
"Nama istriku adalah Regina Putri Bruno dan putraku itu bernama Bimo Song,Dok."Jawab Jeremi Song dengan suara bergetar karena pria ini begitu cemas terhadap keselamatan Istri dan putranya kepada Dokter muda itu.
"Ouh,mereka berada di ruangan sana dan saya minta Anda untuk mempersiapkan mental yang kuat sebelum Anda melihat mereka." Kata Dokter muda yang memberitahu Jeremi Song tentang istri dan putranya Jeremi Song.
Jeremi segera jatuh pingsan begitu dirinya dapat melihat keadaan Istri dan putranya yang telah menjadi jenazah yang amat mengenaskan dan hangus di bangsal ruang jenazah.
"Jer..Bangunlah...!" Kata Eugene begitu dirinya telah siuman dan terbaring di ruang pasien.
"Mereka berdua telah meninggalkan diriku tanpa permisi dahulu kepadaku..!"Kata Jeremi Song menangis tanpa airmata karena hatinya begitu pedih bukan main.
"Tabahkan hatimu..Kau pasti kuat menerima segala cobaan hidupmu,Jer." Kata Eugene yang memberikan hiburan kepada nya.
*********
Dokter muda itu melihat hp di genggam tangan kanan lalu berlari cepat menuju keluar dari area dalam gedung rumah sakit menuju ke parkiran di lantai basement,dimana mobilnya terparkir di sana .
" Aduh ,Irene kamu tuh bodoh atau polos sih..! Ah ,ngapain sih kamu begitu menunggu Joshua Kim yang jelas -jelas tak pantas untuk mu.." Kata Dokter muda itu memeluk stir mobilnya dengan menghela napas berat.
Kemudian,mobil meluncur keluar dari basement rumah sakit menuju ke jalan raya dengan amat cepat sekali sehingga hanya dalam hitungan sekitar lima belas detik saja mobil telah lenyap tanpa berbekas lagi di jalanan yang padat di Ibukota Seoul,Korea Selatan.
Di Rusun Mawar,Jakarta Barat.
Hari yang sangat dingin dengan cuaca ekstrem di karenakan hujan deras mengguyur Jakarta semenjak semalam suntuk hingga pagi harinya menjelang Benny Wildan harus bersiap untuk berangkat kerja.
"Hai,Ben...Hujan loh di luar.." Kata Lisa yang telah menyapa nya di pintu unit rusunnya.
__ADS_1
"Eh,ya hujan.Trus kenapa ?" Tanya Benny sambil mengunci pintu unit rusunnya kepada Lisa.
"Yaa,gak napa-napa sih,gue pengen kasih tau aja kalau Elo harus bawa payung dan pakai jas hujan biar Elo kagak kehujanan,trus Elo bawalah baju dan celana ganti biar kebasahan saat Elo sampai di tempat kerja Elo." Jawab Lisa yang mengherankan Benny dengan cara Lisa kasih saran itu kepada Benny.
"Ouh,gitu ya? " Tanya Benny tersenyum kecil di kulum kepada Lisa yang cengesan dengan lincah sekali.
"Hehehe ya..Iyalah, Ben." Jawab Lisa tertawa- tawa kecil kepada Benny sambil mengaruk -garuk batang hidungnya sendiri yang mancung dan indah bentuknya itu.
"Aish..Elo cerewet banget sih udah kayak emak Gue aja banyak aturan banget deh." Kata Benny menjitak kening Lisa dengan ketukan jarinya.
Tuk..!
" Auw ! Sakit ,tahu? Lah ,Gue bukan kayak Emak Elo kali tapi bini Elo." Kata Lisa dengan kedipan genit dan lidah menjilat bibirnya sendiri di depan Benny yang melongo dengan ucapannya itu.
"Apa sih Elo ngomong,Lis? Elo tuh ya kalau mau ngomong harus di cerna dulu,nape? Biar apa coba ? Biar ,Elo gak asal ngomong aja..," Kata Benny mencibirkan bibirnya kepada Lisa yang di lewatinya begitu untuk turun tangga dan jumpa dengan Winda yang sudah menunggunya di area pintu tangga dengan mobil sedan merk Honda Jazz warna pink dan gambar marsha and the bear.
