Stay For Love

Stay For Love
Episode 7.


__ADS_3

Eve menaruh tas sekolah di punggungnya dan Ia sudah bersiap untuk naik motor ojek yang telah di pesan olehnya dan menunggu dengan sabar hati di depan pintu gerbang rumah nya.


" Hei.." Sapa Ray dengan nada riang gembira saat motor honda beat yang di kendarai Lukas lewat di samping kanan motor ojek yang akan di tumpangi oleh Eve.


Eve secara respek menoleh ke samping kanannya dan merasakan jemari Ray menyentuh ujung anak rambutnya yang berjuntai lembut di punggunng nya.


"Ih apa -apaan sih Dia itu ? " Pikir Eve mengerutkan kening nya ke arah motor Lukas yang sudah lewat dengan cepat dan menghilang ke pintu gerbang perumahan Anyelir.


Di motor saudara tirinya itu , Ray menghirup jemari nya yang menyentuh ujung anak rambut lembut Eve sambil lewat tadi dengan begitu menghayati sekali.


" Wangi buah strawbery segar." Kata Ray pelan.


" Wangi buah apa , Ray ? Orang rambut Gue ini wangi sampo Clear mentol sachet." Kata Lukas di depan Ray.


" Gue gak omong tentang Elo, Luk. Gue ngomong dari Gue pagi hari ini sungguh mengherankan hati Gue deh sama aroma yang manis dan segarkan pagi hari Gue di hari pertama Gue tinggal di Kota Tangerang." Kata Ray tersenyum -senyum sendiri di belakang Lukas.


Sekolah Pelita Harapan, Tangerang.


Eve turun dan bayar ongkos motor ojek tepat di depan pintu gerbang sekolah nya. Lalu gadis ini dengan langkah riang menuju ke sekolahnya yang sangat dan selalu menyenangkan baginya.


" Met pagi , Eve. Tumben banget jam segini kamu sudah datang di sekolah ?? " Sapa seorang gadis rambut ikal dan berkacamata tebal kepada Evelyn.


"Met pagi juga , Loli. Ya kebetulan saja tukang ojek nya datang tepat waktu di depan rumahku." Jawab Eve yang sudah menaiki tangga untuk menuju ke kelasnya.


" Hai , Eve..Apakah kamu sudah baca mading hari ini di depan kantor tata usaha sekolah kita ? " Sapa Asya dengan langkah lebar -lebar dan nyaris melompati dua atau tiga anak tangga sekaligus.


" Belum. Emangnya ada pengumuman apa di mading , Sya ? " Tanya Eve sambil berjalan belok ke kelas dan di sapa teman -teman sekelasnya yang lain kecuali Salsa Margareta dan tiga teman baik Salsa yang memandang sinis dan sebal pada Eve dari tempat duduk keempat gadis itu.


" Hai , pagi Eve. "


" Pagi juga teman -teman ," Sapa balik Evelyn nada ceria dan hangat kepada teman -temannya.

__ADS_1


Eve baru saja ingin menaruh tas di loker belakang kelasnya. Ia di kejutkan oleh seikat bunga mawar merah dan coklat favorit nya yang di sodorkan Asya kepadanya dari belakang.


" Untuk mu , Eve." Kata Asya tersenyum manis kepada Evelyn.


" Untuk ku ? Bukankah hari ini bukan hari ulang tahun ku dan juga hari valentine ?" Tanya Evelyn bingung kepada Asya.


" Untuk menyatakan rasa suka ku kepadamu ,Eve. Aku ingin menjadi pacarmu. Maukah kau menjadi pacarku ? " Asya dengan tatapan mata hangat mengucapkan kata -kata itu di depan seluruh para teman sekelas Eve.


" Maaf , Sya. Aku belum mau pacaran dulu saat masih sekolah." Jawab Evelyn halus namun tegas kepada Asya yang muram.


" Ah , ya. Aku tunggu sampai kita lulusan smu yang tak lama lagi , ya 'kan ? " Asya pantang sekali untuk menyerah dalam meraih segala sesuatu di inginkannya.


" Iya , Eve..Bulan depan kita semua akan lulus smu lho dan sekarang ini kita tinggal menunggu surat tanda lulusan sekolah kita dan perayaan pesta kelulusan lalu kita akan mulai masuk kuliah di kampus pilihan kita masing -masing." Kata Loli yang mendukung Asya kepada Evelyn.


" Hmm bulan depan masih satu bulan lagi ,' Kan ? Ya ,silakan kau tunggu saja jawaban dariku." Kata Eve yang berjalan menuju ke tempat duduknya di barisan depan meja guru.


" Masih ada harapan untuk mu , Sya ! Berusahalah trus ! Semangat ! "


" Ih , Si Asya itu kayak gak punya harga diri banget sih sampai memohon -mohon gitu untuk menjadi pacar cewek cupu dan kamseupay itu." Kata Salsa sebal sekali terhadap tindakan Asya yang ajukan diri anak laki -laki itu untuk menjadi pacar Evelyn.


Sekolah Cinta Kasih , Tangerang.


Ray memberikan surat lamaran pekerjaannya pada kepala sekolah Cinta Kasih di kantor kepala sekolah tersebut. Ia dengan penuh harapan sekali kepala sekolah akan menerima dirinya untuk kerja jadi staf administrasi di sekolah itu.


