Stay For Love

Stay For Love
Episode 26.


__ADS_3

Semilir angin berhembus di pesisir pantai sungai Musi membuat Ray mengantuk karena angin sejuk di sore hari di hari pertama Ray tiba di kota yang terkenal dengan makanan yang bernama Pempek.


" Huamm, ngantuk banget Gue dah." Kata Ray.


" Ini minum kopi dulu biar gak ngantuk, Ray." Kata seorang gadis usia dua puluh tiga tahun yang tahu -tahu menyodorkan sekaleng kopi merek torabika susu kepada Ray.


" Gue gak suka minum kopi yang ada susu nya." Tolak Ray menjauhi putri salah satu klien Oom Bruno.


" Oh yaudah kalo kamu gak suka minum kopi yang ada susu nya. Ini ku ganti dengan kopi tanpa susu yang oke punya."Kata gadis itu menawarkan kopi lain dalam kemasan kaleng kepada Ray.


" Belinda, please. Gue gak suka apa pun yang Elo tawarkan ke Gue dan jangan ganggu Gue ,ya?! " Ujar Ray nada ketus kepada Belinda gadis yang tinggal di seberang rumahnya Eve dan juga putri klien dari Oom Bruno.


" Umm, iya, ya Ray. Aduh jangan galak dong sama Aku." Kata Belinda manyun di ketusin oleh Ray.


Ray berjalan mendekati salah satu kedai di depan jalan dan di kedai itulah Ray membeli satu cangkir kopi dan sebungkus kacang atom untuk camilan sebelum aktivitas kembali.


" Hai ,Kak Ray...!" Sapa seorang pemuda usia dua puluh tahun melambaikan tangannya kepada Ray.


" Steve..Wah, tengkyu kamu udah jemput Aku di sini untuk Aku bisa mengunjungi Kakak Nayla di rumahnya yang katanya berada di daerah ini." Kata Ray tersenyum senang kepada Steve putra kedua dari Kakak sepupunya yang tinggal di Palembang.


" Iyalah begitu Steve dapat info kalo Kak Ray akan ke Palembang. Steve langsung tanyain Mama tuk tahu di mana lokasi Steve bisa jemput Kakak Ray yang udah lama sekali gak datang ke Palembang jika gak ada keperluan kerja sebagai rutinitasnya Kakak sehari -hari." Ucap Steve menjabat tangan Ray yang memberinya kacang atom.


" Hmm..Ya, itu baru namanya keponakan sepupu ku..Eh jangan panggil Aku kakak Ray lagi. Panggil Aku dengan sebutan Oom Ray sesuai status ku sebagai adik sepupu Mamamu." Kata Ray yang sudah masuk ke mobil Avanza silver nya Steve.

__ADS_1


" Eiii, Ray...Jangan tinggalin Aku di sini dong..!" Teriak Belinda di pesisir pantai sungai Musi yang tak menyangka Ray telah masuk ke mobil orang yang di kenali Ray sebagai kenalan Ray di kota Palembang.


" Oom ,gimana nih ?" Tanya Steve dari kursi nya di belakang kemudi kepada Ray.


" Cabut aja dan biarin dia pulang sendiri ke hotel bokapnya toh di sebelah sana itu ada mobil supir kantor bokapnya." Jawab Ray tak peduli kepada Belinda.


" Eh..? "


" Eh ,apa ? Sini tukar tempat denganku..Jika kamu sungkan terhadap cewek ulat pete kayak gitu." Kata Ray dengan nada tak sabar untuk pergi dari gangguan Belinda yang centil itu.


" Ya, ya..Oom Ray..Jangan marah dong sama Aku Steve keponakan rasa sepupu mu ini." Kata Steve akhirnya melajukan mobilnya meninggalkan area sungai Musi.


Brrmmmmm..!!


" Eii...! Aaahh Gue benaran di tinggalin sama si kucrit Ray brengsek..!" Jerit Belinda kesal.


" Silakan Ray di makan tekwan nya."Kata Kakak Nayla menyodorkan semangkuk tekwan kepada Ray.


" Ya, Kak Nayla makasih." Jawab Ray begitu ceria melihat suasana rumah Kakak sepupunya yang ramai dengan hadirnya suami Kakak sepupunya yang bernama Indra Saputra dan kedua orang anak sepupunya yaitu Stella Saputra dan Steve Saputra yang mengelilinginya di meja makan.


