Stay For Love

Stay For Love
Episode 109.


__ADS_3

Di pagi hari yang di sirami curah hujan kapitas yang cukup tinggi membuat beberapa kawasan di daerah Jakarta terrendam banjir dan hal ini pula yang menyebabkan Ray memboyong istri dan anak -anaknya serta semua penghuni di rumahnya ke apartemen miliknya yang lain yang berada di kawasan Jakarta Pusat/ Menteng.


"Auw, perutku terasa kram sekali..!" Keluh Eve di samping Pak Alex yang menggotong barang -barang pribadi keluarga kecil Ray dari heli ke dalam rumah apartemen.


"Ei, kenapa dengan mu Sayang? Apakah kamu sedang merasa tidak enak badan?" Tanya Ray mengerutkan kening dan menatap cemas pada Eve yang menggendong bayi Renata sehingga Ray segera mengambil bayi Renata dari Eve.


"Ya, nih sepertinya perutku tidak enakkan akhir -akhir ini..!" Jawab Eve mengelus perutnya.


"Hmm..Coba kau kesini dan berbaringlah di paha ku biar aku cek kesehatan perutmu..!" Kata Ray memanggil pengasuh untuk mengasuh kedua bayi kembar mereka. Sedangkan, Ray mengajak Eve berbaring di pangkuan Ray yang duduk di sofa panjang ruang keluarga lalu Ray menaruh telapak tangannya di perut Eve lalu mengusap -usapnya dengan lembut sampai Eve terlelap di pangkuan Ray.


" Aduh kesayanganku sungguh manis sekali kalau sedang tidur seperti ini..! " Kata Ray yang menundukkan wajahnya untuk mencium bibir Eve.


Eve melompat bangun dari tidurnya untuk pergi ke kamar mandi untuk muntah di sana sampai Ray terbelalak heran dengan kelakuan Eve akhir -akhir ini.


" Eve, sepertinya Aku harus membawamu ke dokter untuk memeriksa kesehatan mu yang akhir -akhir ini membingungkanku..! " Kata Ray di samping Eve untuk merapikan rambut panjang Eve yang membingkai wajah jelita Eve.


"Huum, Aku patuh aja..! " Jawab Eve lemas di pelukan Ray.


"Baiklah, sekarang juga kita pergi ke rumah sakit terdekat dari daerah Menteng..! " Kata Ray halus kepada Eve seraya menggendong Eve untuk di bawa ke rumah sakit terdekat dengan memakai heli juga.

__ADS_1


Perjalanan dengan heli sangat singkat sehingga mereka bisa tiba di rumah sakit St. Carolus dan menemui seorang dokter yang sudah di kenal sangat baik oleh Ray.


"Marina, gimana kondisi kesehatan Evelyn istriku ini ?" Tanya Ray dengan suara serius sekali pada Dokter Marina di ruang dokter.


"Oh, kondisi kesehatan istrimu baik -baik saja kok, Ray. Ya, ini cuma gejala normal saja untuk ibu hamil muda di usia kandungan masih rentan sekali yakni usia tiga minggu..!" Jawab Dokter Marina tersenyum kepada Ray.


"Wahh..Ternyata istriku sedang hamil kedua..! Wah, Marina bisakah kau cek ulang lagi agar aku bisa melihat berapa jumlah janin di dalam rahim istriku saat ini untuk kehamilan kedua nya..?" Tanya Ray antusias sekali kepada Dokter Marina yang memaklumi watak sahabatnya itu.


"Ya, iya baiklah Ray. Aku akan cek usg istrimu itu untuk mengetahui jumlah janin di rahim istrimu itu..!" Jawab Dokter Marina yang memenuhi permintaan Ray untuk cek usg Eve.


Eve menatap layar monitor usg dan melihat ada dua janin di rahimnya sampai Ia tak menyangka bahwa untuk kehamilan keduanya ini, Ia juga hamil anak kembar lagi.


