
Di dalam bioskop, Ray dan Evelyn menikmati film yang sedang mereka tonton dengan menikmati makanan ringan dan softdrink sampai film yang mereka tonton selesai.
" Bagaimana menurut film anabelle tadi ?" Tanya Ray dengan wajah ceria meskipun di bioskop saat menonton film horor itu ,Ray tiada pernah berhenti makan popcorn untuk menghilangkan rasa takut di deranya itu.
" Biasa aja, Kak Ray.Boneka nya seru juga untuk di koleksi." Jawab Eve nyengir melihat Ray berjengit dengan rona wajah ngeri di tahan oleh pemuda ini demi gengsi nya yang tinggi.
" Ahhhh lain kali kita nonton film komedi romantis aja, ya ?" Ucap Ray sambil menatap Eve di depan mobilnya dengan senyuman yang membius Ray.
" Iya, boleh juga sih." Jawab Eve bersandar di atas mobil Ray.
" Eve, bolehkah Aku meminta sesuatu darimu agar Aku di Palembang bisa merasa tenang dari rasa rindu ku kepadamu ?" Tanya Ray dengan lembut di hadapan Eve yang menggangguk untuk beri izin kepadanya.
" Boleh.Kakak mau minta apa ke Eve ?" Tanya Eve membalas tatapan sendu Ray.
"Izinkanlah Aku mencium mu di sini." Jawab Ray dengan penuh harap kepada Eve.
" Iya, silakan." Kata Eve merasa gugup dengan Ray yang mendekatinya dan tangan Ray memeluknya erat lalu Ray mencium bibirnya dengan lembut.
Ray menikmati bibir lembut dan manis Eve selama lima menit sampai Eve merona di kedua pipinya sesudah Ray menghentikan ciuman pada bibirnya yang terasa basah oleh bibirnya Ray yang hangat.
" Makasih, Eve." Kata Ray tersenyum penuh kasih sayang kepada Eve.
Lalu Ray membantu Eve turun dari atas mobilnya untuk masuk ke mobil dan Ray pun masuk juga ke mobilnya untuk kembali mengendarai mobil untuk mengantarkan Eve pulang ke rumah gadis itu dan Ray pun berpamitan dengan Delia dan Bi Umi di rumah nomor 208 sebelum Ray kembali ke rumah Ray di daerah Jakarta Barat.
Keesokan harinya, Eve pergi belanja ke pasar yang berada di dalam kompleks perumahan Anyelir dan di pasar itulah Eve bertemu dengan Danny yang menemani Mama nya yang bernama Vera pergi belanja di pasar yang sama dengan pasar yang di kunjungi oleh Eve.
"Pak , Saya mau membeli batagor lima ribu rupiah aja." Kata Eve mengulurkan uang kertas lima ribu rupiah kepada tukang batagor yang jualan di area pasar itu juga.
" Iya, Eneng ,tunggu sebentar ya." Jawab tukang batagor kepada Eve.
" Hai , selamat pagi." Sapa Danny ramah kepada Eve.
" Eh, selamat pagi ,kamu siapa ya ?" Sapa balik Eve.
" Aku tetangga seberangmu dan namaku Danny." Jawab Danny mengambil sebungkus batagor miliknya dari tukang batagor usai Danny memberi uang senilai lima belas ribu rupiah kepada tukang batagor itu.
" Oh ,maaf aku tidak tahu kamu ternyata Kakaknya Kak Revan dan Asya teman sekolah ku dulu.' Kata Eve ramah kepada Danny usai Eve bayar batagor milik gadis itu kepada tukang batagor itu juga.
" Ouh ya mungkin karena Aku selama ini tinggal di luar negeri dan baru dua hari lalu Aku kembali ke Indonesia." Kata Danny dengan ramah sekali telah menawarkan jasa untuk memberikan tumpangan naik motor kepada Eve untuk mengantarkan gadis itu pulang bersama -sama dengannya.
" Maaf ,Kak Danny.Makasih banyak atas tawaran tumpangannya untuk sekalian pulang bersamaku namun Aku bawa motor ku sendiri kok dan Aku juga di temani keponakanku yang bernama Luis yang sudah menunggu ku di parkiran." Kata Eve nada halus menolak tawaran Danny.
" Oh ,ya gak apa -apa Neng Eve. " Kata Danny agak kecewa karena Eve sangat sulit untuk di dekati olehnya.
Eve berjalan sambil menenteng keranjang belanja nya ke arah parkiran motor dan tersenyum manis kepada seorang anak laki -laki usia delapan tahun yang asik duduk di jok motor di temani seekor anak anjing kecil berbulu coklat tebal yang di beri nama kentang goreng hadiah Valentine Eve dari Ray.
" Luis , ini ambil dan tolong bawain kantung plastik isi kue pisang dan kue pukis milik Oma Nabila ,ya? Ayo ,duduklah dengan manis di belakang Tante Eve." Kata Eve memberikan kantung plastik warna putih kepada Luis anak laki -laki itu.
__ADS_1
" Iya, Tante Eve." Jawab Luis patuh kepada Evelyn.
Motor honda beat warna merah meluncur dari area pasar dengan kecepatan yang cukup cepat berbelok dan lurus terus hingga belokan ke arah kiri dan menanjak lalu membelok dan melewati pintu gerbang warna coklat tua untuk motor itu bisa tiba dengan manis di depan rumah nomor 208.
" Hup..Turunlah hati-hati Luis." Kata Eve lembut kepada Luis yang segera turun dari motor dan anak itu menekan bel di tembok warna putih di dekat pohon bunga wijayakusuma yang di taruh di atas tembok yang bersebelahan dengan rumah nomor 209.
