Stay For Love

Stay For Love
Season 2 :(Episode 11).


__ADS_3

Mendengar curhatan temannya yang tinggal di luar negeri membuat perasaan di hati Rainy Yen merasa dirinya lebih beruntung hidupnya dari temannya itu.


" Aku merasa bersyukur sekali hidupku lebih baik daripada hidupnya Jennie yang harus alami polemik dengan mertua dan keluarga suaminya yang berbeda segalanya dengan keadaannya dahulu. " Pikir Rainy Yen sambil mengelus -elus perutnya yang masih rata itu.


*****


Villa Cempaka, Bogor.


Amanda tersenyum malu -malu di pinggir tempat tidur karena Ia baru pertama kali di ajak ke villa oleh seorang pria dan pria itu adalah Chiko Gilberto Xu pria di cintainya yang sekarang kini menjadi tunangannya.


"Amanda, hari ini kamu cantik sekali membuat aku semakin mencintaimu. " Kata Chiko Gilberto Xu yang mengangkat wajah Amanda dengan jari telunjuknya lalu pria ini mendekatkan bibirnya ke bibir Amanda, kemudian membaringkan gadis itu di ranjang.


" Kak Chiko, apakah kita akan berbuat dosa sebelum kita menikah dengan melakukan hal ini sekarang di villa mu? " Tanya Amanda yang malu dan takut dengan sentuhan jemari Chiko Gilberto Xu yang menjelajahi setiap relung-relung di tubuhnya yang telah terbuka semua pakaiannya itu oleh Chiko Gilberto Xu.


" Amanda, minggu ini kita akan menikah secara resmi, jadi kamu tak perlu takut dengan dosa. Toh, kita adalah pasangan yang telah di restui oleh orangtuamu, sayang. Lagipula, aku ingin tahu apakah kamu masih ting-ting atau sudah tidak ting-ting lagi?! " Jawab Chiko Gilberto Xu yang menjilati tiap bibir manis Amanda.


" Auhhh..! " Rintihan Amanda yang memeluk Chiko Gilberto Xu yang memasuki belalai nya ke lembah surgawi Amanda yang masih tersegel.


" Tahan, aku akan melakukannya dengan pelan -pelan dan lembut kok. " Kata Chiko Gilberto Xu yang menciumnya untuk membantunya rileks.


" Iyaaaaaa..! " Kata Amanda yang meneteskan airmata ketika mahkotanya telah di renggut oleh Chiko Gilberto Xu secara utuh.


" Ahhhh, nikmatnya seorang gadis perawan. " Kata Chiko Gilberto Xu yang mengguncang -guncang tubuh indah Amanda sampai gadis itu menjerit-jerit dan akhirnya tertidur pulas dengan nyaman di pelukannya.

__ADS_1


Chiko Gilberto Xu bangun dari atas tubuh indah Amanda setelah Ia puas menikmati keindahan tubuh gadis itu. Ia mengambil hpnya untuk Ia bisa menghubungi seseorang di luar sana. Ia menunggu selama lima menit sebelum Ia dapat mendengarkan suara halus di luar sana.


" Rebbeca, kamu ada apa menelepon aku yang jelas-jelas sedang sibuk kerja di luar kota? " Tanya Chiko Gilberto Xu dengan nada tak suka di ganggu oleh seseorang di luar sana.


Selama sepuluh menit Chiko Gilberto Xu sibuk dengan telepon genggamnya seraya menunggu Amanda bangun untuk melanjutkan kegiatannya lagi pada diri gadis itu.


" Amanda, bagaimana kondisi mu sekarang ini setelah kamu menjadi milikku? " Tanya Chiko Gilberto Xu yang membelai Amanda kembali di posisi yang berbeda-beda selama berjam-jam di villa nya.


" Nyaman sekali, Kak Chiko. " Jawab Amanda dengan senyuman bahagia kepada Chiko Gilberto Xu setelah mereka mandi bersama dan rapi -rapi pada keesokan harinya.


