Stay For Love

Stay For Love
Episode 87.


__ADS_3

Lukas Wildan menuntun putri dan menggendong putra dengan di temani oleh Mama mertua yang bernama Hilda keluar dari mobil klasik nya yang di parkir di depan rumah orang tuanya tinggal di perumahan Anyelir, Kota Tangerang.


"Luk..! Marisa dan Edo..? Bu Hilda..Mari masuk ke ruang dalam rumah..! " Sambut Papa Doni Wildan di pintu pagar rumah.


"Ica panggillah Beliau dengan sebutan Opa Doni dan ini adalah Oma Jenny..!" Kata Lukas yang mengajarkan Marisa Zevanya putrinya itu untuk memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan opa dan oma.


"Opa Doni..! Oma Jenny..Apakabar..?" Sapa gadis kecil itu suara manis di telinga Doni dan Jenny.


"Hallo sayang cucu -cucu manis dan ganteng nya Opa dan Oma..! " Sambut Jenny yang telah mengambil Edo Wildan dari gendongan Lukas.


"Luk..Kami turut berduka cita atas meninggalnya Istri mu Jessica Cinora Wang..! Kami harap kau bisa tabah menjalani hidup baru mu sebagai duda muda yang di tinggal pergi oleh Istrimu untuk selamanya..! " Kata Doni Wildan dengan nada turut prihatin atas nasib malang putranya itu.


" Ya, Pa makasih. Aku sama sekali merasaa tidak apa -apa karena aku laki -laki tetapi Mama Hilda ini sungguh kasihan sekali karena Beliau harus kehilangan putri kandung Beliau semata wayang untuk selama -lamanya..!" Ucap Lukas yang di tatap oleh Hilda dengan penuh rasa terimakasih.


"Hmm..Ya, sih..Lalu apa rencanamu ke depannya untuk menata hidupmu, Luk?" Tanya Doni Wildan menatap lurus putra pertamanya itu.


"Aku sudah menjual rumah ku di kota Modern, Pa. Karena Lukas ingin tinggal di dekat sini saja supaya Lukas bisa hidup berdampingan dengan Papa dan Mama..!" Jawab Lukas Wildan dengan nada lirih kepada Doni Wildan.


" Ya, boleh sekali rencanamu itu sebab Papa dan Mama sudah memikirkan rencana masa depan mu selanjutnya yakni kau bisa membeli rumah di sekitar sini agar cucu -cucu Papa dan Mama ini bisa terjaga dengan baik oleh kami berdua di kala kamu pergi kerja..!" Kata Doni Wildan yang melirik tajam Hilda yang duduk di sofa pendek di samping Lukas Wildan.

__ADS_1


"Ouhh...Makasih , Pa..Papa sudah mengerti Aku dengan baik...!" Kata Lukas terharu karen kasih sayang Papa nya begitu besar terhadapnya.


Jenny mengajak cucu -cucunya untuk tidur siang di kamar bekas kamarnya Rita saudari angkat Lukas dan William Wildan yang masih ada tali ikatan yang amat kuat dengan Ray.


"Ma..Di mana tempat tinggal Kak Rita dan Kakak Ipar Edo Dinardi beserta putra mereka Bernard Dinardi ?" Tanya Lukas yang mencari -cari Kakak perempuannya dan keluarga di seluruh rumah Mama dan Papa nya itu.


"Ou, Mereka sudah pindah ke Surabaya sejak dua tahun lalu ,Sayang. Di karenakan Kakak ipar mu kerjanya di pindahkan ke sana, maka Kakak Rita dan Bernard pun ikut dengan Kakak Ipar mu ke Surabaya..!" Jawab Jenny sambil memberi susu di botol susu untuk Edo Wildan dan Marisa yang segera terlelap di tempa tidur.


"Ahh...Lalu gimana kabarnya William yang ada di Kota Balikpapan ? Apakah ada perkembangan dengan bisnisnya bersama dengan Ray? Dan, Ku sudah mendengar kalo Willi udah punya pacar di sana yang bernama Sarah , apakah kabar itu benar apa adanya, Ma ? " Tanya Lukas yang tak sabar ingin tahu kabar tentang adik tirinya itu.


