
Ray membawakan aneka parsel buah -buahan di tangan kanannya untuk seseorang yang sedang di rawat di salah satu rumah sakit terbaik di Ibukota Balikpapan,Kalimantan Timur.
" Wil, gimana kabarmu hari ini ?"Tanya Ray dengan senyuman yang sangat ramah dan kasih sayang kepada William Wildan yang terbaring di ranjang pasien.
" Sudah lebih baik , makasih ya kamu sudah amat baik merawat ku selama Aku jatuh sakit seperti ini di luar rumah." Jawab William Wildan merasa hati nya sangat terharu dengan kebaikan hati Ray.
" Kamu jangan bicara seperti itu dong,Wil.Kamu jadi sakit seperti ini 'kan karena aku yang nyaris di celakai oleh orang lain tapi untungnya Aku dapat kamu selamatkan dengan nyawamu sendiri yang nyaris melayang,Wil. Akulah yang seharusnya ada di ranjang pasien ini bukannya kamu." Kata Ray di kursi di depan ranjang pasien William Wildan.
"Kalau kau yang berada di ranjang pasien ini lalu siapa yang akan memenjarakan Sheila dan usir Suzuki Max dari negara kita yang bersih dan taat peraturan kerja yang baik dan benar, Ray. Selain dirimu yang sangat cermat dan cerdas di segala hal lainnya.Siapa lagi, Ray?" Ujar William Wildan yang menerima buah apel yang sudah dikupas bersih oleh Ray.
" Iya,ya ya kita berdua sama -sama hebat dalam bekerjasama kita ini,Wil.Karena kita adalah kakak dan adik yang terbaik di dunia." Kata Ray nyengir lebar untuk William Wildan.
Di Kota Bogor, Jawa Barat.
Sally terlihat gusar sekali memandangi surat hasil pemeriksaan kesehatan tubuhnya dari salah satu Dokter di rumah sakit kota Bogor. Ia begitu amat gemetaran membaca tulisan kata positif hamil di kertas itu.
" Aku..Aku hamil.." Gumam Sally lesu sekali dan Ia menjatuhkan dirinya di bangku taman di rumah sakit.
"Kamu kenapa ngomong sendirian di sini,Sally? " Tanya seorang perempuan yang sangat kenal baik Sally dengan nada ramah sekali.
__ADS_1
" Aku habis dari Dokter ahli kandungan,Wit.Kamu sendiri ngapain di sini ?" Ucap Sally tersenyum di bibirnya kepada Wita tetangga nya itu.
"Trus gimana hasil pemeriksaan kamu, Sall?Kalau Aku memang ingin memeriksa kondisi kehamilan ku yang kedua di rumah sakit ini." Jawab Wita di depan Sally seraya menunjukkan perutnya yang sedikit buncit itu kepada Sally.
" Aku hamil, Wit." Kata Sally pelan.
"Apa kamu hamil ? Wah,selamat ya ?Aku senang banget akhirnya kamu bisa hamil juga." Kata Wita dengan wajah berseri -seri kepada Sally.
" Iya,makasih.Ku yakin keluargaku juga sangat senang bila mereka bisa mengetahui kabar baik ini dariku dan terutama suamiku Kak Benny yang saat ini sibuk bekerja di luar kota." Kata Sally yang memamerkan senyuman manisnya kepada Wita.
" Iya, tentu saja dong Sall. Kakak Benny sudah amat menantikan kabar hebat ini darimu sebagai istrinya, ya meskipun Aku harus memperingatinya untuk waspada terhadap dirimu yang diam -diam sudah bermain api di belakangnya." Kata Wita tak di sangka -sangka oleh Sally kalau Wita telah tahu hubungan gelapnya dengan Tommy.
"Kau jangan suka ikut campur urusan orang lain yang bukan urusanmu, Wit.Atau kamu akan dapat masalah besar dariku..!" Desis Sally marah kepada Wita.
" Aduhh...!Kurang ajar sekali kamu...!!" Pekik Wita meringis kesakitan pada pinggulnya.
Sally tidak memperdulikan Wita yang melolong kesakitan di taman rumah sakit.Sally memilih untuk pergi meninggalkan tetangganya itu di sana dengan berjalan keluar dari rumah sakit dengan wajah begitu tegang sekali.
" Aku harus mencari cara untuk menutup mulut si Wita itu supaya rahasia ku aman selalu..!Aku juga harus temui Tommy supaya laki -laki itu gak akan mendatangiku lagi setiap kali Benny tidak ada di rumahku."Kata Sally yang sibuk mencari akal yang cerdas untuk menjaga rahasianya tetap aman dari Benny Wildan dan juga keluarganya.
__ADS_1
Di Kota Bekasi.
Benny menyuapi mulutnya dengan sesuap bakso malang yang sedang di lahapnya di siang hari itu di jam istirahat kerjanya di kantor cabang dari salah satu usaha milik keluarga Oom Bruno yakni saudaranya Ray Gilberto Xu.
"Ben, lahap benar makan Lo sampai gak lihat ada orang datang menyapa Lo." Kata gadis manis dan imut asal daerah Bengkulu.Gadis ini bernama Mia Renata teman satu kantor nya Benny.
" Hahaha ya maafin Gue, Sis. Habisnya Gue amat lapar banget loh harii ini.." Jawab Benny dengan tawa lebarnya itu.
" Ish, hati -hati baksonya loncat tuh dari mulutmu yang lebar itu." Kata Mia Renata ikut tertawa -tawa lebar melihat tawa ramainya Benny Wildan teman kerja nya itu.
" Engga dong, Sis.Lihat tuh baksonya udah masuk dengan tepat ke perut Gue yang persis karung beras level yahud..! Hahaha, eh Sis kamu kok gak makan siang sih ?Apa gak lapar usai kerja dari pagi suntuk ?" Tanya Benny Wildan dengan sikap ramahnya kepada Mia Renata yang duduk di kursi samping kanannya di kantin kantor.
"Gue lagi diet, Bro.Maklumlah anak kostan yang perlu biaya yang cukup hemat untuk mengisi hari -hari di kota besar." Jawab Mia Renata dengan nada agak lesu.
" Yeh..Hemat sih hemat namun makan tetaplah harus makan supaya ada energi jalani hidup di kota besar, Mi.Begini aja, gimana kalau Elo pesan makan bakso malang Pak Agus yang superzuper maknyus ini dan biar Gue yang traktir Elo makan siang bakso malang superenak ini ?" Benny yang loyal itu sangat memerhatikan teman -teman kerja nya termasuk Mia Renata gadis manis yang amat di kenalnya sebagai sosok gadis perantauan yang amat keras di dalam perjalanan hidup gadis itu di kota besar.
" Eh, gaklah Gue gak enak sama Elo, Bro."Kata Mia Renata dengan nada sungkan menerima tawaran makan siang gratis dari Benny Wildan.
" Jangan menolak rejeki ,gak baik tahu..! Udah gak usah malu dan gengsi ama Gue..! Lo makan aja bakso malang superenak ini di mangkuk cap dua ayam jago ini." Kata Benny Wildan dengan senyum yang sangat ramah sekali kepada Mia Renata.
__ADS_1
" Ah, ya ,okelah..Makasih ya Ben." Sahut Mia Renata menahan rasa harunya terhadap kebaikan hati Benny Wildan.
Bersambung...!!