Stay For Love

Stay For Love
Episode 33.


__ADS_3

Eve termangu di tempat nya selama lima menit sebelum dirinya sadar kalau Ray sudah pergi dari kamarnya dan meninggalkan rumahnya dengan mobil sport warna hitam milik pria itu.


"Auhh..Perih.." Keluh Eve pada bibirnya dan leher serta bagian tubuhnya yang lain yang mendapat bercak -bercak merah dari gigitan ganas Ray yang untungnya dapat mengendalikan diri dengan tak sampai terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan.


" Dasar monster gila.." Maki Eve meringis melihat cermin rias di depan lemari pakaiannya dan Ia menemukan bibirnya memar oleh Ray.


Di dalam mobil sportnya, Ray sendiri nyaris tak waras membayangkan dirinya nyaris tak dapat mengendalikan keinginan hatinya pada Eve untuk memiliki gadisnya seutuhnya.Namun,Ray ingat akan Tuhan yang mengajarkannya untuk Ray bisa menjaga harkat,martabat dan kehormatan gadis kesayangannya sampai waktunya tiba.


"Aku seperti di bakar api rasa blueberi yang unik banget.Ku marah mengetahui Revan yang pernah nyaris melamar Eve dan mencium Eve bahkan Aku semakin ingat kemarin di taman wisata Safari di mana Danny ingin menyentuh kesayanganku. Aku tak bisa mengendalikan diriku jika ada orang lain ingin mengambil Eve dari ku." Kata Ray memukul setir mobil dengan geram.


Semenjak hari itu Ray sibuk dengan urusan Delia dan pekerjaannya selama berbulan -bulan lama nya sampai tak terasa waktu telah sampai ke bulan maret pada tahun berikutnya.


Sesuai ucapannya itu di tahun lalu, Ray datang ke rumah Eve untuk menjemput Eve ke Pulau Bali dan mengajak seluruh anggota keluarga Eve ke Pulau Bali.


Di sana, mereka mengadakan pemotretan Prewed dengan berbagai pose yang sangat romantis dan mengagumkan sekali selama berjam -jam dan juga berhari -hari di daerah Tanah Lot, Bali.


" Kak Ray, kau mau apa mengajak ku ke sini ?" Tanya Eve yang menatap tajam Ray yang berada di hadapannya.


"Mencium mu." Jawab Ray tanpa sungkan lagi.


Ray mengecup Eve di tepi kolam renang di villa di daerah Tanah Lot.


"Aku mencintai mu ,Eve." Ucap Ray lembut pada Eve usai mengecup bibir Eve sepuas hatinya.


" Iya, makasih." Jawab Eve gugup.


" Balas aku ,Eve.Please..!" Ucap Ray memohon Eve dengan tulus seraya jemarinya gerilya ke gaun Eve yang indah.

__ADS_1


"Iyaaa...!" Pekik Eve menggeliat.


" Eve ucapkanlah kau cinta kepadaku." Kata Ray yang mulai menjelajahi tubuh Eve yang lembut.


" Ya, aku cinta padamu..Aahh..!" Jerit Eve dengan airmata berlinang di sudut mata gadis itu.


" Makasih, Eve.Inilah yang ku pinta darimu."Kata Ray yang mengangkat tubuh Eve dengan sebelah lengan dan tangan yang lain melakukan yang Ray sukai.


" Su..Sudahh...Ku mohon..Aku belum siap...!" Pekik Eve yang di turunkan kembali ke sofa panjang di kolam renang.


"Emm..Masih di segel kok. Tenang aja aku tunggu sampai bulan depan." Kata Ray senang sekali bisa menikmati Eve tanpa perlu malu -malu lagi.


" Iihh ,sinting banget sih jadi orang." Maki Eve.


"Siapa suruh selama berbulan -bulan lamanya kau gak ladeni ku dengan sikap sok sibuk dengan ini -itu gak jelas."Kata Ray yang memangku Eve.


"Iiih karena aku bukan gadis murahan tahu."Kata Eve berusaha mengelak dari serangan bibir Ray.


"Aku belum mau karena aku bukan gadis yang di beli oleh bos gila sepertimu ini untuk barang atau boneka mainan mu..! Dengar,ya ? Noh si Agnes nanyain kapan kau suka pada gadis miskin dan cupu kayak aku ini ?" Ucap Eve di pangkuan Ray.


