
Evelyn berjemur di bawah matahari di tepi kolam renang sambil mencoba menikmati sarapan pagi yang di pesannya dari Bibi Sri yakni nasi goreng spesial telur mata sapi dan jus buah belimbing.
"Ah, Aku gak berselera makan lagi.." Kata Evelyn di kursi berjemur di tepi kolam renang dengan kedua matanya di pejamkan karena silau sinar matahari pagi membuatnya mual meski tubuhnya sangat merasakan hangatnya sinar matahari pagi.
"Aduh beginikah saat Mama ku dulu mengandung diriku ?Ah, Aku bisa merasakan penderitaan yang di alami oleh Mama ku dulu yang sekarang ini aku mengalaminya dengan kondisi fisik ku yang rentan dan lemah." Kata Evelyn yang memilih untuk pergi ke kamarnya lagi lalu berbaring di sofa panjang di kamarnya dengan menaruh wadah di bawah sofa panjang untuk menampung air liur dan muntahnya itu.
Dering handphone nya diabaikan olehnya selama setengah hari sampai dirinya mulai merasa sedikit segar untuk melihat hp nya dan membuka hp nya untuk melihat Wa dan medsos lain yang di miliki olehnya itu.
" Hai, Eve sedang apa nih ?" Tanya teman Wa nya yang berprofil gadis cantik dan tertera nama Rita Adelia.
" Hai, Rit.Aku biasa sedang mabuk nih.Ada apa ya kau hubungi aku sepagi ini?" Tanya Evelin melalui Wa nya.
"Wah,sabar ya bumil muda nanti juga kamu akan baikan kok.Ohya,gini Aku mau nanyain kamu mau ikut gak jalan -jalan ke Prj untuk lihat festival hari ulang tahun Ibukota Jakarta bersama denganku dan teman-teman masa Sma kita juga kamu kok kemarin gak datang ke pesta reunian masa Smp kita di hotel daerah Tangerang beberapa hari yang lalu sih ,Eve?" Melalui Wa tersebut temannya itu terus melakukan percakapan dengannya.
"Entahlah,Rit.Aku bilang dulu ke suamiku ya soal nya Aku gak berani pergi tanpa izin suamiku dulu dan waktu itu Aku gak ikut reuni Smp kita karena Aku sedang ada urusan keluarga.Jadi ,maafkanku ya sudah mengecewakanmu dan teman -teman kita karena aku gak bisa datang di reuni Smp kita waktu itu," Jawab Evelyn melalui Wa nya sambil mengetik di apk novel yang sangat populer di kalangan pencinta buku online untuk melanjutkan kreatifitasnya dalam menulis novel yang sangat di sukainya itu sejak Ia masih kecil di usia tk yakni lima tahun.
Di sebuah sekolah dasar yang berada di daerah Bekasi tampaklah seorang anak perempuan usia enam tahun berwajah manis berlarian ke arah Ibu muda yang mirip dengan teman kerjanya Benny Wildan yakni Mia Renata.
" Susan ,hei gimana sekolah mu tadi sayang?" Sapa Mia Renata tersenyum lebar kepada anak perempuan yang tersenyum manis sekali kepada dirinya sambil menyerahkan tas dan tas bekal makanan serta botol minuman kepadanya.
__ADS_1
"Baik banget dong ,Ma.Nilai ulangan matematika Susan hari ini nilai 100 loh dan tugas sekolah lain juga nilainya 100 juga." Jawab Susan melompat -lompat riang di depannya.
" Hai ,Mia.." Sapa seorang pria usia tiga puluhan di depan pintu gerbang sekolah dasar itu kepada Mia Renata yang segera mengenali pria itu dengan baik sekali.
"Bastian..!"
" Ya, Aku Bastian," Jawab Pria itu menatap wajah nya dengan penuh pertanyaan terhadap anak kecil yang berjalan di depannya itu.
