
Ray mendelikkan sepasang matanya sambil bibir nya mencibir ke layar hp nya mendengar rayuan manis sahabatnya yang sedang menjalankan magang di luar negeri.
"Huh, bisa aja Elo ngerayu Gue..! " Gerutu Ray.
"Please, deh Ray. Elo maafin Gue ya dan jangan ngambek lagi ke Gue cuma hal sekecil biji jeruk nipis masuk ke hidung semut rang rang..!" Rayu Edgar melalui Wa.
"Ok..Asal ada syaratnya..! " Jawab Ray nyengir lebar karena menang dari Edgar.
"Yeeh...Apa syaratnya? " Tanya Edgar pasrah.
"Beritahu Gue di mana alamat rumahnya Lisa Bp biar Gue bisa salaman langsung dengan Idol Fav Gue hehehe..! " Jawab Ray sambil memerhatikan Sudrajat membuat akun aplikasi novel di depan nya.
" Yehhh..Mana Gue tahu alamat rumahnya Lisa Bp..! Gue tahunya alamat rumah Kakak Kandung Elo yang bernama Chiko Gilberto Xu yang baru saja balik dari kabur ke Peru usai namanya telah di coret dari daftar nama Keluarga Gilberto Xu oleh Akong Elo..!" Kata Edgar terdengar oleh Ray kalau sahabatnya agak mendumel soal dia yang menanyakan suatu hal yang tak masuk akal.
"Emmm...Kalau alamat rumah Kak Chiko sih Gue udah tahu dan sekarang Dia malah menjalin pacaran dengan artis telenovela yang sedang naik daun di Argentina dan sekitar Amerika Latin yang bernama Veronica Ricardo..! " Kata Ray.
"Loh bukannya Kakak Chiko sudah putus sama Veronica Ricardo sejak dua tahun yang lalu ada di tabloid gosip telenovela kok..! Ah, aja yang ketinggalan berita hot dunia seleb telenovela yang di gemari emak -emak jaman era sembilan puluhan..!" Kata Edgar yang terdengar sedang mulai sibuk dengan urusan pekerjaan pria itu yang berprofesi sebagai Dokter Magang di kota Seoul, Korsel. Jika di dengar dari hpnya oleh Ray yang berkali -kali menghela napas memikirkan Kakak kandungnya yang selalu keluyuran di seluruh negeri di dunia.
"Ahh..Ok deh , Ed met kerja ya..! Gue juga sudah mulai sibuk nih urusan kerja Gue..!" Kata Ray yang memutuskan hubungan telekomunikasi itu dengan menonaktifkan ponselnya yang di taruh di meja kerjanya.
__ADS_1
"Bos..Aku berhasil membuat akun untuk menjadi anggota di aplikasi novel favoritnya Eve..! " Seru Sudrajat tersenyum lebar kepada Ray.
"Ya, Kau mainlah dan laporkan kepadaku pada jam makan siang nanti di kafetaria tempat biasa aku makan..!" Perintah Ray kepada Sudrajat.
" Iya, Bos..Saya laksanakan..!" Jawab Sudrajat yang cepat -cepat keluar dari ruangan kerja bos nya itu sebelum di panggil lagi untuk tugas yang di luar dugaannya itu.
" Sudrajat...Balik..! Balik lagi kesini..!" Panggil Ray dari balik laptop dengan tangan terangkat tepat saat Sudrajat baru saja keluar dari ruangannya.
Sudrajat kembali lagi dengan tergesa-gesa dan berdiri di depan meja kerja Ray sambil menanti tugas apa lagi yang di perintahkan oleh Ray Si bos muda yang superzuperunik bujubuneng itu.
"Hmm...Bikinin Aku kopi capucino dong tanpa gula ya? Lalu bawain juga wafer kalapa yang renyah ke sini..!" Perintah Ray.
Sudrajat melaksanakan tugas itu dengan baik sesuai perintah Ray. Ia sangat memahami sifat Ray yang tak pernah suka di buatkan minuman kopi oleh sektretaris wanita yang jumlahnya ada lima atau enam orang di ruangan sekretaris. Tapi Ray cuma mau di bikin kopi oleh Sudrajat yang tugasnya adalah wakil nya Ray di Perusahaan Sinar Jaya Mas.
