
Gemuruh petir, kilat dan hujan lebat mengguyur seluruh Indonesia termasuk di Ibukota Jakarta, di hari yang lembab itulah Larasati harus tegar menyaksikan pemakaman suaminya.
" Kak Benny, kau tenanglah di Surga karena Aku akan menjaga calon buah hati kita dengan baik untuk mu, aku juga berjanji untuk setia selama nya untuk mu." Janji yang di ucapkan Larasati untuk mendiang suaminya di pusara batu nisan suaminya.
" Laras, mari kita pulang ke rumahmu karena hari ini hujan lebat dan kau harus menjaga kesehatan dirimu dan juga bayi di dalam kandungan mu. " Kata Eve menemani Larasati di pemakaman Benny Wildan.
" Iya, Eve. Terimakasih untuk kebaikan mu yang sudah menemaniku di saat aku berduka cita atas meninggalnya suamiku tercinta dan kamu bahkan masih mau menasehati ku untuk aku bisa menjaga kesehatan diriku sendiri dan bayi di dalam kandungan ku. Kau sungguh baik sekali terhadap ku dengan kondisi dirimu sendiri yang sedang hamil untuk kehamilan kedua mu. " Kata Larasati tersenyum manis kepada Eve seraya mengelus perut buncit Eve yang berusia tiga belas minggu.
" Ya, Laras sama-sama. Mari kita segera pulang ke rumah mu di rusun Mawar. " Kata Eve yang menggandeng tangan Larasati untuk mereka meninggalkan tempat pemakaman umum di daerah Jakarta Barat.
Lisa termenung seorang diri di rumahnya karena Ia memikirkan Benny Wildan yang terakhir kali sebelum pria itu meninggal dunia karena jatuh dari tangga demi menyelamatkannya itu.
" Aku mencintaimu Benny.. Aku bisa merasakan kamu juga mencintai ku tapi takdir berkata lain untuk kita. Huhuhuhuhu..! Kau harus meninggal dunia secepat ini dan aku harus melupakanmu untuk menikah dengan kakak sepupumu sendiri." Kata Lisa yang menangis di atas ranjang.
Lisa membayangkan dirinya di cium Benny di tangga beberapa hari lalu sebelum Benny Wildan meninggal dunia. Ia merasakan sentuhan kasih sayang yang Benny Wildan berikan kepadanya di bibirnya.
" Aku mencintaimu dengan caraku sendiri, Lisa. Aku harap kamu bisa bahagia bersama dengan orang pilihan hatimu sendiri yaitu Kak Lukas Wildan sebagai calon suami mu. Aku Benny Wildan turut bahagia untukmu. " Kata Benny Wildan memberikan senyuman tulus kepada Lisa.
" Ikuti Aku ke suatu tempat..! " Kata Lisa menarik tangan Benny Wildan ke sebuah kamar rumah susun yang paling ujung dan tak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan kamar itu.
" Kamu mau apa, Lisa? " Tanya Benny Wildan nada bingung kepada Lisa.
__ADS_1
" Aku mau memberikan kesucian ku kepada mu, Benny. " Jawab Lisa yang menarik Benny ke atas tempat tidur lalu mereka berciuman mesra di sana.
"Jangan, Lis. Aku tak mau merusak kebahagiaan Kakak Lukas. " Kata Benny Wildan yang awalnya menolak kehendak Lisa.
" Aku akan merasa bahagia jika hati dan tubuhku dapat Aku serahkan kepada mu meskipun Aku pada akhirnya harus menikah dengan seorang yang lain. " Kata Lisa yang membuka pakaian Benny Wildan lalu membelai halus Benny Wildan.
Benny tak bisa menolak keinginan Lisa yang kini berada di bawah tubuhnya dan meremas rambut nya ketika ia memasuki goa indah gadis cantik di bawah tubuhnya itu.
Satu jam berlalu di hari itu, dimana Lisa telah di renggut kesucian nya oleh Benny Wildan di dalam kamar rusun Mawar di lantai tujuh nomor tujuh puluh lima.
