Stay For Love

Stay For Love
Episode 131.


__ADS_3

Chiko Gilberto Xu tersenyum untuk menanggapi tantangan dari teman-teman nya untuk Ia dapat mendekati gadis cantik dan seksi yang sedang minum wine sendirian di meja bartender.


" Ehem.. "


Chiko memulai dengan berdeham di kursi sisi kanan gadis incarannya itu.


"... "


Gadis cantik ini menoleh dengan enggan kepada Chiko Gilberto Xu yang pura-pura tidak melihat ke arah gadis incarannya melainkan melihat ke arah sepasang penari di atas panggung di dalam bar.


" Tobey, tolong kamu siapkan aku satu minuman tequila favorit ku yang paling maknyus dari karya seni kamu membuatkan aku minuman paling lezat di muka bumi ini. " Kata Chiko Gilberto Xu tersenyum kepada bartender yang sudah lama di kenalnya itu.


" Sip,Bos Chiko. " Jawab Tobey bartender favorit atau langganan Chiko Gilberto Xu dengan ibu jempol di acungkan kepada Chiko Gilberto Xu.


Chiko Gilberto Xu menawarkan cerutu kepada gadis incarannya yang menolak tawarannya itu. Ia mengangguk paham lalu menawarkan coklat kepada gadis incarannya yang mengangguk dan menerima coklat pemberiannya itu.


" Kau tak suka rokok ku tapi kau suka coklat dari ku. " Kata Chiko Gilberto Xu tersenyum ramah kepada gadis incarannya.


" Iya, aku memang tak pernah menyukai aroma asap rokok yang bentuknya apa pun itu namun kalau coklat ini aku sangat menyukai nya." Kata gadis incarannya dengan senyum sopan.


"Perkenalkan namaku adalah Chiko Gilberto Xu. Namamu siapakah nona manis?" Tangan chiko Gilberto Xu terulur untuk mempertahankan diri kepada gadis incarannya.


" Namaku Rainy Yen. "Jawab Rainy Yen dengan tangannya menerima tangan Chiko Gilberto Xu untuk saling memperkenalkan diri mereka masing-masing.


" Nama mu sungguh unik ya? Rainy Yen..! " Puji Chiko Gilberto Xu tersenyum ramah kepada Rainy Yen seraya bersulang dengan gadis cantik itu.


" Senang berkenalan dengan mu, Chiko Gilberto Xu. " Kata Rainy Yen tersenyum bersahabat pada Chiko Gilberto Xu.

__ADS_1


Lalu Chiko Gilberto Xu menawarkan dirinya untuk mengantarkan Rainy Yen pulang ke hotel tempat menginap gadis itu selama gadis cantik ini berlibur di kota Penang, Malaysia.


" Asal mu dari negara mana, Rainy? " Tanya Chiko Gilberto Xu begitu berada di luar pintu kamar hotel Rainy Yen.


" Hongkong." Jawab Rainy Yen dalam keadaan mabuk berat akibat minuman keras yang telah di minumnya itu.


" Daerah apa kamu tinggal di Hongkong?" Tanya Chiko Gilberto Xu yang membukakan pintu kamar untuk Rainy Yen lalu menutup kamar hotel dengan rapat sekali.


Ceklek!


" Kwoonlon. " Jawab Rainy Yen yang tidak sadar bahwa pakaiannya telah di tanggalkan oleh Chiko Gilberto Xu.


" Berapa usia mu dan berapa saudara yang kamu miliki? " Tanya Chiko Gilberto Xu yang menaruh gadis ini di tempat tidur lalu mencium bibir manis gadis incarannya itu.


" Delapan belas tahun dan aku mempunyai dua saudara yaitu Kakak perempuan dan adik laki-laki. Aku juga masih memiliki Papa dan mama di rumah. " Jawab Rainy Yen yang telah di jelajahi tubuhnya oleh Chiko Gilberto Xu hingga gadis ini kehilangan kesuciannya.


" Eeenggg..! "


Rainy Yen mengerang kesakitan begitu gadis ini terbangun dari tidurnya di pagi hari dan terkejut sekali melihat Chiko Gilberto Xu membawakan sarapan pagi untuk nya di tempat tidur.


