Stay For Love

Stay For Love
Episode 122.


__ADS_3

Tangan Riza di tepis oleh Natusha yang menolak untuk mendukung kebohongan Riza terhadap Papa nya mengenai Riza memperlakukannya di rumah mereka selama orangtua mereka pergi ke luar kota selama dua minggu untuk urusan.


"Nggak Pa, Kakak Riza bicara bohong mengenai Ia bersikap baik di rumah selama Papa pergi untuk urusan kerja ke luar kota selama dua minggu sehingga Natusha memilih untuk nginap di rumahnya Eliza untuk kenyamanan Natusha. " Kata Natusha dengan nada terbuka dan jujur memberitahukan kebenarannya kepada Papa nya.


Papa mereka menatap Riza dengan galak sekali usai mendengarkan kebenarannya sikap Riza dari Natusha sendiri. Maka, Papa mereka telah maju menampar wajah Riza di hadapan keluarga Eliza.


" Papa..! Kenapa Papa memihak kepada anak adopsi seperti dia dibandingkan dengan aku anak kandung mu sendiri?" Tanya Riza dengan nada sakit hati kepada Papa mereka.


" Riza! " Suara keras Mama mereka yang datang juga ke rumah keluarga Eliza dan menjewer Riza dengan kencang.


" Mama! Kenapa Mama juga membela anak liar itu dibandingkan aku putra mu sendiri?" Tanya Riza nada pedih sekali karena orangtuanya lebih memihak kepada Natusha daripada dirinya.


" Karena kamu sudah melakukan kesalahan yang nyaris mencelakakan Natusha yang kami cintai meskipun Ia anak adopsi tetapi Ia seorang anak yang baik dan bermoral tinggi yang sama sekali tidak pernah kamu miliki itu yang selama ini kami lihat. " Kata Mama nya memarahinya.


Natusha menangis sedih sekali mendengarkan riwayat aslinya dari orangtuanya sendiri di depan keluarga Eliza. Ia membalikkan badannya lalu lari meninggalkan keluarganya dan keluarga Eliza karena hatinya amat hancur.


" Natusha..! " Teriak keluarganya dan Keluarga Eliza nada serempak.


Natusha yang tidak sadar bahwa Ia berlari ke arah timur dari perumahan nya tinggal dan Ia di kejutkan oleh sekelompok orang yang berdiri di depannya dengan wajah sanggar sampai gadis remaja ini ketakutan sekali.

__ADS_1


" Hai, lihat teman-teman kita memiliki rejeki dadakan nih dengan kita berjumpa dengan gadis cantik mulus seperti cewek itu. Mari kita coba kenalan yuk. " Kata salah satu dari sekelompok orang yang menghadang Natusha di luar area kawasan perumahan nya.


Natusha yang merasa ketakutan itu melangkah mundur untuk menghindari sekelompok orang itu yang malah semakin mendekatinya dan juga mengurung nya sehingga ia semakin ketakutan saja.


"Hei, cewek jangan takut dong sama kami yang cuma ingin kenalan saja dengan kamu. " Kata salah satu dari sekelompok orang wajah bengis dan sangar kepada Natusha.


"Nggak aku tak mau berkenalan dengan kalian! Kalian sungguh menakutkan! Mundur dan jauh -jauhlah dariku atau aku akan berteriak di sini supaya kalian di pukulin oleh semua warga dari perumahan Kamboja Merah. " Kata Natusha dengan wajah pucat namun bersikap berani sekali menghadapi para penghadang nya itu.


" Oh, percuma kamu berteriak sampai suaramu serak dan habis sekalipun kau tak kan bisa mengundang para warga perumahan mu datang ke sini. Jadi, kau jangan bersikap sok suci deh di depan kami.. " Kata para sekelompok orang yang menghadang Natusha.


Di saat Natusha dalam keadaan genting datang sebuah mobil sport warna hitam menerobos para sekelompok orang itu yang segera kabur dari Natusha dengan ketakutan.


" Natusha..! Apakah kamu baik -baik saja? Tak ada yang terluka 'kan ?" Tanya seorang pria muda sangat tampan yang keluar dari mobil sport yang paling mewah dengan nada khawatir sekali kepada Natusha.


