Stay For Love

Stay For Love
Episode 101.


__ADS_3

Sarah yang merasa ketakutan melihat dirinya di kurung di ruangan dalam rumahnya sendiri dan di lempar ke sofa ruang tamu dengan kasar oleh calon mertua nya sendiri segera mencari cara untuk kabur dengan meloncat dari jendela.


" Hei..Mau lari kemana kamu..?!" Teriak Doni yang segera mengejar Sarah tetapi segera lari ke arah lain untuk bersembunyi di balik dinding di gang agar dirinya tak di lihat oleh William yang mengangkat alisnya menemukan Sarah berlari meninggalkan rumah mereka dengan gemetaran sekali.


" Sarah..! Kamu kenapa lari dari rumah dengan ketakutan gini ?" Tanya William yang cepat peluk Sarah yang mendorongnya.


" J..Jangan kau sentuh aku..! " Ucap Sarah yang menangis keras.


" Hei..! Apa yang telah terjadi denganmu? Ada siapakah di rumah kita ?" Tanya William dengan menyelidik ke arah rumahnya yang pintu depan terbuka sedangkan pintu kayu tertutup rapat.


".." Sarah tak bisa menjawab William karena di saat ini gadis ini masih ketakutan sekali kepada Doni Wildan yang mungkin masih berada di dalam rumah nya dan William.


William yang tak menemukan jawaban dari Sang kekasih tercinta dengan cepat melangkahkan kaki nya ke rumah nya dan membuka pintu kayu untuk memeriksa seluruh isi dalam rumahnya itu tapi Ia tak berhasil menemukan apa-apa di sana.


" Emmm..Sepertinya ada seseorang yang datang ke rumah ku dan Sarah ! Dan , orang itu pasti sudah melakukan sesuatu kepada Sarah sampai Sarah lari dari rumah dengan ketakutan kayak gini...! " Pikir William mengedarkan pandangan mata nya ke seluruh rumah nya sembari jemari nya menggenggam erat tangan Sarah yang ada di sampingnya.


"Wil..Sebaiknya kita pindah rumah saja dari sini untuk aku tidak merasa ketakutan lagi tinggal di rumah ini..!" Kata Sarah yang tampak masih agak pucat pada wajahnya.


"Emmm..Baiklah, Sar. Kita akan pindah rumah yang jauh dari orang itu yang sudah berani sekali mengganggu ketenangan kita..! " Kata William yang menduga bahwa mantan kekasihnya Sarah yang selalu mengganggu hubungan asmaranya dengan Sarah.


"Makasih banyak Will akan pengertianmu yang amat besar kepadaku..!" Kata Sarah yang telah merasa tenang setelah mendapatkan kepastian dari William mengenai mereka akan segera pindah rumah.

__ADS_1


Doni Wildan yang merasa kesal sekali dengan kegagalannya memisahkan William dengan Sarah itu semakin kesal mendengar percakapan putra nya itu dengan kekasih putranya yang membujuk putra nya untuk pindah rumah dan menjauhkan dirinya dengan putra nya mencari akal yang paling tepat lagi untuk menyelesaikan permasalahannya dengan putranya itu.


" Hmmm..Besok aku akan datang lagi ke rumah ini untuk mengancam Sarah agar mau pergi dan menjauhi William dengan cara lain lagi..! " Pikir Doni yang berbalik arah untuk meninggalkan area perumnas 1.


*********


Di sebuah panti asuhan yang sederhana namun penuh kehangatan dan kekeluargaan yang amat hangat ada seorang anak laki -laki berusia enam atau tujuh tahun yang berdiri di pintu kantor dari kepala panti asuhan.


Yogi Yudistiro nama anak laki -laki itu yang sudah hampir dua tahun lebih tinggal di panti asuhan yang bernama 'Kasih Bunda Amara' di daerah Pamulang Tangerang Selatan semenjak anak itu menjadi yatim piatu karena orang tua kandungnya sudah tiada lagi di dunia.


" Pak Agustinus, apa Anda sungguh hati ingin mengadopsi Yogi Yudistiro sebagai putra Angkat Anda dan istri anda ?" Tanya Bunda Amara yang di dengar oleh Yogi dari pintu kantor kepada pria usia lima puluh tahun yang datang bersama dengan wanita usia empat puluh lima tahun ke panti asuhan tempat Yogi di asuh selama dua tahun lebih.


