
Natusha ikut bersorak untuk kesuksesan teman satu kelasnya yang mendapatkan ranking lima besar di kelas sampai Ia nyaris tak mendengar namanya di panggil oleh wali kelasnya untuk Ia mengambil rapot.
"Kamu harus tingkatkan prestasi mu pada awal semester genap untuk nilai ujian nasional mu memuaskan. " Kata wali kelas memberikan nasihat kepada Natusha.
" Iya, Bu makasih. " Jawab Natusha dengan nada suaranya gemetar karena khawatir akan nilai di buku raport.
Teman-teman nya mengerumuni nya untuk lihat hasil raport nya bersama-sama seperti yang telah di lakukan teman-teman nya namun gadis ini tampak gugup sekali karena ia khawatir akan nilainya tak sesuai dengan harapannya.
"Nat, ranking berapa kamu untuk awal tahun ini? " Tanya Thomas menundukan kepalanya di bahu kanan Natusha untuk mengintip nilai raport nya Natusha.
Natusha melihat nilai raport nya cukup bagus karena ia mendapatkan ranking dua besar di kelasnya sampai Ia bersorak bersama dengan Thomas dan teman-teman yang lainnya.
" Hore, aku ranking dua di kelas..! " Sorak Natusha menepuk tangan dengan Thomas.
" Wow, selamat ya Natusha kamu memang top banget deh di nilai pelajaran fisika dan kimia. " Kata teman-teman yang lainnya ikut senang melihat nilai raport nya.
" Natusha, gimana kalau sepulang sekolah nanti kita hangout sebentar ke mal baywalk city yang terdekat dari lokasi sekolah kita untuk rayain ranking kita semua yang cukup memuaskan hati kita semua? " Ajak teman-teman nya dengan semangat kepada Natusha.
"Oke, aku setuju aja karena seumur -umur aku belum pernah jalan -jalan ke mal di Jakarta sejak aku tinggal di rumahnya Kakak Ku yang kece badas itu. " Jawab Natusha senang di ajak jalan -jalan oleh teman-teman sekelasnya.
Demikanlah sepulangnya mereka dari sekolah, mereka benar-benar hangout ke mal yang paling keren di Jakarta karena dekat dengan laut yang sangat tenang dan indah.
" Yuk, kita jajan di restoran makanan Jepang di depan sana. " Ajak teman-teman nya yang telah menunjukkan kepada Natusha sebuah restoran mewah dan enak sekali makanannya.
__ADS_1
" Astaga harga nya mahal benar..! " Kata Natusha begitu Ia melihat struk makanan dan minuman yang sudah di nikmati nya bersama dengan teman-teman nya di restoran makanan Jepang.
"Ya, Natusha nama juga restoran di mal elite ya jelas dong harga biaya makanan dan minuman di restoran ini mahal. " Kata Thomas yang duduk di kursi di sebelah kanan Natusha.
" Tapi, kamu gak usah khawatir gitu dong, Nat. Kamu ' Kan punya kakak yang kaya raya masa sih kamu gak di kasih uang jajan untuk bayar jajan kamu sendiri. " Kata teman-teman yang lainnya dengan nada tak percaya kalau Natusha tak mempunyai uang jajan yang sesuai dengan derajat Natusha sebagai seorang adik dari orang kaya raya.
"Iya, aku punya uang jajan tapi aku tak punya sebanyak itu yang jumlahnya sekitar satu juta rupiah semuanya. " Kata Natusha dengan nada jujur kepada teman-teman nya.
"Masa iya kamu gak punya uang jajan untuk bayar makanan dan minuman di restoran di mal ini? " Tanya teman-teman yang lainnya yang kini enggan untuk bertahan dengannya lagi.
" Ih, ya sudah jika kalian tak mau berteman dengan aku ya sudah. Gak apa -apa kok..! " Kata Natusha dengan nada sedih karena teman -temannya menjauhkan diri darinya karena ia tak mempunyai uang jajan sebanyak teman-teman nya kira.
Thomas maju untuk membantu Natusha bayar semua makanan dan minuman di restoran di mal yang di datangi oleh Natusha dan teman-teman mereka sampai Natusha merasa terharu dengan kebaikan hati Thomas.
" Enggak perlu kamu ganti uang ku, Nat. Aku ini iklas kok bantu kamu mending uang kamu simpan saja untuk hal lain. " Kata Thomas yang menolak untuk di ganti uangnya oleh Natusha.
" Emm, tapi aku yang merasa tak enak hati sama kamu, Thomas. " Kata Natusha menatap tulus kepada Thomas untuk sahabatnya itu menerima uangnya sebagai ganti uang jajan Thomas.
Thomas dengan tegas menolak untuk menerima uang Natusha karena ia sungguh tulus hati bantu Natusha bayar uang jajannya Natusha dan juga mengantarkan Natusha pulang ke rumah nya Natusha di kawasan Pik.
" Thomas, terimakasih kamu sungguh teman ku yang paling baik. " Kata Natusha yang merasa bersyukur mempunyai teman seperti Thomas.
" Sama-sama Natusha. Aku juga senang hati berteman dengan mu karena kamu anaknya baik dan sopan juga tak sombong meskipun kamu adik orang kaya raya bahkan uang jajan kamu itu sesuai dengan kebutuhan seorang anak sekolah menengah atas." Kata Thomas tersenyum untuk Natusha.
__ADS_1
" Kamu baik banget sih, Thomas. " Kata Natusha kepada Thomas sebelum temannya pulang dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor.
*******
Ray merapikan barang -barang pribadinya di dalam koper untuk persiapan pulang liburannya di pulau Acapulco bersama dengan istri dan keluarga nya.
"Aku harus mengunjungi rumah Kak Rita di kota Surabaya agar aku bisa melihat keadaan kakak kembar beda jenis kelamin ku itu. " Kata Ray yang memegangi foto keluarganya yang berada di Osaka, Jepang.
Evelyn mendatanginya dengan membawakannya camilan buah-buahan segar kepadanya di kamar cottage mereka sambil tersenyum semanis dan seindah bunga wijayakusuma favoritnya.
"Wah, terimakasih untuk camilan buah-buahan segar ini untuk ku, Sayangku." Kata Ray dengan nada lembut kepada Evelyn seraya menyuapi istrinya makan buah anggur hijau darinya.
"Hmm, buah-buahan ini untuk mu terapi kamu malah suapin aku makan buah-buahan ini ke mulutku. " Kata Evelyn tersenyum bahagia dengan perhatian yang di berikan oleh Ray.
"Karena aku juga kepengen istri ku mendapatkan vitamin c yang sama dengan ku dari buah- buahan segar yang kita makan bersama-sama dengan penuh cinta. " Kata Ray menaruh anggur hijau di mulutnya yang di salurkan ke mulut Eve dengan ciuman yang sama manisnya seperti buah anggur hijau yang mereka makan secara bersama-sama.
"Kamu ini sungguh seorang suami yang amat manis sekali. " Kata Evelyn membalas cinta Ray dengan ciumannya yang tak kalah manisnya dengan ciuman Ray kepadanya.
"Papa.. Mama.. ! Kami datang....! " Seruan dari balita Richard dan Renata Gilberto Xu dengan lincah kepada mereka berdua.
" Anak -anak Papa dan Mama yang cantik dan ganteng sudah rapi dan wangi..! " Kata Ray dan Evelyn bersamaan kepada anak-anak mereka seraya menggendong masing-masing anak yang mereka miliki itu.
Bersambung!
__ADS_1