Stay For Love

Stay For Love
Episode 49.


__ADS_3

Ray membuka pintu rumah kecil yang menjadi tempat tinggal sementara waktu selama Ray ada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Ray dengan lelah sekali menjatuhkan dirinya di sofa panjang di samping meja kerjanya lalu Ray terlelap pulas di sana.


"Nyaman sekali kamu, Ray.Tidurmu ini sangatlah tenang sekali sampai kamu tidak bisa menyadari dirimu dalam genggamanku saat ini.Aku akan buat kamu menceraikan Evelyn istrimu yang lugu dan bodoh itu." Kata Sheila yang diam -diam ikuti Ray ke rumah kecil itu.


Lalu Sheila dengan diam-diam pula membuka baju kerja Ray yang tak menyadari ulah Sheila melalui minuman kopi susu yang di berikan oleh pemilik kedai atas perintah Sheila yang menyuap pemilik kedai kopi dengan sejumlah uang sogokan.


" Kau harus berikan kopi susu ini kepada Pak Ray dan bilang kopi susu ini dari William Wildan untuk Ray." Kata Sheila dengan liciknya kepada pemilik kedai.


" Iya, boleh juga sih asalkan ada bayarannya saja yang sesuai dengan permintaan Anda kepada Aku yang miskin ini, Nona Sheila." Jawab Pemilik kedai kepada Sheila yang memberikannya uang tutup mulut.


Pemilik kedai mendekati Ray yang sama sekali tak ada rasa curiga sama sekali terhadap pemberian segelas kopi susu yang di katakan oleh si pemilik kedai itu berasal dari William Wildan saudaranya yang amat di percayainya itu.


" Makasih, Pak Kasim." Jawab Ray ramah sekali pada pemilik kedai itu seraya menerima segelas kopi susu itu dan langsung di minumnya sampai habis setengah gelas.


Kemudian setengah jam kemudian setelah Ray habiskan segelas kopi susu itu, Ray merasakan rasa kantuk yang sangat berat sekali sehingga Ray memutuskan untuk tidur pada siang hari itu di rumah kecil tempat tinggal sementara waktu Ray selama bekerja di Ibukota Balikpapan,Kalimantan Timur.


Sheila membaringkan dirinya di samping Ray yang terlelap pulas di sofa panjang,lalu gadis ini dengan senyuman manisnya mendekatkan bibirnya yang indah ke bibir nya Ray sambil menyiapkan hp nya untuk mengabadikan momen pentingnya itu di hp nya.


Tetapi,lengan Ray terangkat ke atas menepis hp Sheila hingga terbentur dinding dan hancur hingga terdengar keras oleh William Wildan dari arah luar rumah kecil itu.

__ADS_1


Brakk..!


" Gadis hina apa -apaan kamu ini masuk ke rumah orang tanpa izin ?" Tanya William Wildan dengan nada marah menyambar Sheila dan menyeretnya keluar dari rumah kecil itu.


" Aduduh sakit, Wil.Aduh lenganku patah nih..!"


"Biar Gue patahkan sekalian urat malu Elo yang tak tahu diri sudah berniat rendah mendekati Ray dengan cara kotor mu itu..!" Ujar William Wildan berang sekali kepada Sheila.


" Will..Berhenti kamu ! Kamu dilarang bersikap kasar sama cewek !" Sekonyong -konyong Suzuki Max mendatangi mereka berdua dengan sikapnya yang sok bos banget.


" Tergantung ceweknya lah ,Bos.Dia itu cewek liar yang lebih rendah daripada wanita malam di bar murahan banget..!" Ujar William Wildan dengan nada marah sekali sambil tangannya terangkat ke wajah Sheila.


" Auw..! Apa maksud mu, Bos? "Tanya William Wildan yang kaget dirinya di pukul Suzuki Max dari belakang dengan papan besar hingga kepalanya bocor.


" Mampuslah kau, Wil.Kamu sudah berani kasar kepada Sheila -ku ini." Jawab Suzuki Max yang ingin memukul kembali William Wildan dengan batu besar.


Tetapi, sebuah tendangan keras dari sampingnya telah membuatnya sempoyongan dari jatuhlah Ia tersungkur di tanah dan ketika Suzuki Max ingin bangkit kembali dari tanah.