" Pak Raymond Gilberto Xu dengan pendidikan Anda yang lulusan Universitas ternama Amerika Serikat macam Harvard. Apakah Anda tidak salah untuk melamar pekerjaan sebagai staf adm biasa di sekolah sederhana kami ini ? " Kepala Sekolah Cinta Kasih bertanya kepada Raymond dengan melambaikan surat lamaran pekerjaan Raymond di meja kerja dari Kepala sekolah tersebut.


" Iya ,memangnya kenapa ? Apakah ada yang salah dengan surat lamaran pekerjaan Saya , Ibu Kepala Sekolah Minarti ? " Tanya Ray merasa tak ada salah di surat lamaran pekerjaannya.


" Ya tak ada yang salah , Pak. Cuma kurang tepat bagi Anda untuk bekerja sebagai staf Adm biasa di sekolah kami ini. Sebaiknya , Anda ajukan diri Anda untuk menjadi ketua yayasan sekolah ini dengan penampilan dan pendidikan Anda yang mencerminkan Anda adalah seorang eksekutif kelas tinggi." Jawab Kepala Sekolah Cinta Kasih dengan nada yang sangat sabar di dalam kata -katanya untuk Ray mengerti penolakan halusnya untuk pemuda ini bekerja di sekolah itu.


" Baiklah , Aku ngerti. Gausah bertele -tele untuk nerangin maksud Anda itu." Kata Ray bangkit dari kursi lalu keluar dengan tergesa -gesa dari ruang kepala sekolah itu.

__ADS_1


" Ray..?! " Panggil Lukas mengejarnya ke parkiran gedung sekolah Cinta Kasih.


" Gausah hibur Gue. Elo urus saja pekerjaan Elo di sini." Kata Ray yang memanggil taksi untuk antar dia keliling daerah Tangerang menuju ke Jakarta.


Lukas terdiam di parkiran gedung sekolah Cinta Kasih lalu berbalik arah kembali ke kelas yang jadi tugasnya untuk memberikan pelajaran seni lukis pada murid -murid sekolah tersebut.


Tengah hari yang sangat terik sekali dan panas bukan main di ubun -ubun yang tentunya dapat membakar tiap orang yang tinggal di Ibukota yang sangat padat penduduknya itu. Jakarta memang kota yang sangat panas di bulan Juni hingga pada bulan September setiap tahunnya.


" Sewa ruko di pasar Glodok bagus untuk kamu buka usaha , Ray." Kata seorang pria tampan usia sebaya Ray yang menghampiri Ray di kafetaria d depan perkantoran di pusat Ibukota Jakarta.


" Berapa modal yang harus Gue keluarkan untuk sewa ruko di pasar Glodok? Apakah ada sisa nya untuk sewa apartemen kecil di daerah tamrin ini untuk Gue dan Delia tinggali ? "Tanya Raymond sambil menyeruput sekaleng kopi nescafe kepada temannya itu.


" Apartemen yang bagus dan sesuai dengan kau ada di daerah Jakarta Selatan , Ray. Namun uang kau belum cukup untuk sewa di daerah Jaksel. Kau bisa sewa rumah kecil di dekat sini ada satu daerah ini." Jawab temannya kepada Raymond.


Ray mempertimbangkan usul temannya itu cukup lama sambil memandang ramainya jalanan dari kaca jendela kafetaria yang di datangi Raymond untuk menemui temannya yang tinggal dan juga bekerja di Ibukota Jakarta cukup lama sekali.


" Jeremi , hotel apakah yang berada di depan kita itu ? " Tanya Ray dengan semangat sekali kepada Jeremi nama temannya itu.


" Grandhyat ,"


" Hmm..Gue bisa melamar pekerjaan sebagai manajer hotel itu." Kata Ray berbinar -binar di bola mata indahnya.


" Jeh..Jadi manajer hotel itu masih rendah banget bagi kau , Ray. Kau itu cocoknya jadi pemilik dari hotel itu dengan tampang bos muda mu itu." Kata Jeremi mengangguk tegas untuk ubah niat Ray yang konyol bagi Jeremi.


" Jer , Gue bukan lagi Raymond Gilberto Xu yang terkenal di kalangan bos muda Asia - Pasifik dan Eropa di bidang bisnis mal besar .Gue ini saat ini adalah Raymond biasa yang di tak dapat uang jatah bulanan dari Daddy Gue semenjak Gue ini putuskan keluar dari rumah Daddy Gue yang amat megah di Singapura. Jadi , Gue harus cari uang dengan jerih payah Gue sendiri dengan modal uang saku hasil kerja Gue diam -diam di luar tahu Daddy Gue yang bonafit itu." Kata Raymond pada Jeremi.


" Ya , kalo gitu usul Gue adalah Elo buka usaha di bidamg makanan saja dengan modal yang ada di saku Elo , Ray." Kata Jeremi mengedikan kepala untuk Ray melihat kafetaria yang ramai sekali dengan pengunjung yang tak pernah berhenti berdatangan.


" Gimana Gue buka usaha biji coklat atau bijih kopi atau permen di daerah Tangerang ? " Tanya Ray memandangi Jeremi yang mengacungkan ibu jari kepadanya.


Bersambung..!

__ADS_1


__ADS_2