dari luar pabrik roti. Ia segera melihat dari gerbang pabrik roti untuk mengetahui orang yang memanggilnya itu.


" William ?" Tanya Benny segera menghampiri William di luar pabrik.

__ADS_1


"Wil, kenapa kamu bisa datang menemuiku di pabrik roti tempat aku bekerja?" Tanya Benny yang menatap sepupunya.


" Aku mau kasih surat undangan pernikahanku dengan Sarah yang akan di gelar minggu ini di restoran Pondok Selera 1 Tangerang. Ku harap kamu bisa hadir di hari istimewaku, ya Kak Ben..! "Jawab William memberikan surat undangannya kepada Benny.


"Wah, tentu saja aku akan datang sebagai saksi pernikahan mu dengan Sarah, adik ku sayang..! Ku doakan kamu bahagia selamanya bersama dengan Sarah pacarmu itu." Kata Benny yang setulus hati mendoakan kebahagiaan adik misan nya itu.


"Hmm, ngomong -ngomong soal pacar ? Gimana kabar terbaru Kak Benny? Apakah Kakak sudah temukan gadis pujaan hati Kakak yang baru dan ok? " Tanya William dengan senyum menggoda Benny.


"Ahhhh...Kakak belum punya gebetan baru dan oke, Will..Kakak masih mau fokus untuk sukses dahulu barulah Kakak pikirkan tentang mencari gebetan yang baru dan oke untuk Kakak..! Pokok nya kamu tuh sebagai adik misan kesayangan Kakak harus bantu doa agar Kakak dapat segera sukses dan dapat gebetan baru dan oke..!" Jawab Benny tersenyum sabar menghadapi godaan William yang nakal.


"Wah, ya tentu saja Wil selalu mendoakan Kakak Benny sukses dan cepat temukan gebetan bari dan oke sebagai jodoh yang terbaik untuk masa depan Kakak..!" Kata William tertawa lebar.


Benny pun ikut tertawa bersama dengan adik misannya yang sudah tumbuh dewasa dan juga bijaksana dalam menyikapi kehidupan yang amat keras di dalam kehidupan masyarakat di era globalisasi ini.


******


Sarah membuka sepasang matanya secara tiba -tiba ketika Ia sedang tidur siang di rumahnya di daerah Perumnas 1 dan Ia terbelalak kaget luar biasa saat menemukan dirinya di ikat di tiang ranjang oleh Doni Wildan yang menyelinap masuk ke rumahnya tanpa sepengetahuannya di saat William tak ada di rumahnya.


" Oom Doni..Oom mau apa ? Iih, lepaskan Sarah.. Oom..! " Jerit Sarah yang mulutnya di sumpal saputangan tebal oleh Doni Wildan.


" Aku sudah bilang jauhi putraku atau kau akan dapat masalah dengan ku..! " Kata Doni yang membuka pakaian rumah Sarah dengan kasar lalu menubruk Sarah dengan beringas sekali.

__ADS_1


" Aaahhhh...! Tidakkkk....! " Jerit Sarah di dalam batinnya.


Bersambung...!


__ADS_2