"Uughh..Seballll...!!" Geram Lisa yang melihat hal itu dari ujung atas tiang tangga.
"Lisa..Elo mau mengerusak tangga Gue ,ya?" Tegur pemilik rusun yang sekonyong-konyong muncul di samping Lisa dan memukul Lisa pakai gayung mandi.
"Aishh...Bu Ecii ihh Elo tuh ya sentimen banget sama Gue..! Ini baru tangga belum rumah Elo yang Gue rusakin ,mau gak?!" Balas Lisa yang mengambil gayung dari tangan Bu Eci pemilik rusun lalu membalasnya dengan memukul balik si Ibu Eci yang segera kabur darinya dengan suara yang bagaikan dentuman bom molotov saja bagi seluruh penghuni rusun Mawar.
"Aiya ,tolong !! Tolong Gue mau di aniaya sama Lisa Si preman pasar Glodok...!" Teriak Bu Eci mengelilingi setiap lantai gedung rusunnya.
"Lisa...Berhenti..!" Suara teguran keras dari Emak nya Lisa yang menghentikan gadis tomboy itu di tengah koridor dengan kedua tangan bertolak pinggang dan tatapan mata melototi Lisa.
__ADS_1
"Emakkk...!" Panggil Lisa dengan suaranya yang merengek-rengek manja sekali kepada Emaknya.
"Jangan gangguin orang trus..! Kerja sana bantu Abahmu di kantin atau kau pergilah menjaga parkiran di pasar Glodok..!Ini kunci motor mu...!" Perintah Emaknya dengan galak kepada Lisa.
"Ahm..Iya,ya Emak..Lisa pergi kerja..!" Jawab Lisa mengambil kunci motornya dari Emaknya itu sambil lidahnya di julurkan ke belakang Emak untuk mengancam Bu Eci yang ngompol di celana karena ketakutan olehnya.
Lisa berbalik dan tertawa-tawa riang gembira menuruni tangga menuju motornya yang sudah di parkir di area parkir motor oleh Abahnya yang selalu menyiapkan segala keperluan kerjanya itu.
Di Perumahan Pik,Jakut.
Ray tersenyum manis menyambut pagi yang sangat menantang harinya untuk lebih giat lagi dalam bekerja untuk menghidupi keluarga kecil nya yang sangat di cintainya itu.
"Selamat pagi,Kak Ray. Aku sudah siapkan baju kerja mu di sofa panjang dekat ruangan pakaian mu dan sarapan pagi mu di ruang makan."Sapa Eve yang membuka tirai jendela kamar yang di lihatnya bahwa di luar sedang hujan deras.
"Ahmm...Eve..Kemarilah sebentar saja.." Kata Ray di tempat tidur masih memeluk gulingnya kepada Eve yang masih memakai baju piyama namun rambutnya yang indah sudah di gulung rapi bak sanggul ala emak -emak rumahan.
"Ada apa ? Sudah siang nih untuk mu pergi kerja, Kak Ray?," Tanya Eve melangkah ke tempat tidur namun menjaga jarak dari ulurkan tangan Ray yang ingin menariknya ke tempat tidur.
"Ah...Payah sekali kau semenjak kau melahirkan yang sudah melewati masa nifas dalam jarak waktu enam bulan lamanya..! Kau tak mau di sentuh olehku.." Jawab Ray uring-uringan untuk bangun dari tempat tidur dengan berjalan ke kamar mandi.
"Emm..Kau di larang sentuh aku sebelum Rich dan Ren usia dua tahun..!" Ucap Eve dari pintu kamar.
" Astaga,salah ku sendiri yang mengucapkan janji untuk tak menyentuhnya lebih dari pelukan dan ciuman sampai kedua bocah itu usia dua tahun..! Ah,Aku puasa selama dua tahun lama sekali untuk dahaga dan lapar yang berbeda dengan menu sarapan pagi ku di meja makan di ruang makan." Kata Ray yang menyemplungkan diri tanpa buka pakaian ke bath up yang penuh air hangat yang membuat menjerit karen airnya sangat panas sekali.
" Aduhh...Eve..!!! Air nya kau bikin full air panas..! Aish melepuh dah kulit ku..!" Jerit Ray merana.
__ADS_1
Bersambung..!!