" Iya, Bunda Amara. Saya dengan istri Saya Ina Sukmawati sudah sepakat untuk mengadopsi Yogi sebagai putra kami untuk menjadi teman bermain dan belajar putri -putri kami yang usia nya sebaya dengan Yogi di rumah kami yang berada di Perumahan Anyelir, Kota Tangerang Pusat." Jawab Pak Agustinus dengan sungguh hati menyatakan keinginannya dan istrinya itu untuk mengadopsi Yogi Yudistiro sebagai putra mereka kepada Bunda Amara.


" Terimakasih banyak, Bunda Amara...! " Kata Pak Agustinus dan istri usai bersalaman untuk berpamitan dan kesepakatan bersama dengan Bunda Amara lalu mereka menemui Yogi yang berada di luar kantor Bunda Amara.


" Yogi sayang, mulai hari ini kamu sudah punyai Mama dan Papa serta Kakak dan Adik yang menjadi keluarga baru mu...! Mari perkenalkan ini Papa Agustinus -mu dan ini Mama Ina Sukmawati -mu , sedangkan mereka berdua yang duduk di bangku sana adalah Kakak Hanny dan Adik Hanna..! " Kata Bunda Amara yang menuntun Yogi untuk berkenalan dengan Papa dan Mama serta saudari -saudari baru nya.


" Nah, mari kau panggil Aku dengan sebutan Papa , ya Sayang..?! " Ucap Agustinus dengan suara yang hangat kepada Yogi Yudistiro.


" Papa...! " Panggil Yogi.

__ADS_1


" Kalau Aku ? Kau panggil Aku Mama...!' Kata Ina Sukmawati memeluk Yogi dengan kelembutan hati seorang ibu untuk Yogi.


" Mama...! " Panggil Yogi.


" Mereka adalah Kak Hanny dan Adik Hanna..! " Kata Ina Sukmawati yang memperkenalkan kedua orang putri kembar nya kepada Yogi yang merasa senang sekali mempunyai dua orang saudari semanis Hanny dan Hanna.


" Hanny..! " Kata Hanny mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Yogi.


" Hai, Kak Hanny..! " Kata Yogi tersenyum ramah menyambut uluran tangan Hanny.


" Hanna..! " Kata Hanna tersenyum manis dan hangat persaudaraan kepada Yogi.


" Halo, Hanna...! " Balas Yogi.


" Nah, Yogi sekarang kamu sudah bisa berkemas dan ikutlah pulang bersama dengan keluarga baru mu ke rumah baru mu yang hangat dan juga penuh cinta kasih dan sayang satu sama lain nya untuk mu, Sayang...! " Kata Bunda Amara merangkul kedua bahu Yogi Yudistiro dengan kasih sayang.


" Iya, Bunda Amara...! Terimakasih banyak untuk segala yang pernah kamu berikan untuk Aku di sini bisa bahagia dan mempunyai banyak sekali saudara dan saudari yang sangat menyayangiku dan ku sayangi dengan sepenuh hatiku..! " Kata Yogi yang memberikan senyuman hangatnya itu kepada segenap anak -anak lain di panti asuhan Bunda Amara.


Lalu, Yogi pun berkemas di kamar nya sebelum Ia bergabung kembali dengan keluarga barunya yang sudah menanti nya di pintu gerbang panti asuhan Bunda Amara dengan di kelilingi oleh para saudara -saudari serta Bunda Amara dan para biarawan dan biarawati yang selama ini menjadi keluarganya usai Ia sebatang kara di dunia ini.


"Selamat tinggal semuanya..! Aku sangat sayang kepada kalian ! Aku janji akan selalu mengingat kalian di sini dan Aku akan selalu sering untuk mengunjungi kalian setiap perayaan hari natal dan paskah dengan membawakan banyak kado natal dan telur paskah untuk kalian semua yang ada di panti asuhan Bunda Amara ini..!" Kata Yogi Yudistiro sebelum masuk ke mobil merek Yariz warna kuning yang terparkir di gerbang panti asuhan Bunda Amara.

__ADS_1


" Iya, Yogi..Selamat jalan dan berbahagialah kau hidup bersama dengan keluargamu yang baru..! Kami di sini selalu mendoakan kebahagiaan dan kesehatan mu selalu..! " Jawab Bunda Amara dan para penghuni panti asuhan Bunda Amara kepada Yogi yang segera masuk ke mobil milik Pak Agustinus.


Bersambung..!


__ADS_2