
Ray dengan hati -hati menyentuh tubuh Evelyn dari lantai lalu di angkatnya dengan airmata yang tak pernah berhenti mengalir dari kedua matanya ke pipinya.
" Eve,ku mohon kau jangan pernah meninggalkan aku..! " Ucap Ray yang segera memanggil supir pribadinya untuk mengantarnya membawa Eve ke rumah sakit terbaik di Singapura.
Di Rumah Sakit, Ray menunggu dengan hati yang sangat takut kehilangan istrinya di depan ruang operasi karena menurut Dokter setempat, Evelyn mengalami pendarahan di tempurung kepalanya dan juga mengalami keguguran di usia kandungan berumur sembilan minggu.
" Ray, bagaimana kondisi Eve sekarang?" Tanya Lydia teman dekat Clau di Singapura.
" Entahlah..Ku cuma bisa berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan Eve." Jawab Ray yang tidak pernah berhenti memanjatkan doa kepada Tuhan untuk keselamatan Eve.
Selama enam jam masa operasi yang di lakukan oleh Dokter setempat untuk menyelamatkan Eve akhirnya bisa keluar juga dari ruang operasi untuk menemui Ray di depan pintu ruang operasi.
" Bagaimana keadaan istriku, Dokter Arman?" Tanya Ray tak sabar.
"Kondisi istri Anda saat ini aman dan kita hanya harus menunggu istri Anda sadar dari koma nya." Jawab Dokter Arman memberitahu Ray mengenai kondisi Evelyn pasca operasi tempurung kepala dan operasi pembersihan rahim akibat keguguran.
"Ah, ya terimakasih Dokter Arman.Anda telah baik sekali berusaha untuk menyelamatkan hidup Eve istri ku itu, tapi ku harus berapa lama untuk Aku menunggu istri ku bisa sadar dari koma nya itu ?" Tanya Ray yang menemui Eve di ruang Iccu dari kaca.
" Sampai istri Anda masih ada keinginan untuk Ia bisa hidup." Jawab Dokter Arman memberitahu Ray yang langsung shock berat.
"Ray ,kamu harus kuat dan tabah untuk Evelyn bisa melewati masa -masa sulitnya." Kata Lydia.
" Ya, Lyd trims ya." Jawab Ray memegangi kaca kamar Iccu dengan airmata.
Hari demi hari di lalui begitu berat untuk Ray yang harus menanti Eve sadar dari koma yang sangat panjang dengan sibuk bekerja setiap harinya dan Ia juga mengurus Mommy Regina dan David yang di usirnya dari daftar nama keluarga Daddy nya atas perbuatan keeduanya terhadap Eve.
" Ray, kau sungguh ketelaluan sekali demi gadis miskin itu..Kau mengusir kami berdua yang jadi keluargamu selama ini ?! "Ucap Mommy Regina berang.
__ADS_1
"Sejak kapan kalian berdua pernah menganggap Aku sebagai keluarga kalian?Aku sudah muak dengan sandiwara keluarga harmonis dengan kalian! Kalian sudah berlaku tak manusiawi pada istriku dan membuat ku kehilangan calon anak pertamaku..!" Kata Ray dengan marah sekali pada Mama dan Kakak tiri nya itu.
"Ugh dasar anak tak tahu berterimakasih kamu ini ya ! Aku sudah puluhan tahun membesarkanmu dan Delia adik idiot mu itu ! Tapi ,apa yang kamu balas kebaikan ku itu kepadaku sekarang ? Ah !" Bentak Mommy Regina menuding telunjuknya ke arah Ray.
"Jangan pernah lagi kau menghina adikku Delia..! Kau bukan lagi Mama tiri ku dan istri sah dari Mendiang Daddy Ku..!" Balas Ray.
" Bocah gila! " Maki David yang mau memukul Ray telah di halangi oleh sejumlah bodyguard nya Ray yang membekuknya dan melemparnya ke jalan bersama Mama nya yang berteriak -teriak sampai suara serak.
" Sialan kamu Ray..!Bocah tak tahu di untung..!!!"
