
" Iya, Aku memang sudah gila! Woi turun kau dari mobil kontainer mu! " Teriak Ray mengacungkan telunjuk nya kepada supir mobil kontainer yang telah menabrak dan melindas hancur Hilda.
Teriakan Ray dan juga terjadinya kecelakaan di depan jalan raya luar perumahan Anyelir telah menimbulkan keramaian yang membuat para warga lain berdatangan dari berbagai arah di sekitar perumahan Anyelir.
" Ada kecelakaan! Lihat! Astaga hancur! " Teriak para warga sekitar yang segera mengelilingi dan menjaga supir mobil kontainer supaya tak lari dari tanggung jawabnya.
" Cepat panggil mobil ambulans dan telepon polisi untuk menangani kasus kecelakaan ini.. " Kata kepala Ormas di sekitar.
Ray tak memperdulikan supir mobil kontainer yang di kurung para masyarakat sekitar dan di giring ke kantor polisi terdekat untuk di tangani kasusnya dengan tepat.
" Wil, tahan emosi mu karena Tante Hilda telah tiada sekarang.. " Kata Ray memeluk William yang memunguti organ -organ tubuh Hilda dengan sumpit yang di berikan oleh salah satu warga kepadanya.
" Iya, Kak Ray. Aku mau bicara dengan tenang kepada orang itu..!" Desis Wiliam dengan suara menyeramkan seraya menunjuk ke arah Doni Wildan yang berdiri di pintu gerbang perumahan Anyelir bersama dengan Lukas Wildan.
Doni gemetaran melihat Hilda telah meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan dan William mencorong tajam menatapnya dengan api di sinar mata putranya itu.
" Aku mau bicara dengan mu ! Berdua saja..! " Kata William menarik kerah baju Doni dengan kasar kembali ke rumah mereka di ikuti oleh Ray dan Lukas sesudah mereka menyerahkan jasad Hilda kepada pihak rumah sakit terdekat untuk di rapikan sebelum di kremasi di rumah duka yang ada pelayanan krematorium.
Doni semakin gemeteran saat William menatap nya bengis sekali dengan dengusan emosi yang meluap -luap sampai panas napas putranya itu bisa di rasakan oleh nya dari kedua lubang hidung putranya itu.
__ADS_1
" Kenapa kau tega melakukan hal keji terhadap Sarah kekasihku? Kenapa kau tega menodai nya dan menyiksa nya sampai Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di kamar mandi rumah kami? Apakah kau ini seorang manusia?Ahh! " Bentak William yang ingin sekali memukul Doni Wildan karena tangannya sudah terangkat di pelipis Doni.
Lukas yang mendengar ucapan William segera maju memukul Doni Wildan dengan marah luar biasa sambil berteriak-teriak dengan bengis membuka rahasia buruk Doni di hadapan Ray dan William.
"Kau sungguh bukan manusia! Kau binatang yang berwujud manusia! Kau tega membunuh Delia dan Mama Jenny serta kau tega sekali tak mengakui kesalahan mu yang sudah meniduri Mama Hilda hilang Mama Hilda hamil anakmu! Kau bahkan sungguh tak waras menodai calon menantu mu sendiri! Kau telah menyakiti anak -anakmu sendiri dengan ulah bejat mu, Doni Wildan! Apakah sekarang ini kau pantas menjadi ayah kami.. ?! " Teriak Lukas yang memukuli Doni dengan keras.
Ray maju mengangkat tangan Lukas untuk Sang kakak tiri menghentikan perbuatan nya itu untuk memukul ayah sendiri. Lukas terbelalak merasa heran kepada Ray yang menghalangi niatnya itu.
" Ray, apa maksud mu menghalangi ku untuk aku bisa memberinya hajaran untuk segala hal yang telah di perbuat nya pada Mama dan Adik kita serta calon kebahagiaan adik kita yang lain? " Tanya Lukas dengan sepasang matanya yang terbelalak menatap Ray.