"Lah bilang saja sejak kau lahir di dunia ini melalui diri Mama Nabila dan Papa Ferdinan. Lalu kamu jawablah kau jauh lebih manis dan bersih dari dia yang suka menclak menclok ke sana sini kayak bunglon ke cowok -cowok gak jelas hingga hamil di luar nikah dengan cowok yang maruk hartanya saja yang dia ambil dari Danny si tolol yang harus melarat dan kesepian di penjara selama tiga tahun karena ulahnya di taman wisata Safari pada tahun lalu." Kata Ray menaruh Eve di sofa dengan posisi yang benar.


" Emmm..? Trus aku harus ngapain lagi ?" Tanya Eve yang melompat berdiri dengan gesit untuk hindari pelukan Ray.


"Ya, tunggu bulan depan kau jadi milik ku lah dan kau bisa hamil anak -anakku dalam waktu singkat sesuai impianku." Jawab Ray mengejar Eve yang lari kabur darinya.


" Hei..Hei..Jangan lari -lari nanti gaun nya rusak lho ! " Tegur pihak penata busana prewed kepada Eve yang lari begitu kencang tanpa peduli gaun terinjak -injak highheelsnya.

__ADS_1


"Loh kok cuma Aku yang di tegur ? Noh , dia juga di tegur dong ? Lihat tuh ! Tuksedo nya sampai copot gimana ?" Balas Eve menunjuk ke Ray yang sudah membuang jas mahalnya ke kolam renang dan hanya memakai kemeja putih saja.


" Gue beli baju dan gaun yang di rusak bocah itu dari Elo -elo pada..!" Jawab Ray terkekeh sambil jemarinya membentuk panggilan anak ayam pada Eve.


" Ei..Aku bukan anak ayam mu..Weh..!" Ejek Eve menjulurkan lidahnya ke Ray yang berjarak dua puluh meter darinya.


" Dih ,gemasin banget nih..Awas ya ketangkap ama Gue ? Abiz kau..!" Ucap Ray melangkah maju ke depan Eve yang tak nyadar di belakang gadis itu adalah tebing.


Eve yang berusaha untuk menghindari Ray itu tak melihat dirinya di ujung tebing dan nyaris terjatuh jika tak di tangkap Ray yang menyambar pinggang mungilnya dan mendekapnya erat sekali.


" Kyaaa..!! " Jerit Eve menutup kedua matanya.


" Trus saja di tutup ya kedua matamu itu sampai aku izinkan untuk membuka kedua matamu yang sangat indah itu." Kata Ray yang menggendong Eve sambil menuruni tangga menuju ke ruangan dalam kamar tidur di villa.


Eve di baringkan di tempat tidur oleh Ray yang kemudian menutup kamar itu ,lalu terdengarlah suara Eve yang menangis karena sakit pada tubuh mungilnya.


"Kak Ray...! Sakittt...!" Pekik Eve merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya di hari itu.


" Ya, pelan -pelan..Kakak akan membantumu untuk rapi -rapi." Kata Ray pada sore hari itu dan bantu Eve bangun dari tempat tidur yang ada noda darah kesucian Eve di sana.


"Perih..Hikhikhik.." Rintih Eve yang di bantu Ray untuk mandi dan sebagainya.


" Jaga dirimu usai hari ini ,Eve.Jangan sampai ada sedikit kesalahan dalam kesehatan mu,ya ?" Pinta Ray pada Eve usai gadisnya rapi dan dia juga pun rapi.


" Iya..! Apa sih maksud Kakak ?" Tanya Eve masih belum tahu apa -apa dengan segala sesuatu yang telah terjadi antara dirinya dengan Ray di acara Prewed di Pulau Bali.


"Mmmmm...Pokoknya jaga saja..Dan janganlah kau banyak protes trus." Jawab Ray menyuapinya makan malam dengan lembut.

__ADS_1


Eve menggangguk patuh karena di sumpal nasi dan ayam petutu yang lezat makanan khas Bali oleh Ray yang tersenyum -senyum sangat ceria di bibir pria itu melihat gadisnya begitu manis dan patuh kepadanya.


Bersambung...!!


__ADS_2