Ray mengepalkan buku jarinya dengan geram dan menutup kedua matanya dengan berat karena hati dan pikiran sedang sakit karena cemas dan rindu kepada Eve yang masih terbaring koma di ruang Iccu rumah sakit.
Di Kota Tangerang, Indonesia.
Ziko menyiram bunga -bunga wijayakusuma di tiap pagi hari sambil mendengarkan musik di hp nya. Pemuda remaja ini sekarang sudah masuk sekolah menengah umum di jurusan Ipa dan Ia juga termasuk anak yang pintar di sekolahnya.
"Tasya tumben Lo pagi -pagi datang ke rumah ku ? " Tanya Ziko menggulung slang dan menaruhnya di kaitan di tembok dekat keran taman minimalis rumahnya.
" Ya, Aku di minta tolong sama Mama ku untuk kasih ini ke Mama mu, Tante Nabila." Jawab Tasya teman sekolah Ziko.
"Oh..Yaudah sini kau titip saja ke Aku nanti Aku kasihkan barang titipan Tante Ina kepada Mama ku setelah Mama pulang dari pasar." Kata Ziko di pintu gerbang dan menerima bingkisan dari Tasya yang duduk di sepeda gadis itu.
"Oke, Zik makasih ya Aku pulang dulu..Dah." Kata Tasya yang langsung menggowes sepedanya ke arah keluar dari pintu gerbang di gang rumahnya Ziko.
"Zik..Kamu udah sarapan belum ?" Tanya Kakak Erna yang muncul dari ruang dalam rumah.
" Belum, Kak." Jawab Ziko yang cepat mengunci pintu gerbang rumah lalu berjalan masuk ke ruang dalam rumah menuju ke ruang makan.
__ADS_1
Ziko terpaku sesaat di pintu ruang makan karena anak itu seperti mengingat sesuatu di hatinya dan imajinasinya seperti melihat Evelyn yang duduk di kursi makan di ujung kanan dekat pohon buah jeruk plastik.
" Kak Eve.." Panggil Ziko pelan.
Evelyn yang di bayangan Ziko tersenyum manis dan tak menjawab Ziko.
" Zik, kenapa kamu melamun sih ? Sini duduk di kursi makan mu dan makan sarapan mu lalu kamu minum obat mu itu!" Kata Kakak Emma yang ada di kursi makan seberang tempat duduknya Evelyn tadi.
" Eh, ya Kak Emma." Jawab Ziko yang maju dan duduk di kursi yang kosong dan bayangan Evelyn telah menghilang dari bayangan mata Ziko.
Di Singapura, rupanya Dokter Arman menghubungi Ray kalau kondisi Evelyn semakin ngedrop namun pada saat Ray menemui Evelyn terjadilah suatu keajaiban karena kondisi Eve kembali normal dan Eve pun membuka matanya untuk pertamakali pasca operasi tempurung kepala dan keguguran.
" Eve, syukurlah kamu akhirnya siuman setelah Aku menunggumu untuk bangun selama setahun ini." Kata Ray memeluk Eve dengan rasa rindu tak terlukiskan.
"Kakak Ray.." Panggil Eve lembut di telinga Ray.
"Eve, Kakak Ray ada di sini bersamamu..Kamu tak boleh tidur panjang lagi ya?" Ucap Ray dengan hati penuh rasa yang tak bisa di ungkapkan melalui kata -kata tetapi Ray mengungkapkannya melalui kecupan hangat di bibir Eve yang lembut.
"Aku ingin pulang ke rumah Mama Nabila." Kata Eve membelai pipi Ray.
" Ya,kita akan pulang ke rumah Mama." Kata Ray memeluknya erat.
Satu bulan kemudian, Eve dapat izin pulang dari rumah sakit namun karena rambut Eve belum tumbuh begitu banyak lagi.Mereka berdua tak berani pulang ke Indonesia untuk beberapa waktu lamanya.Ray mengajak Eve mengunjungi negara Swiss.
"Cantiknya pegunungan Alpen...!" Seru Evelyn yang sangat gembira melihat tumpukan salju di puncak gunung Alpen.
Bersambung..!!
__ADS_1