" Baguslah, sekarang kamu jaga dirimu baik-baik ya? Karena kamu sekarang ini adalah milikku seorang Chiko Gilberto Xu. " Kata Chiko Gilberto Xu yang menciumnya untuk sekian kalinya.


" Ya, Kak Chiko. Aku juga tahu kok bagaimana aku harus bersikap dan menjaga diriku baik-baik untuk mu dan untuk ku juga. " Jawab Amanda dengan manja di pelukan Chiko Gilberto Xu.


*****


Kota Praha, Ceko.


Suasana indah di kota yang berbeda dengan kota lainnya membuat suasana hati Ray dan istrinya Evelyn semakin bahagia karena mereka mendapatkan tender besar untuk usaha pertama untuk Evelyn sebagai seorang pengusaha baru di bidang kesenian.


" Lukisan mu akan terkenal karena mereka tahu yang namanya karya seni yang memiliki jiwa yang menghidupkan lukisan itu sendiri. " Kata Ray memuji istrinya yang menandatangi kontrak kerjasama dengan perusahaan lukisan dari negara Perancis yang datang ke kota Praha.


" Terimakasih, Kak Ray. Aku bisa sekarang ini adalah karena bantuan mu yang mengajarkan aku cara menjual lukisan yang aku buat yang sebenarnya adalah lukisan biasa saja menjadi sebuah lukisan yang bernilai tinggi. " Kata Evelyn dengan nada lembut dan berterimakasih sekali kepada suaminya yang selalu mendukung apa pun yang diinginkannya termasuk hobinya di bidang seni lukis.

__ADS_1


"Sama-sama, sayang. Kita sebagai suami istri harus saling melengkapi dan mendukung satu sama lainnya untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam hidup rumah tangga kita. " Kata Ray yang tersenyum bangga kepada Evelyn istrinya yang sangat manis itu.


" Pak Ray, kami akan menunggu pameran lukisan terbaru dari Ibu Evelyn di galeri seni kami di kota Paris pada awal tahun depan untuk menjadi karya seni terbaru tahun yang baru. " Kata pihak klien mereka yang mengagumi semua lukisan Evelyn.


" Sama-sama, Pak Fred." Kata Ray dengan nada ramah kepada setiap kliennya itu.


Lalu, Ray mengajak Evelyn berjalan -jalan untuk melihat-lihat kota Praha untuk liburan mereka yang sangat menyenangkan agar hubungan antara mereka semakin erat.


" Kak Ray, lihat tembok itu keren banget ya? " Kata Evelyn yang menunjukkan sebuah museum kuno di kota Praha kepada Ray.


" Wah, cantik sekali tembok itu. " Kata Ray yang tidak memandang tembok kota Praha melainkan memandangi Evelyn yang tersenyum manis dan bahagia kepadanya.


" Ihh, apaan sih Kak Ray? " Tanya Evelyn merona karena Ray memandang kepadanya tanpa berkedip sedikitpun. Ray malah tertawa -tawa dengan kepolosan Evelyn, ia lalu berjalan di belakang Evelyn dan memeluk istrinya dari arah belakang sambil menaruh wajahnya di bahunya Evelyn.


" Aku memuji kecantikan istriku sendiri, apakah aku tak boleh memuji mu, sayang?! "Ucap Ray yang mengecup pipi Evelyn dengan penuh cinta.


"Wah, manisnya mulut suamiku ini sampai aku nyaris melayang ke langit tertinggi atas pujian manismu. " Kata Evelyn yang berbalikan badan dan menghadap kepada Ray, lalu merangkul leher Ray dengan erat dan menjinjit sedikit lalu mencium bibir Ray dengan cinta yang manis sekali.


" Wah, ciuman mu ini semanis dirimu dan cinta yang kamu berikan kepadaku. " Kata Ray yang membalas ciuman Evelyn dengan lebih manis sekali.


" Cinta harus di rawat dan lestarikan hingga cinta selalu tumbuh seiring waktu kehidupan kita di dunia dan akhirat. Cinta kita haruslah abadi untuk sepanjang masa sampai anak dan cucu kita nantinya. " Kata Evelyn yang memeluknya dengan cinta yang tulus dan besar.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2