
Nastusha terbangun dari tidurnya di pagi hari yang cukup cerah untuk nya. Ia melompat dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk siap -siap pergi ke sekolah.
" Jadwal pelajaran hari senin adalah upacara bendera,pelajaran bahasa Indonesia dua jam, fisika satu jam dan matematika dua jam..! " Kata Nastusha sambil merias dirinya setelah mandi dan berpakaian seragam Sma.
Pintu kamar terbuka untuk memperlihatkan Ray Kakaknya yang menunggunya untuk sarapan pagi bersama dengan keluarganya di ruang makan.
" Sudah rapi atau belum kamu, Nat? " Tanya Ray dengan senyuman sayang kepada adiknya itu.
"Ya, bentar lagi juga aku rapi kok..! " Jawab Nastusha sambil melompat-lompat riang ke arah Ray.
"Dasar tomboy..! " Kata Ray menyentil dahi adik kesayangannya.
" Hehehehe.. Siapa dulu adiknya Kak Ray dan Kak Chiko..? " Nastusha cengengesan.
Evelyn menyiapkan sarapan pagi untuk semua anggota keluarga di meja makan.
"Sudah pada kumpul atau belum? " Tanya Evelyn kepada semua anggota keluarganya yang sudah duduk rapi di bangku masing-masing di ruang makan.
" Sudah..! " Jawab semua anggota keluarganya.
Lalu setelah sarapan pagi satu persatu anggota keluarganya pamit untuk menjalankan aktivitas mereka di luar rumah dan setelah itu ia sibuk mengurus dirinya sendiri.
" Aku hari ini mau mencoba untuk melamar kerja di PT. KIMI di daerah serpong. " Kata Evelyn yang sudah merancang kegiatan di awal tahun baru.
" Nyonya, tadi ada telepon dari keluarga Nyonya di kota Tangerang. " Kata Bu Fatma pembantu nya kepadanya di kamarnya.
" Ah, ya.. Makasih Bu Fatma. " Jawab Evelyn yang mengambil hpnya lalu menghubungi Mama nya yang tinggal di kota Tangerang.
" Halo, Eve. Apakah kamu ada waktu untuk hari rabu besok jaga adik mu di RS? " Mamanya yang menghubunginya melalui hpnya WA.
" Ah, ya. Eve lihat jadwal Eve dahulu, Ma. Soalnya hari ini Eve ingin pergi melamar kerja di daerah serpong. Ya, Eve khawatir kalo Eve di dapat kerja di PT Kimi..? Eve, gak bisa temani Ziko ke RS di hari Rabu besok..! " Jawab Eve di hpnya melalui WA.
" Eve, apa kamu sudah minta izin ke suamimu untuk dibolehin kerja di luar rumah? Kamu kan memiliki tubuh lemah..! " Kata Mamanya yang langsung mengingatkannya dengan larangan suaminya.
__ADS_1
" Ah, belum. " Jawab Eve lesu.
" Nah, gausah sok pengen kerja di luar rumah deh nanti kamu di marahin oleh suamimu nanti..! Bukankah kamu lagi masa penyembuhan pasca keguguran kehamilan kedua mu beberapa waktu lalu?! " Mamanya mencermahi nya.
" Ah, ya ya ya..Ma. Eve ngerti..! "
" Bagus, kalau kamu sudah ngerti. Jadi, mama minta kamu hari rabu besok jaga adik mu di RS ya? "
" Iya, Ma..! " Jawab Eve.
Di kamar lain, keluarlah wanita cantik yang baru saja berjalan menuju ke kolam renang untuk habiskan waktu dengan olahraga air.
" Nyonya Rainy ini Jus anggur hijau anda..! " Kata Bibi Sri salah satu dari asisten rumah tangga Eve menyodorkan segelas minuman jus anggur hijau kepada istri dari kakaknya Ray.
" Terimakasih banyak, Bibi Sri. " Kata Rainy Yen sambil bersantai di kolam renang.
" Sama-sama Nyonya. " Kata Bibi Sri yang lalu pergi ke dapur untuk mengurus kegiatannya di sana bersama dengan rekan kerjanya yang lain.
Rainy Yen menghubungi seseorang melalui hp nya.
