Stay For Love

Stay For Love
Season 2 : ( Episode 4).


__ADS_3

Evelyn terbangun pada pagi -pagi sekali untuk siapkan diri dan anak-anaknya sebelum mereka sekeluarga pergi berlibur ke pantai Anyer sesuai dengan rencana suaminya.


" Huammm.. Ugh, aku masih mengantuk banget tapi aku harus siapin susu untuk sarapan pagi anak -anak dan juga Kak Ray. " Kata Evelyn yang melangkahkan kakinya keluar kamar namun ia lupa melangkah ke anak tangga di depannya.


Dan..


" Kyaaaaaaaa..! " Teriak Evelyn yang terpeleset di tangga dari lantai atas hingga ke lantai bawah.


" Eve...!! " Teriak Ray dari dapur. Ray dengan cepat menolong istrinya di lantai.


" Mbak Sri, tolong telepon ambulans cepat..! " Perintah Ray kepada asisten rumah tangga nya.


Di rumah sakit St. Carolus.


Evelyn harus menjalani operasi di bagian kepala nya karena pendarahan di otaknya akibat jatuh dari tangga. Ray menunggu proses operasi kepalanya Evelyn di ruang tunggu dengan rasa hatinya gelisah sekali.


" Oh, Tuhan tolong selamatkan istri saya dan sembuhkanlah Ia seperti semula..! " Doa Ray sambil menahan tangis kesedihan di dadanya.


" Pak Ray, kami memerlukan kantong darah tambahan untuk melakukan operasi karena saat ini istri Anda memerlukan transfusi darah secepatnya untuk menyelamatkan nyawanya. " Kata dokter yang menangani operasi di kepala Evelyn.


"Ya, lakukan saja yang terbaik untuk istriku. " Kata Ray dengan wajah pucat kepada dokter.


" Baiklah, tapi anda harus menandatangani surat pembelian kantong darah golongan AB ke Pmi kota Jakarta. " Kata dokter kepada Ray.


" Oke..! " jawab Ray segera melakukan yang di minta Dokter untuk menyelamatkan Evelyn.


Lalu, Ray menunggu dengan gelisah sekali di ruang tunggu selama berjam-jam sampai dokter kembali keluar dari ruang operasi setelah dokter menyelesaikan operasi di kepala Evelyn.


" Operasi nya berjalan dengan lancar dan sukses, Anda tak perlu merasa cemas lagi, Pak Ray. Karena istri Anda bisa di selamatkan dan juga sembuh dengan segera melalui perawatan yang terbaik dari rumah sakit ini. " Kata dokter kepada Ray dengan nada yang melegakan hati dan juga pikiran Ray mengenai istrinya.

__ADS_1


" Ya, Dok. Makasih banyak...! " Jawab Ray.


Ray menemani Evelyn di ruang rawat inap di rumah sakit selama berhari-hari sampai Evelyn tersadar kembali dan dapat berbicara dengan nya lagi.


" Eve, kau jangan pernah membuat aku takut lagi seperti yang kamu lakukan sekarang ini dengan kecerobohan mu turun tangga gak lihat-lihat..! " Kata Ray yang menasehati Evelyn sesudah Eve sudah bisa bicara dan duduk.


"Ah, ya Kak Ray, maaf aku telah membuat kamu ketakutan akan kehilangan diriku dan aku juga tak mau meninggalkan Anak-anak kita begitu cepat. " Kata Evelyn yang menggenggam tangan Ray yang di letakkan di ranjang pasiennya.


"Emmmm...! " Gumam Ray.


" Kak Ray, please don't angry with me again ya? " Pinta Evelyn yang memeluk Ray dengan erat .


" .... " Ray tak menjawabnya.


" Kak Ray, gimana cara aku untuk kamu gak marah lagi kepada ku? " Tanya Evelyn yang telah merapatkan dirinya kepada Ray.


Evelyn meregangkan dirinya dan menatap Ray yang tak mau menatapnya. Evelyn merengkuh wajah Ray lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Ray.


" Bukan seperti ini caranya untuk suamimu tak marah dan khawatir lagi kepada mu? " Ray menggigit bibir Evelyn.