" Aahh...! Ah, apa yang sudah terjadi di antara kita berdua semalam di kamar hotel ini?" Tanya Rainy Yen dengan nada panik dan takut kepada Chiko Gilberto Xu.


" Kita berdua semalam telah saling melengkapi satu sama lainnya. Kau tak perlu takut begitu karena aku akan bertanggungjawab atas dirimu di mulai dari hari ini." Jawab Chiko Gilberto Xu yang menyuapi Rainy Yen makan sarapan pagi di atas ranjang.


" Ahh.. Aku takut kehilangan ketenaran ku di dunia showbiz..! Aku ini seorang selebriti asia yang baru saja lulus kuliah dari akademi Seni akting dan sebagainya. Bagaimana ini jika aku sampai hamil setelah kejadian di hari ini di hotel ini bersama dengan mu? " Tanya Rainy Yen yang menangis untuk nasibnya kepada Chiko Gilberto Xu.


" Aku akan menikahi mu sepulangnya kamu dari kota Penang, Malaysia. Dan, mengenai karier mu itu? Aku akan menjadi produser, sutradara, dan manajer untuk mu agar tidak ada seorang pun mengganggu kamu berkarir di dunia showbiz Asia." Jawab Chiko Gilberto Xu yang memulai kembali kegiatannya di seluruh tubuh indah dan mulus Rainy Yen.

__ADS_1


******


Natusha memandangi cowok ganteng yang sedang berjalan untuk mengambil raport di depan kelasnya di sekolah menengah atas di daerah Jakarta Utara.


" Wahh, dari dulu si Thomas memang selalu menjadi juara umum di seluruh sekolah kita dari kelas VII sampai kelas XII." Kata Stella teman satu kelas Natusha.


" Begitu ya? Berarti itu anak memang berotak jenius banget dong? " Tanya Natusha yang amat antusias untuk mengetahui segala tentang diri cowok ganteng paling top di sekolahnya kepada temannya.


" Oh, jelas dong! Thomas terkenal dengan nama julukan si manusia cepe di seluruh sekolah ini di karena otak jeniusnya itu tak ada yang pernah ada seorang pun mengalahkan kepintarannya itu di segala bidang pelajaran di sekolah. Ia juga anak orang kaya di Jakarta." Jawab Stella yang dengan pintar bicara nya itu telah memberikan keterangan mengenai Thomas kepada Natusha.


" Emmm.. Kerennnn..! " Kata Natusha dengan matanya bersinar-bersinar memandang pesona alami Thomas.


Thomas sama sekali tidak ada respek kepada Natusha yang ingin berkenalan dengan pemuda remaja itu yang membuat seorang pemuda lain merasa sebal dengan kesombongan dari diri Thomas.


" Sudah, Nat. Kamu tak usah pandang dia lagi karena dia itu si manusia cepe yang tak akan pernah ada seorang pun bisa meraihnya apalagi oleh cewek biasa seperti kamu ini. " Kata Billy teman kelas Natusha yang lainnya dengan nada geram.


" Trus aku harus berkenalan dengan kamu atau yang lainnya? Gitu? " Tanya Natusha tersenyum kecil kepada Billy.


" Kita sudah kenal sejak awal tahun lalu yaitu di kelas sebelas. " Kata Billy meningkatkan Natusha yang tertawa melihat ekspresi muka lucu Billy.


" Hahaha.. Kamu tuh lucu banget sih, Bil. " Kata Natusha sambil menepuk bahu Billy untuk maju ke meja Guru mereka karena sudah giliran Billy menerima rapor hasil tes semester awal tahun ini.


Billy berjalan dengan gugup dan gemeteran ke depan wali kelas mereka yang memberikan rapor hasil tes nya kepadanya. Ia melihat buku raport nya dan bersorak-sorai karena Ia dapat ranking lima besar di kelasnya.


" Hore! Aku dapat ranking lima di kelas IPA..! " Sorak Billy sambil menggandeng tangan kedua teman satu kelasnya itu.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2