" Ouh, aku sibuk syuting film terbaru aku..! Kamu? "
" Aku sibuk menjadi ibu rumah tangga setelah Aku menikah dengan Chiko Gilberto Xu kakak milyuner Raymond Gilberto Xu..! "
" Wah, asyik dong. Kamu tinggal meminta uang tanpa kerja keras di lokasi syuting yang amat menjemukan..! " Kata Jimmy teman kerja Rainy Yen yang bekerja di kota Yilan, Taiwan.
" Asyik apanya? Aku jenuh nih tanpa hiruk-pikuk suara fans Aku yang biasanya Aku dengar teriak -teriak memanggilku' Rainy Yen..! Kakak Rainy Yen cantik sekali kamu..! " Kata Rainy Yen yang sudut matanya memandang iri kepada istri dari Raymond Gilberto Xu yaitu Evelyn yang memiliki kecantikan dan keindahan tubuh jauh lebih indah daripada dirinya.
" Uuuhhh! "
" Kamu kenapa Huh? " Tanya Jimmy melalui video call.
" Aku sedang sebal nih..!" Jawab Rainy Yen.
__ADS_1
" Sebal sama siapa? "
" Adik ipar ku..! "
" Lho bukannya adik ipar mu sangat baik sama kamu? "
" Baik sih baik...! Cuma istrinya nyebelin banget deh..! " Kata Rainy Yen yang mengarahkan video call hpnya ke arah Evelyn yang sedang sibuk mengetik sesuatu di laptop wanita itu yang di taruh di pangkuan wanita itu yang duduk di kursi teras rumah.
" Waahhh..Cantiknya wanita itu, Rain...! " Puji Jimmy untuk Evelyn kepada Rainy Yen yang semakin sebal sama Evelyn.
"Uhhh! Semua pria sama saja tidak bisa lihat cewek bening sedikit langsung melompat tuh mata...! " Kata Rainy Yen nada cemburu kepada Evelyn di percakapannya melalui video call nya dengan temannya di Taiwan.
Eve sibuk menulis novel di sebuah aplikasi buku novel favoritnya. Ia menggunakan waktunya untuk menulis sebagai hobi untuk hilangkan bosan di rumahnya sesudah ia di sibukkan dengan anak-anak nya yang kini sudah balita usia dua tahun lebih.
" Mama...! Lihat Rich tadi di sekolah dapat nilai A di pelajaran menggambar. " Kata Richard Gilberto Xu putranya yang membawa kertas gambar kepadanya sehabis pulang sekolah.
" Wahhh, pintarnya anak Mama..! " Puji Eve memeluk dan mencium kening putranya.
" Mama.. Aku juga dapat nilai A di sekolah..! " Kata Renata Gilberto Xu putrinya yang tak mau kalah menunjukkan nilai gambarnya dari putranya kepadanya.
"Wahhhh.. Si cantiknya Mama pintar juga...! " Puji Eve mencium kening putrinya yang langsung naik kepangkuannya dan mengambil botol susu dari pengasuhnya.
" Aku juga mau mimi cucu, Mama..!! " Pinta Rich dengan wajah muram kepada Evelyn.
" Aish, jagoan Mama juga merasa haus ya? Mau mimi cucu juga..! " Kata Evelyn yang langsung ambil botol susu dari pengasuh putranya untuk di berikan kepada putranya yang langsung taruh kepala mungilnya di pangkuannya yang lainnya.
Di tempat kerja. Ray di sibukkan dengan urusan rapat dengan para pemegang saham di ruang rapat. Ia mengadakan pertemuan secara resmi di perusahaannya untuk membahas masalah perdagangan internasional dan barang di proyek daerah Palangkaraya.
" Kayu mahoni berapa harganya sekarang ini? " Tanya Ray kepada rekan kerjanya sambil lihat dan baca laporan bahan baku untuk produk terbarunya di proyektor.
" Dua puluh ribu perkayu nya..! "
" Tak mungkin! Aku sudah lihat kayu itu harga aslinya tak sampai tembus dua puluh ribu deh..! " Kata Ray dengan alisnya terangkat mendengar laporan tersebut.
__ADS_1
" Tapi, Pak Ray. Semua bahan kayu sedang naik sehingga harga pasaran nya ya segitu sudah realistis..! " Jawab rekan kerjanya dengan berkas dokumen yang berhubungan dengan barang kayu mahoni yang sedang di bahas di rapat oleh Ray.
Bersambung!