Stay For Love

Stay For Love
Episode 134


__ADS_3

Selagi sekelompok anak-anak sedang bermain petak umpet di halaman depan villa tempat mereka dan keluarga mereka berlibur di dekat kaki gunung Bromo. Terlihatlah seorang wanita muda yang menghampiri salah satu dari lima orang anak kecil itu dan wanita itu menarik salah satunya dan memeluknya dengan begitu erat sekali.


"Maaf, anda ini siapa ya kok main menarik dan peluk anak orang saja tanpa izin? " Tanya Bibi Sri dengan cekatan mendatangi wanita muda yang memeluk salah satu dari anak-anak keluarga Edo Dinardi.


" Kamu tak perlu tahu siapa aku?! Kamu ini cuma seorang pembantu yang tak berhak menanyakan siapa aku dan soal aku memeluk putra ku sendiri yang di ambil paksa oleh Edo Dinardi yang amat pengecut itu yang tak berani mengakui bahwa aku adalah ibu kandung dari Hendri Dinardi. " Jawab wanita muda itu dengan nada judes sekali kepada Bibi Sri.


" Tetap saja Anda tak boleh mengambil anak itu tanpa izin dari Tuan Edo Dinardi! " Kata Bibi Sri yang segera memanggil security untuk mengusir wanita itu dan merebut kembali Hendri Dinardi dari wanita itu.


" Nyonya.. sebaiknya kamu pergi dari sini! Atau kami akan membawa kamu ke kantor polisi karena kamu berniat untuk menculik seorang anak kecil di villa keluarga Gilberto Xu..! " Kata Pak Alex yang menegaskan kepada wanita itu.


Wanita itu mendengus dan pergi dari villa itu dengan wajah berang sekali seakan-akan tidak rela dirinya di usir begitu saja oleh security guard di villa keluarga dari sepupu istri suaminya itu.


" Berengsek sekali si Edo Dinardi! Dia malah menyuruh orang untuk menghalangi aku ketemu dengan anak ku sendiri! Aku 'kan istri keduanya bukan orang lain..! " Geram Sukmawati nama wanita muda itu yang berjalan kaki menuruni anak tangga dari kawasan kaki gunung Bromo.


Seorang pria mengendarai sepeda motor besar menunggunya di depan jalan lalu wanita muda itu menaiki motor yang kemudian di kendarai oleh pria itu.


" Gimana Sukmawati apakah kamu sudah ketemu dengan Hendri Dinardi putramu dengan Edo Dinardi di villa mewah di kaki gunung Bromo di bagian utara? " Tanya pria muda itu dari depan sambil mengendarai sepeda motor menuju ke kota Malang kepada wanita muda yang bernama Sukmawati.

__ADS_1


"Sudah cuma Aku diusir dari villa itu oleh pihak security nya..!Aku merasa sedih sekali tidak bisa membawa pulang Hendri Dinardi dari sana ke rumah kita, Jonas. " Jawab Sukmawati dari boncengan pria yang bernama Jonas.


" Ah, sabarlah. Aku akan mencarikan akal untuk membantumu untuk mendapatkan putramu kembali ke sisimu, Sukma. " Kata Jonas dengan nada tulus hatinya kepada Sukmawati wanita muda yang di cintainya itu.


" Iya, makasih banyak Jonas kamu sudah cukup banyak memberikan bantuan kepada ku yang tak pernah bisa membalas kebaikan mu kepada ku sampai kapanpun..! " Kata Sukmawati yang turun dari sepeda motor milik Jonas begitu tiba di depan rumahnya.


"Kamu tak perlu merasa berhutang budi dengan ku, Sukma. Aku bantu kamu karena Aku iklas kok dari lubuk hatiku yang terdalam karena kita udah saling kenal sejak dulu. " Kata Jonas tersenyum iklas kepada Sukmawati.


" Iya, Jonas. Makasih ya..? Aku masuk dulu ya ke rumah ku..! Sekali makasih ya dari ku untuk mu! " Jawab Sukmawati kepada Jonas sebelum wanita ini melangkah masuk ke rumahnya.


"Waahhhh.. Astaga indah sekali gunung Bromo di pagi hari ..! Kita bisa melihat sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari..!" Seru Evelyn yang berdiri di puncak gunung Bromo sambil melihat sinar matahari pagi yang baru muncul di langit.


" Ya, luar biasa anugrah Tuhan terhadap manusia dengan memberikan sebuah alam yang amat indah luar biasa di tempat yang amat tinggi ini! " Sorak Ray mengangkat kedua tangan istrinya untuk merasakan keindahan alam di puncak gunung Bromo.


" Kita bisa turun ke lembah untuk bermain kuda sampai ke pura di tengah-tengah lembah gunung Bromo ini..! Selain itu, lembah itu di namakan pasir berbisik seperti kisah film INDONESIA yang amat terkenal dahulu yang di perankan oleh artis Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim. " Kata Rita yang begitu antusias untuk mengajak Ray dan Evelyn berpetualang di gunung Bromo.


" Oke.. Setelah kita puas melihat sunrise..! Mari kita turun ke lembah pasir berbisik..! " Kata Ray dengan sukacita sekali kepada Rita sembari mencium lembut bibir Evelyn istrinya tercinta.

__ADS_1


Mereka benar-benar turun ke lembah pasir berbisik dengan mobil Jeep Wrangler dan di bawah lembah pasir berbisik. Mereka sangat gembira menunggangi kuda menuju ke pura di tengah-tengah lembah pasir berbisik membuat suasana hati mereka semakin bahagia sekali.


"Cobalah kamu meminta doa kepada para Dewa di Pura ini dan percayalah bahwa segala doa mu bisa terwujud nyata..! " Kata Rita memandu mereka dengan tulus sekali.


Ray memanjatkan doa agar segala keinginan nya terwujud nyata yakni Ia ingin semua keluarga nya dapat berkumpul bersama dengan nya di dalam keadaan sehat dan bahagia juga Ia minta agar keluarga kecilnya selalu bahagia sampai akhir hayatnya kepada patung para Dewa di Pura di tengah-tengah lembah pasir berbisik.


Eve memanjatkan doa untuk mama dan keluarga nya di berkati kesehatan dan keselamatan serta kebahagiaan sampai kapanpun jua dan untuk keluarga kecilnya. Ia ingin suaminya selalu sehat dan bahagia serta sukses di dalam pekerjaannya sekaligus doa untuk anak-anak mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan bahagia selalu juga menjadi anak-anak yang berbakti kepada nya dan suaminya.


" Lalu yang terakhir aku ingin mempunyai anak lagi untuk menambah keceriaan di dalam keluarga kecilku. Semoga doa ku terwujud nyata oleh para Dewa di Pura ini. " Kata Evelyn di dalam hatinya.


Rita berdoa untuk suaminya dapat kembali jadi seperti dulu lagi sebelum suaminya mengenal Sukmawati yang menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga mereka dan yang membuat hari-harinya bagai neraka.


" Aku ingin suami ku bertobat dari dosa -dosa nya kepadaku dan Bernard serta Ester anak -anak kami yang di bohongin olehnya dengan perselingkuhannya dengan wanita lain yang bernama Sukmawati sampai menghadirkan Hendri Dinardi dari hasil hubungan gelap di antara mereka berdua." Batin Rita menangis di hadapan patung para Dewa di Pura lembah pasir berbisik di gunung Bromo.


Setelah itu mereka menghabiskan waktu liburan mereka di gunung Bromo dengan makan siang di warung kopi di kawasan parkiran menuju ke gunung Bromo.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2