Ting..!
Tong..!
Tak berselang lama kemudian keluarlah Delia dari dalam rumah lalu membukakan pintu gerbang bagi Eve dan Luis.
" Kak Eve sudah pulang dari pasar ? Apakah Kak Eve membelikan Delia sarapan pagi juga ?"Tanya Delia membantu Eve membawakan belanjaan ke dalam rumah.
" Iya, Kakak belikan sarapan pagi untuk mu juga , Del. Lihat ada baju piyama gambar twiti untukmu juga." Jawab Eve dengan ceria memperlihatkan baju piyama itu kepada Delia.
" Wahhh ,bagus banget baju piyamanya." Sorak Delia senang sekali.
" Kamu suka ,Del ? "
" Iya, suka."
" Di cuci dulu sampai bersih lalu di simpan untuk mu pakai besok malam ,ya ? " Ucap Eve tertawa kecil kepada Delia yang mengangguk setuju.
" Sekarang kamu cuci tangan dulu lalu duduk di kursi mu dan makanlah sarapan pagi mu bersama dengan Ziko , Luis dan Anna serta Vino." Kata Eve kepada Delia sembari membagikan makanan pagi ke piring masing -masing anak -anak kecil itu di atas meja.
"Eve, kamu cuci dulu gih daging itu hingga bersih lalu di rebus di panci udah di siapin oleh Kakak pertamamu Emma di dapur." Kata Mama Nabila kepada Eve yang baru saja kembali ke ruangan makan usai dari toilet.
" Iya, Ma." Jawab Eve segera mematuhi Mamanya.
Di Kota Palembang, Sumatra Selatan.
Ray di hari minggu pagi itu di sibukkan dengan kegiatan Ibadah online terlebih dahulu sebelum Ray mengikuti seminar yang di adakan di hotel yang di tentukan oleh pihak klien dan Oom Bruno.
" Baiklah , Pak Raymond makasih atas presentase yang Anda berikan pada kami hari ini di seminar tadi." Kata Pak Bagus menyukai cara kerja Ray.
" Ya, sama -sama Pak Bagus. Saya juga sangat bersyukur bisa mengikuti seminar ini dan besok bisa Saya sampaikan ke para pemegang saham di kantor." Kata Ray penuh wibawa kepada Klien nya itu.
" Ray , makan siang dulu gih sebelum aktivitas lain yang ingin kamu kerjakan di kota Palembang ini." Kata Oom Bruno kepada Ray di luar ruang seminar itu.
" Iya, Oom Bruno makasih. Ya kebetulan sekali Ray mau kunjungi Kakak Nayla yang tinggal di kota ini dan melihat keponakan -keponakan Ray juga." Kata Ray kepada Oom Bruno yang melambaikan tangsn kepada Ray sebagai jawabannya karena Oom Bruno sedang sibuk kembali bersama para kilien lainnya.
Ray pun melangkah keluar dari gedung hotel yang di jadikan tempat menginap sekaligus tempat membahas rapat kerja selama di kota Palembang sesuai dengan keinginan Oom Bruno.
Bersambung...!!
Visual..
__ADS_1
Raymond Gilberto Xu pemuda asal Singapura yang jatuh cinta kepada Eve. Sifatnya mandiri , arogan ,pekerja keras dan penyayang keluarga.
Evelyn Esterlita gadis manis yang di sukai dan di cintai Raymond. Sifatnya manja, lembut ,baik hati dan periang namun ceroboh dan cengeng sekali.
Agnes Cinora mantan Ray ,gadis cantik yang memiliki sifat egois ,pemarah dan penuh iri hati serta ambisius untuk jadi orang paling cantik dan kaya raya di bandingkan siapa pun di kenalnya.
Kazuo Yamaguchi sahabat dekat Eve yang jatuh cinta kepada Eve sejak gadis itu berusia sepuluh tahun.Sifatnya bijaksana ,ramah ,pekerja keras dan mandiri.
Sally teman kerja dan gereja Ray yang jatuh cinta kepada Ray pada pandangan pertama. Sifat keras kepala ,mandiri dan pekerja keras.
Benny Wildan sepupu Ray yang paling dekat dan dukung Ray sepenuhnya untuk mendapatkan cita dan kebahagiaan Ray sendiri yaitu mendapatkan Eve gadis pujaan hati Ray.Sifat ramah ,murah senyum namun pemalas banget.
Delia Gilberta Xu Adik Ray ,sifatnya manja sekali dan ramah namun autis yang sangat langka dan unik sekali.
Ziko Edmundo Adik Evelyn yang selalu memberikan semangat juang untuk Ray meraih cintanya Eve. Sifat penyayang ,ramah dan hangat terhadap siapapun.
Jeremy Song sepupu Ray yang sudah menetap di Ibukota Jakarta cukup lama dan sudah memiliki pacar yang ternyata adalah sepupu lain Ray juga yang bernama Regina Putri Bruno.
Regina Putri Bruno sepupu Ray dan pacarnya Jeremy Song.
Lukas Wildan Kakak tiri Ray yang diam -diam jatuh cinta kepada Eve namun akhirnya mengalah dan dukung Ray untuk mendapatkan cinta Eve. Lalu Lukas memilih untuk membuka hatinya dengan berpacaran dengan Jessica sepupunya Agnes Cinora.
Jessica sepupu Agnes Cinora yang awalnya jatuh cinta kepada Ray namun pada akhirnya menyerah karena Ray tak pernah melihatnya ada di sekitar Ray. Ia pun memilih untuk berpacaran dengan Lukas Wildan Kakak tiri Ray yang baik hati dan lebih dewasa serta pengertian di banding Ray.
__ADS_1