Dan, sekarang ini Lisa mengenang hari itu usai Ia menyaksikan pemakaman Benny Wildan kekasih hatinya.Gadis cantik itu menangis sedih karena rindu yang mendalam.
Sementara itu William Wildan yang hadir di acara pemakaman Benny Wildan melihat Larasati istri dari Benny Wildan dengan perasaan yang sangat mendalam juga seakan pria itu telah jatuh cinta kepada Larasati.
William Wildan memperhatikan Larasati yang di saat ini sedang berbicara dengan Evelyn di ruang keluarga rusun Mawar nomor lima rumahnya Benny Wildan.
" Ras, kau harus rajin makan banyak, minum air putih yang cukup dan istirahat untuk kesehatan mu dan janin mu. " Kata Evelyn yang menasehati Larasati untuk minum susu hamil rasa stroberi yang pernah di belikan oleh Benny Wildan usai mereka konsultasi kesehatan kehamilan Larasati ke rumah sakit daerah Jakarta Barat.
" Ya, Eve. Aku cuma teringat tentang almarhum suamiku karena di hari itu selasa pertama kali kami pergi ke rumah sakit untuk check kondisi kesehatan ku dan mengetahui kehamilan ku untuk pertama kalinya dan sepulangnya kami dari rumah sakit..! Dia.. Dia.. Huhuhu, " Kata Larasati yang menumpahkan kesedihannya di pelukan Evelyn.
William Wildan yang melihat Larasati menangis sedih karena wanita itu teringat terhadap suami wanita itu yang baru saja meninggal dunia tak bisa menahan diri untuk memberikan hiburan kepada Larasati dengan menyodorkan sepiring kue rasa keju kepada Larasati.
__ADS_1
" Larasati, kamu jangan merasa sedih lagi ya.. Ini kue rasa keju untuk mu. "Kata William Wildan dengan nada sopan kepada Larasati.
" Ah, ya Makasih Wil. " Jawab Larasati dengan nada sopan menerima sepiring kue rasa keju dari William Wildan.
Evelyn yang memiliki kepekaan dapat melihat dengan jelas bahwa William Wildan jatuh cinta kepada Larasati sehingga Evelyn merasa tak nyaman dengan keadaan yang tidak tepat itu.
" Ehmm, sepertinya William Wildan jatuh cinta kepada Larasati. " Kata Evelyn di dalam hatinya seraya pamit kepada Larasati untuk pulang ke rumah bersama dengan Ray suaminya.
" Ya, Eve dan Ray makasih banyak ya atas bantuan kalian kepada Ku. " Kata Larasati yang mengantarkan kedua orang sepupu almarhum suaminya itu ke parkiran mobil di rusun Mawar di lantai bawah.
" Aku juga pamit untuk pulang ke rumah ku, dan untuk mu jaga dirimu baik-baik ya, Laras. " Kata William Wildan yang ikut berpamitan kepada Larasati.
" Iya, Wil. Makasih juga dan hati -hatilah untuk mu mengendarai mobil mu di jalan raya." Kata Larasati dengan senyum sopan kepada William Wildan.
Setelah para tamunya pulang, Larasati sudah memutuskan untuk pindah dari rumah rusun Mawar ke ruko depan rusun Mawar untuk Laras bisa melupakan kesedihannya serta memulai kariernya sebagai penjual bakmie.
" Bakmi Ayam Bangka Benlar."Kata Larasati yang menamai ruko nya dengan nama Bakmi ayam Bangka Benlar nama gabungan dari Benny Wildan dan dirinya sendiri yaitu Larasati.
******
Di Ibukota Seoul, Korea Selatan.
__ADS_1
Angin musim dingin menerpa seluruh wilayah di Ibukota Seoul hingga membekukan seluruh jalan dan sekitarnya tetapi tidak pernah membuat beku perasaan Edgar yang sedang bahagia, pasalnya Edgar telah berhasil menikahi Irene Gilberto Xu gadis cantik pujaaan hatinya itu pada beberapa waktu lalu di Ibukota Jakarta, negara Indonesia.
Bersambung!