Stay For Love

Stay For Love
Episode 104.


__ADS_3

Teddy mengelus -elus belakang kepalanya yang di pukul Bu Ecih karena ocehannya tentang Lisa yang kabur dari rusun Mawar selama berpekan -pekan lamanya sampai seluruh penghuni rusun Mawar merindukan keramaian tawa dan teriakan Lisa yang selama ini menjadi alarm hidupnya rusun Mawar.


"Ah..Lisa mungkin sedang mencari ilham untuk meraih kesuksesannya di luar rusun Mawar dan Ia pasti sedang mempersiapkan kejutan yang menghebohkan untuk kita jika dia sudah pulang ke rusun ini dengan kesuksesan yang gemilang." Kata Benny dengan nada mantap sekali kepada seluruh penghuni rusun Mawar yang serempak mengangguk -angguk kepadanya.


Suara nada dering hp dari saku celana pendek nya membuat Benny cepat merogoh saku celana pendek rumahannya untuk mengambil hp nya dan melihat layar hpnya sebelum menekan tombol hijau gambar telepon untuk menerima panggilan telepon dari seseorang untuknya.


"Aku terima telepon ku dulu..!" Kata Benny nada pelan untuk para penghuni rusun Mawar diam agar Ia bisa menerima panggilan telepon di hp nya dengan tenang.


*******


Di suatu tempat yang bergenteng oranye yang tulisannya adalah ' Kostan untuk Putri ' di kota Tangerang yang terletak di daerah Cikokol, ada seorang gadis muda usia dua puluh tiga tahun yang baru saja keluar dari rumah kos yang ada mereknya yaitu ' Rumah Kos Bu Fatima '.


" Lis..Apa hari ini Elo sudah siap untuk melamar pekerjaan di pabrik konveksi di daerah Batu Ceper yang dekat dengan pabrik tempat Gue kerja? " Tanya Nike kepada Lisa seraya menaruh tas kerja di bahunya.


"Ya, Siaplah ! Orang, Gue udah gak sabaran untuk memulai karier Gue yang baru sebagai karyawan pabrik konveksi bukan preman pasar Glodok lagi atau tukang parkir nya pasar Glodok..! " Jawab Lisa yang dandanannya kali ini sangat feminim yakni dengan rambutnya yang sebahu tertata rapi dan memakai bando warna hijau muda yang di padukan dengan setelan baju kerjanya yang warna hijau muda.


"Oke..! Mari kita berangkat..!" Kata Nike yang kini duduk di boncengan sepeda motor Yamaha Mio klasik Lisa.


Lisa sangat mahir mengendarai motor dengan kecepatan laksana pembalap saja namun tetap mematuhi rambu -rambu lalu lintas untuk jaga keamanan dan keselamatannya mengendarai sepeda motor.


"Ohya, Nik...Gimana tanggapan Elo mengenai si Toro yang di kabarkan naksir sama Elo sampai tuh cowok nekad datang ke rumah orang tua Elo di daerah Kampung Melayu ?" Tanya Lisa sambil mengendarai motornya kepada Nike yang di boncengnya di belakang.

__ADS_1


" Ya, gitu deh ! Orang tua Gue menolak lamaran Toro yang mau menikahi Gue karena modalnya Toro gak sesuai dengan harapan Bokap Gue yang maunya punya mantu yang berduit banyak agar hidup Gue nyaman..!" Jawab Nike yang tak pernah melepaskan pegangannya di pingggang kecil Lisa.


"Ya, Elo kasih tau dong ke ortu Elo kalau Toro tipe cowok pekerja keras dan tanggung jawab yang tentunya suatu hari nanti akan berduit banyak juga sebagai mantu yang oke punya buat Bokap Elo..!" Kata Lisa yang bisa memberikan nasehat untuk Nike sahabatnya.


"Sudah basi, Lis. Gue udah kasih tau ke ortu Gue untuk memberikan pengertian kepada Toro..! Ya, mau gimana lagi Nyokap Gue malah pengennya menjodohkan Gue ke anak temannya yang jadi duda keren karena istrinya dan putranya belum lama ini meninggal dunia karena kebakaran di unit apartemennya di Korea Selatan..! " Kata Nike muram durja.


" Umm...Wuish keren sih dengarnya tentang hati dan harapan Nyonya Elo untuk Elo bisa terima cowok yang akan di jodohkan ke Elo itu yang katanya dari Korsel..! " Kata Lisa yang pikirannya melayang ke sosok Benny Wildan cowok tampan yang misterius yang tinggal di rusun Mawar.