" Gimana caranya? " Tanya Evelyn yang malah mengambek pada Ray lalu memaksa untuk turun dari ranjang pasiennya sampai nyaris jatuh ke lantai karena lemas jika tak ada Ray yang cepat menahannya dengan pelukan erat Ray.


" Hmm dasar gadis kecil tukang ngambek dan tukang bikin khawatir orang saja..! " Kata Ray yang menyentil dahi Evelyn dengan gemas tapi Ray malah mencium Evelyn dengan mesra.


" Huhuhuhu sakit..! " Suara tangisan Evelyn yang manja di pelukan Ray.


" Tsk, apa yang sakit pada dirimu? " Tanya Ray yang menggendong Evelyn untuk di ajak pulang ke rumah mereka.


" Semuanya...! " Jawab Evelyn yang merangkul leher Ray di gendongan suaminya.

__ADS_1


" Siapa suruh bikin kesal, cemas dan marah aku suamimu sendiri? " Tanya Ray yang menaruhnya di mobil.


" Uuuh, begini sekarang kak Ray ku yang ganteng dan galak ..! " Kata Evelyn yang duduk manis di jok mobil di sisi kiri Ray.


" Hmmm, aku akan memberi mu hukuman nanti di vila kita di pantai Anyer. Aku tetap mengajak kamu dan anak -anak liburan ke pantai Anyer meskipun liburan waktu lalu sempat tertunda karena kamu yang ceroboh itu. " Kata Ray yang mengemudikan mobil keluar tol untuk menuju ke pantai Anyer.


******


Di toko sepeda, Pasar Glodok.


Chiko menggandeng tangan Amanda putri dari bos toko sepeda untuk menemui Bosnya pada waktu yang bersamaan dengan Ray yang mengajak keluarganya liburan.


" Pak Hendrawan bisakah Anda izinkan aku Chiko untuk menjalin hubungan pacaran dengan Amanda putri anda? " Chiko meminta izin kepada Hendrawan pemilik toko sepeda tempat Chiko bekerja.


" Wah, gimana ya? Aku seterah putriku saja yang menjalani hubungan pacaran dengan mu, Chiko. Hanya aku minta kamu untuk pacarannya yang benar dan jangan melanggar etika sebelum kamu sungguh-sungguh untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius untuk putriku. " Kata Hendrawan pemilik toko sepeda kepada Chiko.


" Yaaaah, Papa tak perlu khawatir karena Kak Chiko ini laki-laki yang baik dan kuno sekali. Ia tak akan pernah melewati batas selama kami pacaran secara Backstreet selama beberapa lama sampai kami memutuskan untuk bicara kepada Papa mengenai hubungan pacaran kami sebelum Papa tahu dari orang lain. " Kata Amanda yang bersikap manja dan ingin segala yang di mintanya kepada Papa nya harus di penuhi oleh Papanya.


" Amanda..! Kamu tuh bisa -bisanya sebagai anak Papa kok gak kasih tahu Papa kalau kamu dan Chiko pacaran di belakang Papa selama ini..! Apakah kamu tahu bahwa kamu akan rusak nama baik Papa dan kamu jika terjadi sesuatu padamu? " Hendrawan menegur putrinya.


" Habisnya aku takut kalau Papa akan melarang kami pacaran..! " Jawab Amanda dengan suara manjanya kepada Hendrawan.


"Ya, jelaslah Papa melarang kamu pacaran dengan Chiko yang jelas-jelas karyawan Papa dan itu merugikan kita..! " Kata Hendrawan yang memarahi putrinya dengan melotot kepada Chiko pria yang menjadi pacar putrinya.


" Ahh, Papa. Kenapa Papa membedakan status dan harta sih, Pa? Bukankah asalkan Kak Chiko ini pria baik-baik dan penuh tanggung jawab sama Aku sudah lebih dari cukup untuk jadi pacar putri Papa ? " Tanya Amanda yang tetap memaksa Papanya untuk izinkan dia pacaran dengan Chiko.


" Iya, Papa pengennya kamu itu pacaran dengan bos atau manager di perusahaan elit bukannya karyawan toko sepeda Papa yang sederhana ini di pasar Glodok. " Jawab Hendrawan dengan mengernyitkan dahinya kepada putrinya yang selalu sesuka hatinya itu.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2