
Acapulco yang indah menjadi saksi bisu untuk kemesraan yang terjalin dalam hubungan yang ideal antara Ray dan Eve yang memilih untuk berlibur di pantai negara Amerika Latin.
" Waahhh.. Indahnya laut yang biru dan pasir yang putih bersih...! " Puji Evelyn yang telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pantai Acapulco ini. Ia menjatuhkan diri ke tumpukan pasir putih yang seindah butiran mutiara saja.
Ray tersenyum senang melihat istrinya sudah bisa tersenyum dan tertawa riang kembali usai pasca kehilangan dua buah hati mereka di dalam rahim Evelyn beberapa waktu lalu.
Namun, senyum Ray kembali menghilang karena Ia mendapatkan kabar buruk dari keluarga nya di Indonesia yang mengabarkan tentang Willian Wildan meninggal dunia karena bunuh diri dengan meloncat dari jembatan layang, Lukas Wildan masuk penjara karena membunuh Lisa di Pulau Bali.
"Kenapa musibah terus menerus datang kepada kehidupan keluarga ku? Ahh! " Kata Ray di dalam hati sambil memandang pesona air laut yang damai di pantai Acapulco.
" Kak Ray, lihat aku menemukan kerang cantik dari dalam pasir yang aku tidur diatasnya." Kata Evelyn memanggilnya dengan senyum manis di bibir cantik istrinya itu.
"Wah, kerang yang kamu temukan sungguh amat cantik sekali, Eve. " Kata Ray menerima kerang cantik dari telapak tangan Evelyn.
" Kak Ray, kamu kenapa terlihat seperti banyak pikiran? " Tanya Evelyn melihat garis di wajah Ray.
" Aku sedang memikirkan Kakak Rita dan Kakak Chiko yang harus ku cari tahu keadaan mereka sekarang ini untuk aku bisa memenuhi amanah terakhir dari Akong sebelum beliau meninggal dunia beberapa waktu lalu." Jawab Ray yang kini membuatkan kalung yang terbuat dari kerang -kerang cantik untuk Evelyn.
"Bukankah Kak Rita berada di kota Surabaya menurut kabar yang kita dapatkan mengenai diri Kak Rita dari Kak Lukas? " Tanya Evelyn yang duduk di pasir dengan bersandar di bahu Ray.
" Ya, cuma aku tetap merasa diriku tak dapat tenang jika aku tak melihat sendiri keadaan dari Kak Rita di kota Surabaya semenjak suaminya di pindahkan kerja ke Surabaya dari kantor suami nya bekerja selama ini." Jawab Ray kepada Eve seraya membelai lembut rambut panjang dan indah Evelyn.
__ADS_1
" Ahhh, jika kamu merasa tak tenang sebelum kau melihat sendiri keadaan Kak Rita? Ada baik nya kalau kita sehabis liburan di pantai Acapulco ini. Kita temui kak Rita di kota Surabaya." Kata Evelyn yang memahami isi hati suaminya.
"Iya, sayang. Aku juga mau mengajak kalian wisata ke kota batu Malang dan Gunung Bromo untuk melihat keindahan alam Indonesia dari tempat tertinggi. " Kata Ray tersenyum senang karena Evelyn memahami nya dengan baik.
"Wah, aku jadi tak sabaran untuk mengunjungi gunung Bromo yang sudah lama sekali tidak pernah aku kunjungi lagi semenjak tiga tahun yang lalu yaitu ketika aku masih sekolah Sma. Aku pergi ke sana bersama dengan keluarga. " Kata Evelyn dengan sepasang matanya yang bersinar-bersinar kepada Ray.
" Ya, sayang ku, manis ku dan cinta ku yang termanis di seluruh dunia. " Kata Ray mencium bibir Evelyn untuk merasakan kebahagiaan hati bersama dengan istrinya itu.
******
Di Perumahan Anyelir, Kota Tangerang.
Yogi menaruh tas sekolah di atas meja belajar nya di kamar nya sebelum Ia berganti pakaian dari seragam sekolah dasar ke pakaian rumah lalu makan siang di ruang makan bersama dengan kedua orang adik angkatnya.
" Anak -anak ayo cepat kalian makan siang lalu pergi tidur siang untuk istirahat sebelum kalian mengerjakan PR sekolah dan les kalian sambil menunggu jan mandi sore dan menunggu Papa kalian pulang kerja. " Kata Mama mereka yang sudah mengatur jadwal harian mereka baik di rumah maupun di sekolah karena Mama mereka adalah seorang guru di sekolah Dasar mereka.
" Iya, Mama." Jawab mereka bertiga dengan senyum manis.
Mama mereka mengangkat tangan untuk mereka diam karena hp Mama mereka berdering yang mengharuskan untuk di jawab oleh Mama mereka untuk mengetahui siapa yang telah menelepon Mama mereka.
" Ya, jeng. Ada apa menelepon aku di siang hari ini?" Sapa Mama mereka dengan nada ramah kepada teman mama mereka.
__ADS_1
Yogi tak memperdulikan percakapan antara Mama nya dengan teman Mama nya di HP Mama nya. Ia memikirkan orang yang ada di HP nya dengan perasaan rindu yang mendalam.
" Paman Ray, aku ingin sekali bertemu dengan mu yang merupakan satu-satunya saudara yang aku punya selain keluarga dari Papa Agustinus yang sudah memperlakukan aku dengan sangat baik dan penuh kasih sayang yang aku butuhkan. " Kata Yogi dengan nada sedih menatap layar HP nya sendiri.
******
Chiko Gilberto Xu baru saja menceraikan istri barunya yang telah di ketahui olehnya bukanlah seorang wanita baik-baik yang selama ini di kenalnya.
"Uhhh, semua wanita itu sama saja pengkhianat cinta! Aku semakin lama semakin membenci kaum wanita...! " Kata Chiko Gilberto Xu dengan suara serak menahan gejolak hatinya. Ia saat ini berada di kota Penang, Malaysia.
"Chik, kalau kamu sudah membenci kaum hawa atau wanita menurutku sih sebaiknya kamu jadi bujangan lapuk saja seumur hidup mu atau gay kece di Thailand. " Kata sahabatnya yang selalu menghibur nya.
" Sialan kamu, Bram. Kamu malah menyarankan agar aku jadi seorang yang mempunyai jiwa pelangi yang tak jelas..! " Kata Chiko Gilberto Xu yang menjitak dahi sahabatnya dengan sentilan nya.
" Emmm, kau galak sekali jadi orang..! " Kata Bramantyo teman baik Chiko Gilberto Xu.
"Kau ini ganteng dan kerjaan mu selalu oke punya? Kalau aku jadi kamu ya cari gadis cantik di China deh dan cobalah gaet salah satu dari selebriti papan atas Mainland China untuk jadi pacar atau istri baru mu, ya mudah -mudahan cocok untuk menjadi pasangan mu untuk teman hidup mu. " Kata teman lainnya yang sedang berciuman mesra dengan seorang gadis yang sangat cantik dan seksi dari cara berpakaiannya itu.
" Emmm, siapa artis wanita yang cocok untuk aku pacarin?" Tanya Chiko Gilberto Xu yang kini mengerling ke arah seorang gadis muda usia dua puluh tahun yang sedang duduk di kursi restoran makanan Korea Selatan.
" Cantik, mulus dan bahenol serta masih singset banget tuh cewek cantik! Kalau kamu suka dia sana kamu dekati dan jadikan dia target cinta mu selanjutnya sebagai seorang playboy kelas atas dunia. " Kata Andre temannya yang lainnnya dengan senyum memberikan dukungan kepada nya.
__ADS_1
Bersambung!