" Ok, Lis..Terimakasih atas tumpangannya..! Gue doain Elo sukses lamaran kerja nya..!" Kata Nike saat sudah sampai di depan pabrik Sandal yang menjadi tempat kerja nya.


" Ya, sama -sama Nik.." Jawab Lisa mengedip memberi semangat untuk sahabatnya.


Lalu Lisa melajukan sepeda motornya ke arah pabrik konveksi yang di tujunya untuk perjalanan baru hidupnya di mulai dalam menggapai cita dan mimpinya yang indah di kemudian hari nanti.


Suasana pagi yang mendung dan tak berawan bagi Irene yang menghadapi seorang cowok yang di perkenalkan oleh Mama mertua Kakak nya kepadanya. Ia merasa cowok di hadapannya terlihat tertarik sekali dengannya sampai tak berkedip memandanginya.


" Irene Song..! " Sapa Irene memperkenalkan diri kepada cowok tampan di hadapannya.


" Daniel Irawan..! " Jawab cowok itu tersenyum menawan untuk Irene.


"Iya, silakan Kakak Daniel memesan menu sarapan pagi Kakak di kafe starbuck..!" Kata Irene memberikan buku menu sarapan pagi dari kafetaria daerah Serpong Tangsel kepada cowok yang bernama Daniel Irawan.

__ADS_1


" Kamu duluan saja baru Kakak..!" Kata Daniel Irawan yang ingin memiliki kesan baik di mata gadis cantik yang di perkenalkan oleh Tante nya kepadanya.


" Ya, Kak..Makasih...! " Jawab Irene yang mulai membuka -buka buku menu untuk memilih menu sarapan pagi yang di inginkannya.


Daniel sibuk dengan hp nya yang sepertinya tak pernah memberinya waktu untuk rehat sejenak dari segala aktivtas paginya sesuai amanat dari Mama dan Papa nya yang ingin Ia memiliki calon isteri yang sepadan dengan harapan orang tua nya.


"Stella, kamu bisa sabaran atau tidak sih? Aku sedang sibuk dengan Mama ku di rumah..!" Tulis Daniel di wa nya untuk seorang gadis muda yang ada foto profil di wa dalam layar hp Daniel.


"Tidak, Mas Dan..Aku harus memintamu untuk datang ke rumahku sekarang juga kalau tidak datang ! Aku akan pergi kepada orang tua mu untuk memberitahukan rahasia hubungan kita kepada orang tuamu..!" Tulis Stella nama gadis di wa dalam layar hp Daniel.


Daniel segera menulis jawaban 'ya ' agar gadis kekasihnya tak membuat masalah yang besar untuknya seraya tersenyum untuk Irene Song di hadapannya.


" Irene, gimana kuliah mu di Seoul ? Apakah kuliah mu lancar -lancar saja ? " Tanya Daniel yang ingin mengakrabkan dirinya kepada Irene Song.


" Ya, Kak Dan..Kuliahnya Irene lancar -lancar saja gak ada masalah..!" Jawab Irene yang agak tak nyaman dengan tatapan mata Daniel Irawan yang seperti menerawang dirinya.


"Wah, bagus dong kalau kuliah mu lancar -lancar saja gak masalah apapun yang artinya kamu itu seorang mahasiswi yang sangat teladan sekali untuk memperdalam pendidikanmu di kampus mu di Universitas Seoul..!" Kata Daniel Irawan yanh matanya mengarah ke bagian -bagian inti dari lekuk lengkung indah tubuh Irene yang di balut pakaian casual yang menarik khas gadis metropolitan sekali.


Sebelum Irene melanjutkan percakapannya itu dengan Daniel Irawan tiba -tiba terdengar suara seruan orang yang di kenal baik oleh Irene yang membuat Irene cepat menanggapi panggilan dari cowok tampan berpakaian modis khas Bos besar ala Kpop star banget dengan gembira luar biasa untuk menyelamatkan dirinya dari sinar mata mesum dari Daniel Irawan terhadapnya.


" Hai, Irene..! Kamu 'kok ada di sini ? Sejak kapan kamu bisa berada di Tangerang, Indonesia? " Sapa Raymond Gilberto Xu dengan senyuman khas nya kepada Irene.

__ADS_1


" Kak Ray..! " Balas Irene melompat bangun dari kursi nya lalu merangkul manja pada bahu kekar Ray sampai Daniel Irawan mengerutkan kening melihat tingkahnya itu terhadap cowok tampan yang baru masuk ke kaferaria itu.


Bersambung..!!


__ADS_2