" Angkat tanganmu ke atas kepala mu atau kami akan menembak kepalamu hingga berlubang di kepalamu..!" Terdengar seruan sejumlah aparat kepolisian setempat yang mengelilingi Suzuki Max yang terkejut sekali dirinya di bekuk oleh polisi di Ibukota Balikpapan, Kalimantan Timur.

__ADS_1


" Apa salahku dan kenapa Aku yang di tangkap oleh kalian semua ?" Tanya Suzuki Max dengan nada menegur para aparat kepolisian setempat.


" Kamu terbukti melakukan tindakan kriminal di dalam dua kasus secara beruntun dengan di mulai melakukan bisnis ilegal dengan surat bodong dan kamu juga berniat untuk membunuh saudara tiri dari Bapak Raymond Gilberto Xu, Tuan Suzuki Max yang terhormat." Jawab aparat kepolisian dengan nada tegas sekali kepada Suzuki Max yang baru sadar kalau Ray tersenyum menang di samping William Wildan yang segera di tangani oleh pihak medis terbaik yang di miliki oleh pihak Raymond untuk pelayanan kesehatan bagi pekerjanya yang bekerja langsung di lapangan.


" Bukti apakah yang Anda maksud itu..?" Tanya Suzuki Max masih belum bisa mempercayai apa yang telah di rencanakannya dengan sangat baik sekali untuk menghancurkan hidupnya Ray malah justru dirinyalah yang di hancurkan oleh Raymond dalam waktu sesingkat itu.


" Buktinya ada dalam berkas pribadi yang sudah aku berikan kepihak hukum kerjasama di bidang pembangunan Internasional dan kau melanggar banyak aturan yang harus kamu penuhi untuk kau bisa bekerja dengan baik di Indonesia. Aku juga mengetahui rencana busukmu dengan mantan istri mu yang begundal itu untuk merusak rumah tanggaku dengan istriku." Jawab Ray dengan nada geram sekali kepada Suzuki Max.


" Ray,tolong kamu jangan penjarakan Aku dengan dia..Aku gak salah ,Ray..! Aku cuma di suruh aja ama dia..!" Pinta Sheila yang juga di bekuk oleh pihak kepolisian setempat yang ternyata telah lihai menyamar sebagai karyawan kerja Ray dan juga pembeli makanan dan rokok di kedai kopi di depan pembangunan ruko -ruko nya Ray.


"Pak..Dia juga sudah menyuap Bapak itu untuk beri Anda segelas kopi susu yang di taburi obat bius dosis rendah untuk anda tidur pulas selama satu hari satu malam agar Anda tidak mengetahui rencana licik wanita muda ini kepada Anda, tetapi untungnya Saya mengetahuinya dengan cepat dan menukar segelas kopi susu itu dengan segelas kopi susu lain yang bersih dari obat bius dosisnya rendah itu." Lapor salah satu pihak kepolisian itu kepada Ray dan juga kepala polisinya juga.


" Pak Kasim kamu sungguh mengecewakan hatiku yang tulus hati sudah memberikanmu izin untuk kamu dapat membuka usaha kedai kopi di depan pembangunan ruko -ruko ku ini..Tapi, apa yang sudah kamu lakukan itu kepadaku dengan kamu mau saja di suruh berbuat kotor kepadaku oleh Sheila si wanita hina itu..! Aku memecatmu dan kau di larang berjualan di kawasan ku ini untuk selama -lamanya..!" Ucap Ray dengan tegas sekali kepada Pak Kasim yang melolong menangis keras untuk menyatakan penyesalan hatinya itu karena telah nyaris mencelakakan diri Ray.


" Pak Ray,tolong Anda ampunilah kesalahan Saya ini dengan mengizinkan kembali Saya untuk buka usaha kecil Saya di kawasan Anda ini..! Bapak Ray dengan tulus hati sekali..Saya memohon ampunan dari Anda..!!" Lolong Pak Kasim menyembah -nyembah kepada Ray.


" Tidak..! Sekali berbuat salah selamanya kamu itu tetaplah bersalah kepadaku..Masih untung kamu gak ku masukan ke penjara atas tindakan mu itu kepadaku..!Sekarang,kamu pergi dari hadapanku ! Pergi..!" Teriak Ray yang benar -benar sangat dan amat marah sekali kepada Pak Kasim.


"Baiklah,Pak Ray..Saya pergi sekarang..!" Jawab Pak Kasim berjalan meninggalkan kawasan itu dengan kepalanya tertunduk malu dan menyesali perbuatannya yang sudah merusak diri dan hidup nya di masa kini dan masa depan.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2