" Aku menghalangi mu untuk mencegah mu jadi anak durhaka pada ayahnya sendiri. " Jawab Ray yang tiba-tiba menyeret Doni Wildan dari tangan Lukas lalu di serahkan nya kepada polisi yang sudah datang ke rumah Doni Wildan dari laporan para warga perumahan Nasional 1 Tangerang.
" Kami memerlukan kalian bertiga sebagai saksi di pengadilan nanti untuk kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Doni Wildan yang kami dengar langsung melalui teriakan dan juga pertengkaran kalian di rumah ini dan mengenai kasus pemerkosaan terhadap Nona Sarah. Kami sudah mendapatkan laporan dan bukti yang kuat dan saksi yang sangat berguna untuk membawa terdakwa ke pengadilan dengan pasal -pasal yang sangat sesuai dengan prbuatan nya, " Kata polisi setempat kepada Ray, William dan Lukas.
" Iya, Pak.. " Jawab ketiganya.
Tetapi para polisi lainnya di mobil polisi telah di kejutkan oleh Doni Wildan yang merebut kunci borgol dan pistol dari salah satu polisi lalu Doni menyandera polisi tersebut.
" Hei, apa -apaan kau ini berani menyandera polisi ?" Tanya para warga perumahan Anyelir dan warga lain dengan wajah marah kepada Doni Wildan.
__ADS_1
Doni malah menodongkan pistol ke pelipis kiri polisi yang di sandera nya itu lalu memaksa agar polisi itu mengendarai mobil polisi dan pergi dari perumahan Anyelir sampai pihak polisi lainnya segera memanggil bantuan kepada pihak polisi lainnya untuk mengejar mobil polisi yang telah di sandera Doni Wildan.
Ray melesat masuk ke mobil sport nya lalu Ia mengejar mobil polisi itu yang mengarah ke arah jembatan sungai Cisadane dan mobil polisi yang di sandera Doni berhenti di tengah jembatan dan Doni pun keluar.
"Papa, ku mohon kau menyerahlah saja dan kau bisa tobat di penjara! " Pinta Ray yang mencoba untuk mencegah Doni Wildan menyeret polisi yang di sandera Doni ke pinggir jembatan.
"Kau menyuruh ku untuk menyerah! Ugh, jangan harap ya?! Aku bukan orang bodoh bisa kamu tipu daya! Ray! " Tolak Doni sangar kepada Ray.
"Baiklah, kalau kau tak mau menyerah! Maka, kamu harus menerima konsekuensinya dengan lapang dada. " Kata Ray yang telah melihat polisi lain melepaskan tembakan dan menembak dada Doni Wildan hingga Doni tercebur ke sungai lalu di seret oleh seekor buaya ke dalam sungai.
Sedangkan polisi yang di sandera Doni telah di selamatkan lebih dahulu oleh Ray yang sigap menangkap lengan polisi tersebut yang telah menyangkut di tiang jembatan.
" Bertahanlah! " Teriak Ray yang akhirnya di bantu oleh para polisi lainnya menyelamatkan polisi tersebut yang akhirnya terselamatkan juga nyawanya.
Para pengguna jalan di jembatan dan sejumlah besar warga lainnya menyaksikan buaya yang telah memakan jasad Doni Wildan dengan lahap nya di bawah gorong-gorong yang menjadi salah satu sarang buaya di sungai Cisadane.
Ray menatap dengan perasaan tak dapat dia ungkapkan dengan Kata-kata, dia hanya dapat menangis dan mendoakan agar segala dosa yang dibuat oleh Doni Wildan bisa di ampuni agar Doni bisa pergi ke Surga dengan tenang.
" Hukum manusia tak di inginkan nya, dia malah menginginkan hukum alam yang menghukum nya sesuai perbuatan nya yang lebih rendah dan kejam daripada buaya yang telah melahap nya itu. " Kata William dengan wajah dingin dan tak berperasaan sama sekali melihat ayahnya telah di makan buaya ganas.
__ADS_1
Bersambung..!!