"Ini Bos secangkir kopi dan sepiring wafer yang pesan untuk Saya buatkan dan bawakan kepada Bos di kantor Bos..!" Kata Sudrajat yang dengan sopan menaruh minuman dan makanan kecil pesanan Ray di meja kerja nya Ray.
"Sekarang, kamu sudah boleh keluar dan tugas mu hari ini adalah bermain aplikasi novel untuk mengawasi orang -orang yang berlaku tak sopan kepada Eve melalui komentar yang membuat Eve down dan tak percaya diri dengan bakatnya di bidang menulis..! " Kata Ray kepada Sudrajat sambil mengunyah wafer kalapa dan mengetik sesuatu di keyboard laptop.
"Siap, Bos..! " Jawab Sudrajat segera.
__ADS_1
*********
Di Perusahaan Roti yang mereknya adalah Bread Talk. Ada Benny yang sedang sibuk melihat -lihat berbagai jenis roti dan cake yang di tata rapi di meja kerja Winda teman kantornya.
" Ini ada sekitar tujuh atau delapan jenis roti dan cake yang di jadikan sampel sebelum kita dapat meluncurkannya ke toko-toko yang menjual roti dan cake perusahaan kita. Dan, tugas kamu di sini adalah mencatat jenis roti dan rasanya lalu kau bisa memberikan laporan catatanmu itu pada ku sebelum di minta oleh Pak Nathan yang menjadi Direksi Utama di perusahaan roti kita...! " Kata Winda memberikan arahan kerja kepada Benny.
" Ok..Bu..Saya akan kerjakan tugas yang Anda berikan dengan semampu Saya..! " Jawab Benny yang segera membawa semua roti dan cake itu ke ruangan kerjanya untuk di catat nama ,jenis dan rasa nya.
"Hmm..Di lihat-lihat dengan saksama si Benny itu ganteng juga ya mirip aktor Korsel Jo In Sung yang main Memories In Bali..!" Pikir Winda yang diam -diam terpana dengan karismatik Benny.
Benny sama sekali belum mempunyai keinginan untuk membuka hatinya lagi semenjak dirinya itu patah hati karena rumah tangganya telah gagal oleh wanita pertama yang menjatuhkan hatinya dan wanita pertama yang di harapkannya dapat menjadi istri nya di sepanjang hidupnya.
Namun, takdir berkata lain untuk dirinya harus melihat sifat asli wanita pertamanya itu yang kini membuatnya menilai cinta adalah bualan belaka dan kehidupan yang seperti rumah tangga yang ideal itu cuma ada di drama Korea saja dan juga wanita yang tulus dan polos serta sungguh baik dalam segala hal mencintai dan menerimanya apa adanya cuma ada di kisah novel-novel atau film-film romantis di K-drama atau C-drama.
"Elo, jangan sampai kelainan jiwa karena gagal dalam cinta dan rumah tangga di kehidupanmu yang lalu. Coba lah Elo break dulu dari jatuh cinta supaya hati dan pikiran loh plong kayak Gue dulu kepada Agnes berengsek itu sampai Gue menemukan cinta sejati Gue pada diri Eve gadis mungil yang manisnya bak gulali pun kalah manis dengan hati dan wajahnya serta tubuhnya yang aduhai..! Ehh..Kenapa Gue malah bahas tentang Gue yang tergila-gila kepada Eve, ya?! "
Ray pernah menasehati Benny di suatu malam di rumahnya sepupunya itu dan ujung -ujungnya Si Ray malah asik mengomentari dirinya Si Ray sendiri kepada Eve daripada membahas tentang Benny yang hanya mengangguk -anggukkan saja kepala mendengarkan ocehan Ray yang bagai kereta api di stasiun Manggarai.
"Ahhh...Elo , tenang saja Gue gak bakalan suka pada sesama jenis karena Gue masih normal. Ray, Elo jangan berpikr macam -macam tentang Gue dong mentang-mentang Gue cuma dekat sama Bryan teman klub bilyar Elo..!" Kata Benny menatap langit malam itu dengan hatinya yang amat tenang bukan main kepada Ray di rumah nya Ray.
__ADS_1
Bersambung..!!