
Sesudah rumah nomor 208 menjadi sepi kembali tanpa adanya keluarga kakak -kakak nya Eve dan keluarganya Mama Jenny. Karena mereka semua sudah pulang ke rumah mereka masing -masing dan hanya menyisakan Ray , Delia , Ziko , Evelyn dan Tante Nabila di rumah itu.
" Del , Ziko sekarang udah malam , tidur gih di kamar kalian masing -masing esok pagi 'kan esok kalian sekolah." Kata Tante Nabila kepada anak -anak itu yang segera pergi tidur dengan patuh.
" Eve , gimana perasaanmu sekarang ? Apakah kau sudah merasa baikkan ? " Tanya Ray di depan pintu kamarnya Eve.
" Ya, Eve sudah merasa baik.Makasih, ya Kak Ray." Jawab Eve kepada Ray.
" Yaudah ,sekarang kau tidur gih dan gausah kau pikirin yang lalu biarlah berlalu ya..Yang penting kau harus berdoa ,terus berusaha dan semangat untuk songsong hidup mu di hari esok yang lebih baik dari harimu ini." Kata Ray menaruh jemarinya di pipi halus Eve.
" Iya, Kak.Makasih.Met tidur." Kata Eve membuka pintu kamarnya dan masuk lalu menutup kembali pintu kamarnya lagi.
Ray juga menaiki tangga menuju kamarnya dan membuka laptopnya lalu menemukan email baru dari Agnes di Kanada yang menanyakan dirinya kapan pergi menemui Agnes di Kanada.
" Ugh..Ogah Gue pergi ke tempat Lo , Agnes. Usai Lo sakiti Gue seperti orang penyakitan tau ,gak ? Ahh ! " Desis Ray marah dan menghapus email itu lalu melihat email baru mengenai dirinya yang di terima kuliah di Universitas Bunda Mulia daerah Serpong , Tangerang Selatan.
" Yes, ini baru berita besar yang Gue nantikan." Kata Ray gembira.
" Eh..Ada aplikasi menulis Novel oke nih..Eh , Gue coba ah untuk bikin novel iseng -iseng Gue." Kata Ray pada layar laptopnya.
Karena keasyikan menulis Novel di aplikasi itu. Ray tak sadar waktu sudah menunjukkan hari pun telah menjadi pagi dan Ia harus mandi serta siap -siap untuk kerja di kafetaria kopi dan perusahaan bidang besi dan baja milik Oom Bruno.
__ADS_1
" Ray ,kamu gak mau sarapan pagi dulu sebelum kamu pergi kerja ? " Tanya Tante Nabila kepada Ray ketika wanita hebat ini melihat Ray tampak terburu -buru sekali di pagi hari itu.
" Gak , Tante.Makasih..Ray udah nyaris terlambat kerja .Ray bisa sarapan di tempat kerja." Jawab Ray yang sudah bersiap berangkat kerja dengan jasa ojek online yang di pesannya itu.
" Ok , Ray.Hati -hati ya ," Kata Tante Nabila kepada Ray dari teras rumah nomor 208.
Di kafetaria , Ray menghadapi segala pekerjaan dengan terampil sekali sampai jam lima sore hari lalu Ray melanjutkan pekerjaannya ke kantor Oom Bruno untuk mengubah jadwal kerjanya karena Ia segera masuk kuliah di awal tahun akan datang.
" Kau benaran mau nerusin kuliah mu ,Ray ? " Tanya Oom Bruno pada Ray yang menemuinya di kantor nya itu.
" Iya , Oom.Karena itu Ray minta mobil Ray untuk segera di siapkan pada akhir bulan depan usai Ray dan keluarga akan menghabiskan liburan akhir tahun di Korea Selatan." Jawab Ray sambil lihat -lihat brosur mobil di ipadnya kepada Oom Bruno.
" Baiklah , Oom Bruno akan siapkan mobil untuk mu sesuai keinginanmu..Ohya, gimana hubungan mu dengan gadis bernama Eve ? Apakah kalian sudah ada perkembangan atau belum ada apa -apa di antara kalian? " Ucap Oom Bruno dengan nada halus kepada Ray.
" Ya, kalo gitu Kamu harus kasih tahu Eve dong tentang perasaan mu kepadanya secara langsung agar kamu bisa merasa lega hati dan Eve juga akan menilai dirimu itu pantas atau tidak untuk jadi pasangannya kelak." Kata Oom Bruno yang menasehati Ray.
" Iya ,juga ya Oom ..Aku harus kasih tahu Evelyn segera isi hatiku kepadanya secepatnya sebelum ada cowok lain yang lebih dulu nembak Eve dan jadikan Eve pasangan cowok lain itu." Kata Ray akhirnya membulatkan keberanian dan tekadnya untuk menyatakan perasaaannya kepada Eve.
" Dan , kamu harus pilih waktu dan suasana yang tepat untuk menyatakan perasaan hatimu itu pada Eve agar segalanya lancar dan menyenangkan untuk mu dan Eve." Kata Oom Bruno lagi kepada Ray.
" Ok, Oom Bruno. Makasih atas sarannya Oom untuk Ray." Kata Ray tersenyum semangat di raut wajahnya.
__ADS_1
Tekad bulat Ray ini di laksanakan pada hari natal di kota Seoul, Korea Selatan. Di sebuah menara yang terkenal dengan Namsan Tower yang penuh dengan istilah gembok cinta di akhir tahun 2020.
" Eve , ada yang ingin Kak Ray katakan kepadamu di sini ? " Ucap Ray kepada Eve di bawah hujan salju di akhir tahun 2020.
" Apa ? "
" Eve maukah Engkau menjadi pacarnya , Kak Ray? Kak Ray serius lho sama kamu.." Ucap Ray nada serius kepada Eve.
" Ya, boleh aja." Jawab Eve nada santai saja pada Ray dengan kedua bola matanya melihat -lihat cahaya kerlap -kerlip pohon natal dan kembang api di seantero kota Seoul.
" Boleh ? Apa maksudmu mengatakan boleh aja ? Eve tahu kah kau kalo Kakak Ray sungguhan lho gak main -main dengan perasaaan hatinya Kak Ray kepada kamu ? , jadi sekali lagi Kakak Ray tanya apakah kamu mau menjadi pacarnya Kakak Ray untuk sekali dan seumur hidupmu ? " Tanya Ray nada tegas, serius dan lembut menjadi satu kepada Eve.
Keluarga Eve melihat peristiwa hebat ini dari jarak yang cukup aman untuk memberikan kesempatan emas bagi Ray untuk menyatakan cintanya pada Eve.
" Iya, Eve mau menjadi pacar Kak Ray untuk sekali dan seumur hidupnya Eve." Jawab Eve sungguh hati kepada Ray karena Eve tak mau melukai hati Ray yang sudah begitu baik untuk Eve dan juga keluarganya Eve selama ini.
" Sungguh kamu mau menjadi pacarnya Kakak Ray ? " Tanya Ray sekali lagi kepada Eve sambil tangan Ray menggenggam erat kedua tangannya Eve.
" Iya, Eve sungguh mau jadi pacarnya Kakak Ray." Jawab Eve nada suaranya lembut di antara angin dan salju yang membasahi mereka berdua di atas puncak Namsan Tower.
Ray dengan perasaan hati yang meluap bahagia itu memeluk erat Evelyn dengan kasih sayang luar biasa besar sampai terlihat jelas oleh keluarga Eve dan juga keluarga Mama Jenny di tempat lain namun masih di kawasan Namsan Tower.
__ADS_1
Bersambung...!!