"Hahaha, Kau ini ada-ada saja Eve..! Aku tak ada genetik kembar dari leluhurku kecuali adik kita itu Delia dan kembarannya yang menurunkan genetik mereka kepada kita sehingga kita dapat memiliki anak kembar..!" Kata Ray mengecup bibir Eve dengan bahagia.


"Ummh, Kak Ray apakah sampai detik ini kamu belum juga menemukan kembaran Delia setelah hasil penyelidikan mu ke Panti Asuhan di negara Filipina mendapatkan informasi kalau kembaran Delia di adopsi oleh pasangan suami -istri yang berasal dari negara Indonesia?" Tanya Eve halus kepada Ray yang seketika mendung pada wajah tampan Ray.


"Belum, Eve..! Ah, Aku masih terus mencari -cari informasi tentang kembaran Delia dari agen ku yang aku kirim ke Filipina.." Jawab Ray yang di rengkuh wajahnya oleh Eve untuk mendapatkan dorongan semangat juang untuk Ray dalam misi menemukan kembaran Delia.


"Kakak Ray ku sayang...! Aku yakin kamu pasti bisa menemukan kembaran Delia secepatnya karena kamu adalah seorang Raymond Gilberto Xu yang tangguh dan penuh kasih sayang pada setiap orang yang kamu miliki..!" Kata Eve yang mengecup balik bibir Ray sehingga Ray dengan manis menjelajahi mulut Eve dengan sentuhan lidah dan kecupan yang hangat membara.

__ADS_1


"Hei..Kalian berdua tolong jaga privasi ku dong! Aku masih jomblo nih..! " Kata Dokter Marina di sisi kanan mereka dengan wajah cemberut di acuhkan mereka yang sedang saling bercumbu mesra di hadapan Dokter Marina di ruang Usg.


"Ups, maafkan kami berdua Marina, karena kami telah membuatmu merasa iri dengan kemesraan kami di depan mu..! " Kata Ray nyengir lebar.


"Ah, ya Dok..Aku jadi malu kepada mu..!" Tambah Eve memerah malu kepada Dokter Marina yang mengubah wajah cemberutnya dengan wajah ceria.


"Hahaha Aku bercanda kok.., Aku senang sekali melihat kalian berdua sangat harmonis satu sama lainnya sebagai pasangan muda di era modern..! " Kata Dokter Marina tertawa lebar untuk menyatakan rasa turut bahagianya kepada kebahagiaan Ray dan Eve kedua orang sahabat nya itu.


Ray tiba-tiba melirik ke sebuah map warna hijau di tumpukan map lain di atas meja kerja Dokter Marina lalu Ia tak sengaja membaca nama Hilda yang tertera di dalam map warna hijau itu.


"Marina, bolehkah Aku lihat isi map warna hijau itu?" Tanya Ray menoleh kepada Dokter Marina yang menggangguk untuk mengizinkannya lihat isi map warna hijau.


"Ada apa, Kak Ray? Itu isi laporan kehamilan siapakah? " Tanya Eve ikut penasaran melihat Ray membaca kertas laporan kehamilan yang ada di dalam map warna hijau itu.


"Ini laporan kehamilan Tante Hilda yang tertulis hasil cek usg nya adalah kehamilan usia sepuluh minggu." Jawab Ray yang mengembalikan map warna hijau itu kepada Dokter Marina.


"Ei, Tante Hilda hamil sama siapa? Bukankah Ia tak punya suami? " Tanya Eve begitu penasaran dengan penemuan mereka yang luar biasa itu.


" Entahlah..Aku akan memberikan hasil cek usg kehamilan Tante Hilda kepada Lukas yang kita ketahui adalah menantu nya. Karena mereka tinggal bersama di rumah Papa Doni Wildan di perumahan Anyelir..!" Jawab Ray yang memfoto laporan usg kehamilan Hilda dan mengirimkan foto itu ke wa nya Lukas Wildan secara langsung sampai Lukas yang sedang bekerja di pabrik konveksi yang sama dengan tempat kerja Lisa putri Budiman terkejut sekali melihat foto hasil usg kehamilan Mama mertuanya yang di kirim oleh Ray melalui wa.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2