" Hei Ray apa benar kamu udah punya pacar baru yang akan segera kau pingit secepatnya ?" Tanya Kakak Indra Saputra dengan muka ingin tahu dari berita terkini mengenai kasmaran Ray yang amat langka itu.


" Iya, benar Kak." Jawab Ray segera.

__ADS_1


" Kapan kamu pingit pacar mu itu ?" Tanya Kakak Indra Saputra yang ikut menyuap tekwan ke mulut nya sendiri.


' Mm rencana ku sih tahun depan usai Ray kembali dari Singapura pada bulan oktober ini untuk Ray bisa kunjungi Daddy terdahulu." Jawab Ray yang kini minum jus kelapa muda segar.


"Emm baguslah kalau gitu ,Ray. Karena pacaran sebelum menikah itu pamali banget takut terjadi hal yang tak di inginkan yang bisa merusak nama baik diri sendiri dan keluarga. Ingat jangan pernah kamu ulangi perbuatan Kakak kandung mu dulu yang akhirnya merusak kepercayaan yang telah di berikan oleh keluarga ceweknya kepada dia, ya Ray ?" Pesan Kakak Nayla kepada Ray.


" Ya , Kak Nayla. Ray ingat kok saat kejadian itu telah menimpa diri Kakak Chiko dan Kak Tania sehingga Kakak Tania depresi dan meninggal dunia di usia muda sedangkan Kak Chiko, dia itu memilih kabur ke Peru untuk menghilangkan rasa malu dan sakit kehilangan kekasih dan juga rasa menyesalnya yang tiada pernah habis akibat dari segala perbuatannya itu terhadap Kakak Tania." Jawab Ray yang mengenang masa kecilnya yang penuh peperangan di rumah tangga Mama dan Papanya juga peristiwa dirinya yang di ikat di tiang listrik oleh Mama nya yang melampiaskan amarah terhadap dirinya.Selain ingatan itu juga ada ingatan tentang Kakak nya yang bernama Chiko yang di usir oleh Akong Xu dari daftar nama anggota keluarga Gilberto Xu akibat perbuatan dari Kakaknya itu.


" Ray..Ray udah belum nih makan tekwan nya atau mau lagi ? Masih ada kok di panci di dapur ,sini Kakak ambilin lagi untukmu." Kata Kakak Nayla yang menyeret kembali dirinya ke kehidupannya yang sekarang di usia nya akan beranjak dua puluh empat tahun.


" Emm,gausah Kak. Makasih Ray udah kenyang kok dan malah sekarang Ray harus pamit untuk kembali ke hotel untuk ngurus kerjaan Ray lagi." Jawab Ray sopan kepada Kakak sepupunya.


" Iya, baiklah Ray. Kalau begitu hati -hati ya dalam bekerja dan semoga sukses untuk mu juga ada waktu luang mainlah lagi ke sini, ke rumahnya Kak Nayla." Kata Kakak Nayla kepada Ray usai Ray berdiri untuk berpamitan kepada Kakak sepupu nya dan keluarga sepupunya itu.


" Kak Ray ,lihat tuh cewek itu udah nungguin Kak di depan pintu lobby hotel." Kata Chiko yang kembali mengantarkan Ray ke hotel.


" Biarin aja dia berdiri kayak patung gak jelas dan gak laku." Kata Ray santai sambil membuka pintu mobil Chiko dan menutupnya kembali seraya Ray melambaikan tangan untuk Chiko yang membalas mengangguk sopan lalu meluncur keluar dari area hotel dengan mobilnya.


" Ray..? "


Ray tak menghiraukan Belinda yang di acuhkan dan di lewati nya sampai ke depan lift.


" Kau keterlaluan sekali Ray jadi orang..!" Teriak Belinda yang menahan pintu lift dan nyaris jatuh ke dalam lift yang terbuka namun kosong tak ada bagan liftnya jika tak ada Ray yang menariknya dari belakang dan keduanya terjatuh telentang di lantai depan lift.

__ADS_1


" Minggir Lo jangan dekat -dekat sama Gue." Kata Ray mendorong kasar Belinda dari atas tubuhnya ke samping.Lalu Ray melangkah masuk ke dalam Lift yang benar dan menutupnya begitu saja tanpa memedulikan Belinda yang malu di dilihat oleh para pengunjung lain dari hotel itu.


Bersambung..!!


__ADS_2