" Siapakah anak perempuan itu dan kenapa dia amat mirip denganku ?Apakah dia putriku dengan mu ?" Tanya Bastian yang sangat penasaran pada anak perempuan yang segera di gendong oleh Mia Renata untuk melindungi anak itu dari Bastian.
" Dia putriku dengan suamiku lah." Jawab Mia Renata dengan suara tegas.
" Dia.." Jawab Mia Renata mendekati seorang pria muda usia dua puluh lima tahun yang berdiri di seberang trotoar yang mengarah ke pabrik tempat kerjanya.
"Oh.." Gumam Bastian lesu lalu pria itu pergi dari depan pintu gerbang sekolah dasar menuju ke mobil sedan merk Honda Jazz warna kuning yang terparkir tak jauh dari pintu gerbang sekolah dasar itu.
Mia Renata menurunkan Susan di depan Benny Wildan yang tersenyum ramah sekali menyambut anak perempuan yang menggandeng tangannya itu menuju ke sebuah kedai bakmie di sebelah kiri pabrik.
" Susan, mari Oom ajak kamu makan bakmie dan bakso yang enak ini." Kata Benny Wildan dengan sikap yang sangat hangat sekali terhadap anak perempuan teman kerjanya itu.
__ADS_1
"Ben..Bisakah Gue minta tolong banget sama Elo? Please banget deh pokoknya!" Pinta Mia Renata memelas sekali kepada Benny Wildan yang duduk di samping kanan putrinya itu sambil menikmati semangkuk bakmie ayam bakso lezat.
" Ya,minta tolong apa ke Gue?" Tanya Benny Wildan nada ramah kepada Mia Renata.
" Berpura-pura jadi laki Gue untuk Gue bisa hindari cowok yang sudah mengkhianati kepercayaan yang pernah Gue berikan kepadanya dengan Dia memilih berselingkuh dengan kakak perempuan Gue sendiri."Jawab Mia Renata yang menangis di depan Benny Wildan usai menceritakan riwayat kelamnya kepada Benny Wildan.
" Tapi, Gue kan udah di ketahui semua orang di sini udah menikah dan istri Gue ada di rumah Gue di kota Bogor ?" Ucap Benny Wildan dengan sedikit tak enak hati juga dengan permintaan tolong Mia Renata kepadanya.
" Iya, Gue tahu Ben.Tapi,Gue mohon bantuan Elo ya..?" Pinta Mia Renata dengan nada mendesak karena Mia melihat Bastian menghampiri mereka di kedai bakmie dengan wajah yang merasa akan menang dari Mia Renata karena pria itu diam -diam meragukan ucapan Mia Renata di depan pintu gerbang sekolah dasar mengenai jati diri Susan putri kecil nya Mia Renata.
Benny Wildan juga melihat Bastian yang menatap dirinya dengan rahang mengeras sambil menatap Mia Renata dengan marah serta menatap Susan ingin merebut anak itu dari sorotan mata pria itu
Benny Wildan pun segera merangkul Mia Renata dan menggendong Susan di pangkuannya sambil membalas tatapan mata Bastian dengan tatapan mata yang menegaskan sekali bahwa Bastian tak bisa merebut Susan dari Mia Renata.
"Sayang..Bagaimana vitamin c yang aku belikan tadi pagi untuk mu?" Tanya Benny Wildan dengan lembut sekali kepada Mia Renata sambil tangan kanannya mengelus rambut panjang dan indah warna blonde Mia Renata.
" Oh..Vitamin c itu sangat berguna sekali untuk Aku meredakan panas dalam akut ku.Terimakasih banget ya,suamiku." Jawab Mia Renata dengan nada penuh kemesraan kepada Benny Wildan di depan Bastian sampai Bastian pun dengan wajah pucat karena marah tapi kalah telak lalu pria itu pergi meninggalkan kedai bakmi dengan mobil nya melaju sangat cepat sekali meninggalkan area atau kawasan daerah Bekasi Barat dengan amat cepat sekali.
Brmmm..!
__ADS_1
Bersambung..!!