" Ya, aku baik -baik saja. Tapi, kamu siapakah dan darimana kamu tahu bahwa aku bernama Natusha?" Tanya Natusha dengan nada heran kenapa Ray yang telah kembali dari Jepang dan mencari adiknya yang hilang itu.


" Aku mencarimu dengan segala kemampuan ku untuk menemukan mu, adik ku sayang. " Jawab Ray memeluk Natusha dengan kasih sayang.


" Tunggu kau siapakah? " Tanya Natusha yang semakin heran dengan sikap pria muda yang memeluknya itu dan Ia juga merasa bahagia sekali dengan berjumpa dengan pria muda itu yang mendatangkan perasaan kontak batin yang amat kuat.

__ADS_1


" Aku Raymond Gilberto Xu Kakak kandung mu yang sudah selama dua tahun lebih mencari mu dari panti asuhan di Manila hingga ke kota ini untuk menemukan mu. " Jawab Ray yang segera memperlihatkan surat riwayat hidup Natusha kepada Natusha yang melihat, membaca lalu merangkul Ray dengan kerinduan yang sangat besar sekali.


" Kakak Rayy..! Akhirnya aku berjumpa dengan kakak ku sendiri yaitu saudara kandung ku yang asli..! " Kata Natusha menangis di pelukan Ray.


" Iya, adikku sayang. Kakak Ray telah datang ke kota Bandung ke perumahan bunga Kamboja Merah untuk menjemput pulang ke rumah kita di Jakarta Utara dan kau bisa tinggal bersama dengan Kakak dan keluarga kecil Kakak. " Jawab Ray merangkul erat Natusha.


" Ah, ya ya Kak. Makasih banyak..! Kata Natusha yang melihat hadir nya keluarga adopsi nya dan keluarga Eliza di belakang punggung Ray.


" Nat, kau akhirnya berhasil menemukan Kakak mu yang sesungguhnya dan seorang Kakak yang selalu menjaga mu untuk mu merasakan rasa hangat dan nyaman untuk tinggal di rumah. " Kata Elisa dengan terharu dengan kebahagiaan yang datang kepada Natusha sahabatnya itu.


" Eliza..! " Panggil Natusha menubruk sahabat nya dengan memeluk begitu erat.


" Keluarga Pak Budiono terimakasih banyak karena Anda sekeluarga sudah berjasa besar untuk merawat dan menjaga adik ku dengan sangat baik sejak Ia bayi hingga remaja secantik ini. Sekali lagi, aku ucapan terimakasih sedalam -dalamnya atas keperdulian keluarga Eliza yang menemani adik ku di kala Ia merasa sendiri di dunia ini. Aku akan membalas kebaikan kalian semua dengan kebaikan dua kali lipat daripada kebaikan kalian selama tujuh belas tahun hidup bersama dengan adik ku Natusha Gilberto Xu. " Kata Ray dengan senyuman ramah dan sopan kepada keluarganya Budiono dan keluarga Eliza.


" Ya, sama-sama Nak. Kami juga sangat cinta dan menyayangi Natusha seperti anak kami sendiri dan Natusha merupakan bagian dari keluarga kami dan juga sahabat yang baik dan menyenangkan bagi Eliza dan keluarga." Kata Pak Budiono dan Pak Burhan dengan suara yang turut bahagia untuk kebahagiaan Natusha yang akhirnya dapat berjumpa dengan Ray Kakaknya Natusha yang terlihat sangat menyayangi gadis remaja yang manis itu.


" Ah, baiklah. Saya akan membawa pulang adik saya ke rumah saya sekarang juga dan sekali lagi Saya ucapkan terimakasih dan sampai jumpa di waktu yang lebih baik lagi dari hari ini. " Kata Ray yang menatap tajam kepada Riza yang wajahnya sembab di belakang punggung Papa Budiono karena di berikan hajaran oleh para bodyguard nya Ray yang menyelamatkan adik nya dari sekelompok orang bayaran Riza yang ingin mencelakakan Natusha.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2