"Wil..Kabar baik di bisnis maupun hubungannya dengan pacarnya yang bernama Sarah itu. Mama dan Papa sudah berencana untuk William bisa memiliki hubungan yang lebih baik lagi dan tepat dengan Sarah di benak kami berdua..Cuma kami belum pernah melihat dan mengenal serta berjumpa secara langsung dengan Sarah..!" Jawab Jenny yang menyelimuti cucu-cucunya itu dengan bedcover tebal sebelum meninggalkan kedua cucunya di kamar dan pergi ke dapur untuk memasak makan malam keluarganya.


Tetapi, Jenny tak sengaja mendengar suara dari ruangan atas yang membuatnya penasaran dan tak menyangka bahwa Ia menemukan Doni dan Hilda sedang berduaan di sana.


Dadanya seketika sakit dan terjatuhlah Ia di anak tangga yang mengejutkan Doni dan Hilda serta Lukas yang segera menolongnya tetapi dirinya tak bisa bergerak lagi di karenakan dirinya telah mengambil pendarahan beku di otaknya.


" Mama..! " Jerit Lukas yang menggendongnya dan segera membawanya ke mobil untuk di bawa rumah sakit di ikuti oleh Doni yang sudah di dalam mobil dan siap untuk menyetir mobil.


" Luk..Cepat kau bawa Mama mu ke rumah sakit dan biarkan Mama yang jaga anak -anakmu di rumah..! " Kata Hilda dari pintu pagar.

__ADS_1


" Iya, Maa....Tolong yaa..! " Sahut Lukas dengan nada keras dari dalam mobil di kursi penumpang di belakang sambil memeluk Jenny yang terlihat kaku dan melotot tajam kepada Hilda di luar mobil dan Doni di kursi depan di dalam mobil.


********


Ray yang sedang makan siang di kafetaria dekat kantornya tiba -tiba merasa dirinya mempunyai firasat yang tak nyaman yang membuatnya tak ada selera makan.


" Bos..Kenapa kamu tak melanjutkan makan siang mu lagi ? " Tanya Sudrajat yang menemani Ray makan siang di kaferaria.


"Entahlah..Sud..! " Jawab Ray yang memilih pergi dari kafetaria usai membayar menu makan dan minum pesanannya itu kepada pelayan kafe di kasir.


"Bos..! Lah, dia malah kabur..! " Kata Sudrajat yang cepat mengejar Ray kembali ke kantor.


Ray terlihat gusar sekali di ruang kerjanya yang membuatnya tak bisa kerja dengan tenang dan nyaman. Ia berjalan mondar -mandir di ruangan kerjanya sambil memegangi ponselnya untuk Ia bisa menghubungi tiap orang di rumahnya dan di luar rumahnya.


" Halo, Eve apakah kamu dan anak -anak baik -baik saja di rumah ? " Tanya Ray segera begitu sambungan wa nya aktif dan tersampaikan ke telinga Eve.


" Ya, Kak Ray..Kami bertiga baik -baik saja..! " Jawab Eve yang mengaktifkan video call kepada Ray untuk memperlihatkan dirinya dan kedua bayi kembarnya yang sedang berbaring nyaman di tempat tidur. Ia juga membuka jaringan cctv untuk menunjukkan Bi Sri, Bu Fatma dan Pak Alex pun di tempat masing-masing Art mereka kerja kepada Ray bahwa ketiga nya juga baik -baik saja.


" Ah..Syukurlah..! Baiklah, Eve..Aku kerja lagi ya? Jagalah dirimu dan anak -anak di rumah dengan baik..! Mmuah..Aku cinta kalian bertiga..!" Kata Ray yang tersenyum lega melihat istri, kedua anaknya serta semua orangnya baik -baik saja.

__ADS_1


Ray pun langsung menghubungi ponsel Mama Jenny yang tak aktif sambungan selulernya yang menambah rasa kecemasan Ray terhadap diri Mama kandungnya itu sampai Ray tidak pernah berhenti untuk memanjatkan doa kepada Tuhan untuk keselamatan Mama nya tercinta.


Bersambung...!!


__ADS_2